home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengenali Gejala Demam Khas Virus Zika, Samakah dengan Demam Lainnya?

Mengenali Gejala Demam Khas Virus Zika, Samakah dengan Demam Lainnya?

Demam termasuk salah satu gejala yang banyak ditemukan di berbagai macam penyakit. Namun, terkadang ada satu atau beberapa hal yang membedakan demam di setiap penyakit. Salah satunya adalah infeksi virus Zika, yaitu infeksi yang disebabkan oleh gigitan nyamuk. Namun, apa yang membedakan demam Zika dengan demam penyakit lain? Pahami seperti apa demam akibat virus Zika agar lebih mudah mengenali penyakit ini.

Seperti apa gejala demam zika?

Demam Tifoid (Tifus)

Virus Zika adalah penyakit akibat infeksi virus yang menular lewat gigitan nyamuk, khususnya yang berjenis Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

Meski penyakit ini juga ditandai dengan kemunculan demam, tak semua orang yang terkena penyakit Zika serta-merta akan mengalami gejala.

Bahkan, menurut Mayo Clinic, sebanyak 4 dari 5 orang dengan infeksi virus Zika tidak mengalami gejala apa pun.

Akan tetapi, jika memang gejala virus Zika muncul, salah satunya yang paling jelas terlihat adalah demam.

Memang betul, demam termasuk gejala yang sangat umum dari berbagai penyakit. Pasalnya, peningkatan suhu adalah upaya tubuh dalam melawan infeksi.

Namun, tak ada salahnya Anda mengenali seperti apa gejala demam akibat virus Zika supaya Anda bisa mengantisipasi penyakit ini dengan baik.

Nah, jika disertai demam, berikut adalah beberapa ciri demam yang timbul dari infeksi virus Zika.

1. Gejala demam cenderung ringan

Virus Zika jarang menimbulkan gejala-gejala yang berarti. Bila demam muncul, kondisinya biasanya bersifat ringan dan hampir tidak berbahaya.

Demam yang disebabkan oleh virus ini umumnya berkisar pada 38 derajat Celsius. Namun, suhu tubuh biasanya tidak akan melebihi 38,5 derajat Celsius.

Itulah sebabnya penyakit ini sangat jarang menimbulkan komplikasi yang berarti.

Meski demikian, tak menutup kemungkinan sebagian orang yang terkena penyakit ini bisa terkena masalah sistem saraf.

2. Demam berlangsung selama 1 minggu

Selain bersifat ringan, demam pada infeksi virus Zika juga biasanya tidak berlangsung lama.

Umumnya, pasien dilaporkan mengalami demam selama 2-7 hari. Setelah 1 minggu, gejala-gejala penyakit ini akan mereda dan pasien kembali pulih sepenuhnya.

3. Adanya gejala mata merah (konjungtivitis)

Salah satu ciri khas yang menyertai demam Zika adalah mata memerah. Kondisi ini disebut dengan konjungtivitis.

Para ahli menduga virus Zika dapat bersarang di mata penderitanya sehingga gejala peradangan seperti kemerahan di mata bisa timbul.

Gejala mata merah ini juga terkadang disertai dengan rasa gatal di mata.

Perbedaan demam virus zika dan demam pada DBD

Wanita demam

Virus Zika bukanlah satu-satunya penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes.

Ya, Anda pasti pernah mendengar nyamuk jenis ini juga menularkan virus demam berdarah dengue alias DBD.

Persamaan pada jenis nyamuk yang menularkan kedua penyakit ini membuat gejala-gejalanya tampak serupa, baik infeksi Zika maupun penyakit DBD sama-sama ditandai dengan adanya demam.

Lalu, bagaimana cara membedakan demam akibat virus Zika dan dengue? Berikut letak perbedaannya.

1. Tingkat keparahannya

Perbedaan yang jelas terlihat antara infeksi virus Zika dan DBD, termasuk gejala demam, adalah tingkat keparahannya.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, virus Zika sangat jarang menimbulkan gejala. Sekalinya gejala demam muncul, suhunya tidak akan melewati 38,5 derajat Celsius.

Lain halnya dengan demam pada penyakit DBD. Demam sebagai gejala penyakit DBD biasanya akan langsung tinggi, bahkan bisa mencapai suhu 40 derajat Celsius.

Dilihat dari masa pemulihannya, pasien infeksi virus Zika biasanya akan membaik dalam waktu seminggu.

Sementara pada fase penyakit DBD, pasien yang demamnya sudah menurun pun masih berisiko terkena DBD parah atau bahkan sindrom syok dengue yang berpotensi mengakibatkan kematian.

2. Gejala-gejala lain yang muncul

Infeksi virus Zika dan DBD memiliki beberapa gejala yang mirip, mulai dari kenaikan suhu tubuh, nyeri otot dan sendi, hingga ruam kulit.

Meski demikian, ada beberapa gejala yang membedakan kedua penyakit ini. Jika demam Zika disertai dengan gejala mata merah, DBD jarang menimbulkan gejala tersebut.

Selain itu, bentuk ruam kulit akibat Zika dan DBD juga sedikit berbeda.

Bila virus Zika menimbulkan ruam berbentuk bercak merah yang sedikit timbul, DBD biasanya ditandai dengan ruam berbentuk bintik-bintik merah yang rata.

Demikian penjelasan mengenai demam akibat virus Zika serta cara membedakannya dengan penyakit lain.

Pastikan Anda menghindari gigitan nyamuk Aedes dengan menjaga kebersihan lingkungan serta melindungi diri dengan losion antinyamuk.

Memelihara sistem kekebalan tubuh dengan makan sehat dan rutin berolahraga juga efektif dalam menangkal penularan virus Zika.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Zika Virus – CDC. (2020). Retrieved June 3, 2021, from https://www.cdc.gov/zika/symptoms/symptoms.html 

Dengue – CDC. (2020). Retrieved June 3, 2021, from https://www.cdc.gov/dengue/symptoms/index.html 

Zika virus infection and Zika fever: Frequently asked questions – Pan American Health Organization. (2016). Retrieved June 3, 2021, from https://www3.paho.org/hq/index.php?option=com_content&view=article&id=9183:2015-preguntas-frecuentes-virus-fiebre-zika&Itemid=41711&lang=en 

Penyakit Virus Zika (Zika Fever) – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Retrieved June 3, 2021, from https://infeksiemerging.kemkes.go.id/penyakit-virus/penyakit-virus-zika-zika-fever 

Zika virus – Mayo Clinic. (2021). Retrieved June 3, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/zika-virus/symptoms-causes/syc-20353639 

Dengue fever – Mayo Clinic. (2020). Retrieved June 3, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dengue-fever/symptoms-causes/syc-20353078 

Zika/Dengue/Chikungunya – Contra Costa HEalth Services. (2021). Retrieved June 3, 2021, from https://cchealth.org/mosquito-borne-illnesses/providers.php 

Alshammari, S. A., Alamri, Y. S., Rabhan, F. S., Alabdullah, A. A., Alsanie, N. A., Almarshad, F. A., & Alhaqbani, A. N. (2018). Overview of dengue and Zika virus similarity, what can we learn from the Saudi experience with dengue fever?. International journal of health sciences, 12(1), 77–82.

Yan, G., Pang, L., Cook, A. R., Ho, H. J., Win, M., Khoo, A….Chai, L. (2018). Distinguishing Zika and Dengue Viruses through Simple Clinical Assessment, Singapore. Emerging Infectious Diseases, 24(8), 1565-1568. https://doi.org/10.3201/eid2408.171883 

Watts, SA., Ocampo, CJ. (2019). Dermatological Manifestations in Dengue, Zika and Chikungunya. Dermatología Cosmética, Médica y Quirúrgica.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui 2 minggu lalu
Fakta medis diperiksa oleh Abduraafi Andrian
x