Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Jangan Anggap Remeh, Ini Gejala Infeksi Virus Zika yang Harus Anda Perhatikan

Jangan Anggap Remeh, Ini Gejala Infeksi Virus Zika yang Harus Anda Perhatikan

Salah satu penyakit yang ditularkan lewat gigitan serangga adalah infeksi virus Zika. Meski Anda mungkin sudah jarang mendengar kasus kejadian penyakit ini, virus Zika tetap merupakan ancaman kesehatan yang harus diwaspadai setiap orang. Nah, cara yang bisa Anda lakukan untuk melawan penyakit ini adalah dengan mengenali gejalanya terlebih dahulu. Informasi lengkap seputar tanda dan gejala virus Zika akan dikupas secara mendalam di bawah ini.

Tanda dan gejala infeksi virus Zika

Sebelum mengetahui apa saja gejala-gejala infeksi virus Zika, ada baiknya Anda memahami terlebih dahulu penyakit apakah ini.

Virus Zika adalah virus yang dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk berjenis Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

Kedua jenis nyamuk tersebut juga dikenal dapat menularkan virus penyebab penyakit demam berdarah dan chikungunya.

Umumnya, penyakit ini banyak ditemukan di negara-negara tropis dan subtropis, termasuk Indonesia.

Penting untuk diketahui bahwa hampir 80% infeksi virus Zika tidak menimbulkan gejala apa pun.

Namun, 20% kasus penyakit Zika menunjukkan gejala-gejala yang umum, mulai dari demam hingga ruam kulit.

Waktu yang dibutuhkan hingga gejala muncul adalah 2-14 hari setelah seseorang pertama kali digigit nyamuk Aedes yang terinfeksi virus.

Gejala infeksi virus Zika biasanya berlangsung selama kurang lebih 1 minggu.

Berikut adalah pemaparan lengkap mengenai tanda dan gejala infeksi virus Zika:

1. Demam

menambah nafsu makan saat demam

Tanda pertama yang perlu diperhatikan dari infeksi virus Zika adalah munculnya demam.

Seperti kebanyakan penyakit infeksi lainnya, demam adalah gejala yang muncul ketika tubuh berupaya melawan infeksi bakteri atau virus yang menyerang.

Dalam kebanyakan kasus, penyakit virus Zika biasanya menimbulkan demam ringan, tetapi tak jarang pula demam dapat mencapai suhu yang tinggi.

2. Ruam kulit

ruam kulit kemerahan

Tanda dan gejala berikutnya dari infeksi virus Zika adalah munculnya ruam kulit.

Menurut situs DermNet NZ, ruam akibat virus Zika biasanya dapat berupa bintik-bintik merah seperti campak atau bercak kemerahan yang terdapat di hampir sekujur tubuh.

Pada hari pertama gejala muncul, ruam akan timbul pertama kali di wajah. Selanjutnya, ruam akan menyebar ke badan, kaki, dan lengan.

Ruam juga bisa ditemukan di telapak tangan dan kaki sehingga menyebabkan pembengkakan.

Setelah 2-3 hari, ruam akan memudar dan menghilang sepenuhnya dalam 1 minggu.

3. Mata merah (konjungtivitis)

obat mata merah

Konjungtivitis atau mata merah adalah tanda dan gejala virus Zika lainnya yang paling khas.

Virus Zika diduga dapat bersarang hingga ke mata penderitanya sehingga gejala peradangan pada mata dapat muncul.

Pasalnya, sebuah studi dari Cell Reports menunjukkan bahwa virus ini ditemukan di air mata pasien dengan penyakit Zika.

Selain mata merah, penyakit ini juga sering kali menimbulkan rasa gatal di mata.

Bahkan, pada kasus yang jarang terjadi, virus juga dapat memicu uveitis alias peradangan uvea (lapisan di antara retina dan sklera).

4. Nyeri sendi

foot massage

Beberapa penyakit infeksi akibat gigitan nyamuk, seperti DBD dan chikungunya, ditandai dengan gejala nyeri sendi.

Ternyata, tanda yang sama juga ditemukan pada infeksi virus Zika.

Pasien yang terinfeksi virus ini biasanya mengalami rasa nyeri yang tak tertahankan di bagian sendi. Nyeri sendi terkadang juga disertai dengan rasa kaku serta pembengkakan.

Pembengkakan dan nyeri sendi ini biasanya berlangsung sekitar 7-10 hari.

5. Tanda dan gejala virus Zika lainnya

zaditen

Selain gejala-gejala di atas, penyakit virus Zika juga terkadang disertai dengan gejala tambahan, seperti:

  • sakit kepala,
  • nyeri di bagian mata,
  • rasa tidak nyaman di sekujur tubuh,
  • sakit perut, dan
  • lebih mudah kelelahan.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Apabila Anda merasakan tanda-tanda di atas dan Anda baru saja pulang dari daerah dengan kasus virus Zika yang tinggi, segera periksakan diri ke dokter.

Semakin cepat kondisi Anda ditangani oleh dokter, semakin kecil pula peluang penyakit ini untuk berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius.

Pasalnya, virus Zika berpotensi mengakibatkan masalah kesehatan yang jauh lebih fatal jika tidak diatasi dengan segera, seperti gangguan pada sistem saraf pusat serta risiko bayi terlahir cacat pada ibu hamil.

Hingga saat ini, virus Zika belum dapat dicegah dengan vaksin.

Satu-satunya cara efektif mencegah penularan penyakit ini adalah dengan menghindari gigitan nyamuk sebaik mungkin.

Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Zika Virus – CDC. (2019). Retrieved April 13, 2021, from https://www.cdc.gov/zika/about/index.html 

Zika virus – Mayo Clinic. (2018). Retrieved April 13, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/zika-virus/symptoms-causes/syc-20353639 

Zika virus – WHO. (2018). Retrieved April 13, 2021, from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/zika-virus

Zika Virus – CDC. (2019). Retrieved April 13, 2021, from https://www.cdc.gov/zika/symptoms/symptoms.html 

Zika virus – NHS. (2018). Retrieved April 13, 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/zika/ 

Penyakit Virus Zika (Zika Fever) – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Retrieved April 13, 2021, from https://infeksiemerging.kemkes.go.id/penyakit-virus/penyakit-virus-zika-zika-fever 

Zika virus – DermNet NZ. (2016). Retrieved April 13, 2021, from https://dermnetnz.org/topics/zika-virus/ 

Wimalasiri-Yapa, B., Yapa, H. E., Huang, X., Hafner, L. M., Kenna, T. J., & Frentiu, F. D. (2020). Zika Virus and Arthritis/Arthralgia: A Systematic Review and Meta-Analysis. Viruses, 12(10), 1137. https://doi.org/10.3390/v12101137

Miner, J., Sene, A., Richner, J., Smith, A., Santeford, A., & Ban, N. et al. (2016). Zika Virus Infection in Mice Causes Panuveitis with Shedding of Virus in Tears. Cell Reports, 16(12), 3208-3218. https://doi.org/10.1016/j.celrep.2016.08.079

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui 19/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x