Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Pencegahan Virus Zika Bisa Anda Lakukan dengan 4 Cara Ini

Pencegahan Virus Zika Bisa Anda Lakukan dengan 4 Cara Ini

Infeksi virus Zika kadang tidak menimbulkan gejala. Akan tetapi, beberapa juga merasakan demam, ruam pada kulit, disertai nyeri sendi dan mata merah. Jika kondisinya parah, komplikasi bisa terjadi, yakni menyebabkan komplikasi otak atau sistem saraf, seperti sindrom Guillain-Barre. Infeksi virus Zika yang menyerang ibu hamil bisa meningkatkan risiko keguguran, stilbirth, atau kelahiran bayi prematur. Lantas, adakah cara untuk pencegahan infeksi virus Zika?

Berbagai cara untuk pencegahan virus zika

kondom mencegah hiv

Perlu Anda ketahui bahwa infeksi virus Zika memiliki cara penularan yang beragam, seperti dari gigitan nyamuk atau hubungan seks. Risikonya juga semakin meningkat jika Anda tinggal atau melakukan traveling ke negara yang tinggi kasus infeksinya.

Dari cara penularannya ini, memberikan gambaran tindakan-tindakan apa saja yang bisa Anda lakukan untuk mencegah infeksi Zika. Lebih jelasnya, mari bahas caranya satu per satu.

1. Hindari gigitan nyamuk pembawa virus Zika

Selain demam berdarah atau malaria, virus Zica juga bisa menginfeksi manusia lewat gigitan nyamuk. Dikutip dari situs Mayo Clinic, virus Zika paling sering dibawa oleh spesies nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang berkeliaran baik di siang maupun malam hari. Nyamuk yang terinfeksi virus dan kemudian menggigit seseorang, bisa memindahkan virus ke aliran darah. Akibatnya, virus akan menginfeksi orang tersebut dan memunculkan gejala Zika.

Cara pencegahan virus Zika lewat penularan seperti ini adalah dengan menghindari gigitan nyamuk. Pertama, Anda bisa gunakan obat pembasmi nyamuk. Namun, pastikan obat nyamuk yang Anda pilih itu aman untuk ibu hamil dan anak-anak. Hindari kandungan para-mentan-diol dan minyak lemon eucalyptus untuk anak di bawah usia 3 tahun.

Bila Anda menggunakan obat nyamuk bentuk losion, pastikan tidak mengenai mulut, mata, atau luka terbuka. Kedua, Anda bisa menggunakan kelambu di kamar bayi dan anak. Ketiga, baiknya menggunakan piyama panjang yang menutup kulit.

Terakhir, Anda juga bisa menempatkan tanaman pengusir nyamuk di sudut-sudut rumah. Jangan lupa untuk menjaga kebersihan rumah dan tidak membiarkan ada genangan air pada ember, pot bunga, atau tempat sampah.

2. Praktekkan aktivitas seks yang sehat

Sudah disebutkan sebelumnya jika virus zika bisa menular dari orang yang terinfeksi ke orang yang sehat lewat aktivitas seks. Baik itu hubungan seks penetrasi vagina, anal, oral, maupun berbagi mainan seks. Ini karena virus Zika bisa bercampur dan bertahan pada air mani dalam waktu yang lama ketimbang cairan tubuh lainnya. Sekalipun orang yang terinfeksi itu tidak menimbulkan gejala, virus Zika tetap bisa menular lewat hubungan seks.

Oleh karena itu, cara pencegahan virus Zika lewat penularan seperti ini, bisa Anda lakukan dengan menerapkan aktivitas seks yang sehat. Gunakan kondom selama melakukan aktivitas seks, termasuk ketika seks oral maupun seks anal. Hindari juga berbagi mainan seks yang sama dengan pasangan.

Jika pasangan Anda baru saja bepergian ke daerah yang tinggi kasus infeksinya, gunakan terus kondom Anda selama kurang lebih 3 minggu untuk pria dan 2 minggu untuk wanita.

3. Berhati-hati ketika bepergian

santan untuk ibu hamil

Bepergian ke negara yang tinggi kasus infeksi virus Zika merupakan salah satu faktor risiko yang dapat meningkatkan infeksi virus. Jadi, pencegahan terbaik agar tidak terinfeksi virus Zika terkait bepergian dapat dengan beberapa cara berikut ini.

  • Pertimbangkan untuk bepergian ke negara tertentu atas pertimbangan dokter, terutama jika Anda sedang hamil, memiliki rencana hamil, atau membawa si Kecil bersama Anda.
  • Sebelum bepergian, cek kondisi kesehatan terkini pada negara yang akan didatangi melalui siaran berita.
  • Selalu bawa obat nyamuk semprot atau losion untuk melindungi Anda dari gigitan nyamuk selama tinggal di negara tersebut.
  • Pilih hotel atau penginapan yang bersih, AC-nya bekerja dengan baik, serta pintu dan jendelanya dapat terkunci dengan baik.
  • Jika Anda melakukan bepergian dengan pasangan, jangan lupa untuk menyiapkan kondom. Terus gunakan kondom dalam waktu 2-3 minggu setelah kembali dari bepergian.

4. Cek kesehatan dan mawas diri terhadap kondisi kesehatan tubuh

Terkadang virus Zika yang menginfeksi tubuh tidak menimbulkan gejala. Namun, tidak menutup kemungkinan juga muncul beberapa gejala yang mengarah pada infeksi tersebut. Oleh karena itu, penting bagi Anda dan anggota keluarga di rumah untuk memahami gejala-gejala infeksi virus Zika pada tubuh seperti di bawah ini.

  • Demam ringan
  • Ruam
  • Nyeri sendi atau nyeri otot di sekitar kaki dan tangan
  • Mata merah
  • Sakit kepala
  • Tubuh lemah

Jika Anda mengalami gejala tersebut, sebaiknya periksa kesehatan ke dokter. Sebelum Anda mengetahui penyebabnya, jangan dulu melakukan hubungan intim apalagi tanpa kondom. Konsultasikan lebih lanjut pada dokter mengenai pengobatan penyakit Zika sekaligus cara mencegah penularannya jika Anda memang terinfeksi.

Pada beberapa kasus, virus Zika juga bisa menular melalui transfusi darah. Jadi, cara pencegahan penularan virus Zika terkait hal ini adalah tidak melakukan donor darah dalam beberapa waktu setelah Anda melakukan perjalanan ke daerah pandemi. Pasalnya, virus bisa saja berada di dalam aliran darah tapi Anda tidak menyadari akan gejalanya dan memutuskan untuk melakukan donor darah.

Fokus


Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Prevent mosquito bites. CDC. (2019, December 04). Retrieved September 20, 2021, from https://www.cdc.gov/zika/prevention/prevent-mosquito-bites.html

Zika virus. (2021, February 06). Retrieved September 20, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/zika-virus/symptoms-causes/syc-20353639

Sexual transmission and prevention. (2019, May 21). Retrieved September 20, 2021, from https://www.cdc.gov/zika/prevention/sexual-transmission-prevention.html

Plan for travel. (2019, May 21). Retrieved September 20, 2021, from https://www.cdc.gov/zika/prevention/plan-for-travel.html

Men and zika. (2019, May 21). Retrieved September 20, 2021, from https://www.cdc.gov/zika/men/index.html

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri