Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Mengenal Scrub Typhus, Jenis Tifus yang Disebabkan Larva Kutu

Mengenal Scrub Typhus, Jenis Tifus yang Disebabkan Larva Kutu

Pernahkah Anda mendengar istilah penyakit tifus semak? Penyakit ini ternyata juga dikenal dengan nama scrub typhus. Mirip dengan tifus biasa, penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri yang menular lewat gigitan tungau. Yuk, simak lebih lengkapnya mengenai scrub typhus di bawah ini.

Definisi scrub typhus

Scrub typhus adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri bernama Orientia tsutsugamushi. Penyakit ini sering kali disebut juga dengan penyakit tifus tropis dan tifus semak.

Scrub typhus dapat ditularkan melalui gigitan kutu, tungau, serta beberapa jenis hewan invertebrata lainnya. Penyakit ini banyak ditemukan di negara-negara Asia, seperti Indonesia, Tiongkok, Jepang, dan India. Selain itu, tifus jenis ini juga ditemukan di Australia Utara.

Kasus kejadian penyakit ini biasanya paling sering terjadi di kawasan pedesaan. Risiko Anda untuk terkena penyakit ini akan meningkat ketika bepergian ke pedesaan di negara-negara tersebut.

Meski memiliki nama serupa, penting untuk diketahui bahwa scrub typhus berbeda dengan tifus biasa. Pasalnya, tifus biasa adalah penyakit yang berasal dari infeksi bakteri Salmonella typhi.

Tanda dan gejala scrub typhus

Menurut laman CDC, gejala scrub typhus biasanya akan muncul 10 hari setelah Anda pertama kali digigit serangga. Di bawah ini adalah beberapa tanda dan gejala yang paling umum timbul ketika seseorang terkena penyakit ini.

  • Demam menggigil
  • Sakit kepala parah
  • Nyeri otot
  • Seluruh badan terasa sakit
  • Luka berwarna gelap dan mengeras (keropeng) di area bekas gigitan serangga
  • Perubahan kondisi mental (mulai dari kebingungan hingga koma)
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Ruam kulit.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

gejala scrub typhus

Jika Anda baru saja pulang dari area endemik penyakit ini dan Anda mengalami gejala-gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter.

Pasalnya, tifus semak yang bergejala berat berpotensi menimbulkan komplikasi serius, seperti gagal organ dan perdarahan. Dengan memeriksakan diri ke dokter, Anda akan mengetahui keparahan penyakit serta mendapatkan pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Penyebab scrub typhus

Bakteri O. tsutsugamushi adalah patogen yang menjadi penyebab di balik penyakit tifus tropis. Penularan bakteri ini terjadi melalui larva tungau yang menggigit dan mengisap darah dari hewan pengerat, seperti tikus atau tikus sawah.

Hewan-hewan pengerat ini paling sering ditemukan di area pedesaan, hutan, atau sawah. Apabila larva tungau yang menggigit hewan pengerat tadi juga membawa bakteri, bakteri tersebut akan ditularkan ketika mereka hinggap di tubuh manusia.

Ketika larva pindah ke tubuh manusia, ia akan menggigit sekaligus menularkan bakteri O. tsutsugamushi tadi ke dalam tubuh. Tak hanya melalui gigitan, scrub typhus juga bisa menular lewat kotoran tungau yang sudah terinfeksi bakteri sebelumnya.

Faktor risiko scrub typhus

Semua orang bisa saja terkena penyakit ini. Akan tetapi, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang untuk terkena suatu penyakit tifus tropis ini.

Berikut adalah beberapa faktor yang dapat memperbesar peluang Anda untuk tertular tipes ini:

  • Baru saja bepergian ke wilayah endemik penyakit, seperti Asia Tenggara, Jepang, India, dan Australia Utara.
  • Berkegiatan di luar ruangan, seperti hutan, kebun, atau sawah.
  • Tidak mengenakan pakaian berlengan panjang saat beraktivitas di luar ruangan.

Penting untuk diingat bahwa memiliki salah satu atau seluruh faktor risiko di atas bukan berarti Anda pasti akan terkena penyakit ini. Faktor risiko hanyalah sederet kondisi yang dapat mendukung atau meningkatkan risiko seseorang untuk terserang suatu penyakit.

Risiko komplikasi scrub typhus?

Sebagian besar kasus tifus semak biasanya mudah diobati dan tidak menimbulkan gangguan medis yang serius.

Namun, dalam kasus yang jarang terjadi, tidak menutup kemungkinan penyakit ini bisa memicu terjadinya beberapa komplikasi seperti di bawah ini.

  • Pneumonia
  • Gagal ginjal akut
  • Hipotensi (tekanan darah rendah)
  • Meningoensefalitis.

Untuk mencegah terjadinya komplikasi, pastikan Anda segera memeriksakan diri ke dokter agar Anda bisa sesegera mungkin diobati. Pengobatan yang dilakukan lebih cepat akan mempercepat penyembuhan serta menurunkan risiko munculnya komplikasi.

Diagnosis scrub typhus

Proses mendiagnosis penyakit ini terbilang cukup sulit. Pasalnya, gejala typhus ini terkadang mirip dengan gejala-gejala penyakit lain, mulai dari tifus biasa, malaria, DBD, hingga penyakit yang lebih serius seperti antraks.

Sebelum pemeriksaan dimulai, beri tahu dokter jika Anda pernah bepergian ke luar negeri atau pedesaan akhir-akhir ini. Setelah itu, dokter akan meminta Anda untuk menjalani beberapa tes kesehatan tambahan, seperti:

  • tes PCR (polymerase chain reaction),
  • serologi,
  • tes diagnostik rapid berbasis antibodi, dan
  • kultur sel.

Pengobatan dan pencegahan scrub typhus

Karena penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter biasanya akan meresepkan salah satu atau beberapa jenis antibiotik untuk membantu membasmi bakteri tipes dari tubuh.

Jenis antibiotik yang paling sering digunakan untuk mengobati scrub typhus adalah doxycycline, antibiotik yang masuk ke dalam golongan tetracycline.

Pemberian antibiotik selama 7 hari biasanya sudah cukup untuk mengatasi penyakit ini, kecuali jika pasien melaporkan penyakit semakin bertambah parah atau tidak kunjung membaik.

Bagaimana mencegah infeksi penyakit ini?

Hingga saat ini, belum ditemukan cara yang paling efektif untuk mencegah scrub typhus. Para ahli juga belum menemukan vaksinasi yang ampuh mencegah penularan penyakit ini.

Anda hanya bisa melakukan langkah-langkah pencegahan sederhana untuk mengurangi risiko terkena tifus semak, terutama jika Anda sedang bepergian ke wilayah endemik penyakit.

  • Kurangi atau hindari sama sekali aktivitas di luar rumah, terutama di tempat tungau suka bersarang, seperti tempat dengan banyak pohon, tumbuhan, dan semak-semak.
  • Jika Anda memang harus berkegiatan di alam, pastikan Anda memakai pakaian berlengan panjang, celana panjang, kaus kaki, dan sepatu tertutup. Hal ini penting untuk memastikan seluruh bagian kulit terlindungi.
  • Selain mengenakan pakaian tertutup, aplikasikan obat atau losion penangkal serangga dengan kandungan diethyltoluamide (DEET).
Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Chakraborty, S., & Sarma, N. (2017). Scrub Typhus: An Emerging Threat. Indian journal of dermatology, 62(5), 478–485. https://doi.org/10.4103/ijd.IJD_388_17

Scrub Typhus – CDC. (2020). Retrieved September 14, 2021, from https://www.cdc.gov/typhus/scrub/index.html 

Petri, WA. (2020). Scrub Typhus – MSD Manual. Retrieved September 14, 2021, from https://www.msdmanuals.com/professional/infectious-diseases/rickettsiae-and-related-organisms/scrub-typhus 

Wootton, C. (2017). Scrub typhus – DermNet NZ. Retrieved September 14, 2021, from https://dermnetnz.org/topics/scrub-typhus 

Scrub Typhus Fever (Mite-Borne) – Virginia Department of Health. (2013). Retrieved September 14, 2021, from https://www.vdh.virginia.gov/epidemiology/epidemiology-fact-sheets/scrub-typhus-fever-mite-borne/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui 4 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri