home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Obat-obatan yang Direkomendasikan Dokter untuk Menyembuhkan Tipes

Obat-obatan yang Direkomendasikan Dokter untuk Menyembuhkan Tipes

Pengobatan tipes (tifus) atau demam tifoid dapat dilakukan di rumah atau pun di rumah sakit. Biasanya, dokter akan memberikan antibiotik untuk mengatasi gejala tipes yang mengganggu Anda. Obat tersebut berguna untuk melawan bakteri penyebab tifus, Salmonella typhi. Lantas, apa saja jenis-jenis antibiotik untuk atasi tipes? Berikut penjelasannya.

Apa saja obat yang akan diberikan dokter untuk atasi penyakit tipes?

Penyakit tipes atau yang dikenal juga dengan nama demam tifoid disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella Typhi. Bakteri ini umumnya menyebar melalui makanan atau air yang terkontaminasi bakteri.

Orang yang terjangkit tipes dapat dengan mudah menularkan penyakitnya ke orang lain jika tidak mendapatkan pengobatan. Terlebih jika Anda juga tidak menjaga kebersihan diri dan lingkungan selama sakit.

Salah satu kebiasaan buruk yang dapat menyebabkan Anda terkena tipes adalah tidak cuci tangan setelah dari toilet atau menyiapkan makanan untuk orang lain tanpa mencuci tangan dulu setelah buang air besar. Orang lain dapat terkena tipes dari kontak langsung dengan Anda lewat cara-cara ini.

Oleh karena itu, penting untuk segera ke dokter dan mendapatkan obat yang tepat jika terkena tipes. Umumnya, dokter akan memberikan obat antibiotik untuk melawan bakteri penyebab tipes, yang bisa diberikan selama opname atau sebagai obat yang diminum di rumah.

Berikut ini adalah pilihan antibiotik untuk mengobati penyakit tifus:

1.Chloramphenicol (Chloromycetin)

Chloramphenicol adalah obat antibiotik yang bekerja menghambat sintesis protein dari bakteri penyebab gejala tipes. Ketika sintesis protein ini terganggu, bakteri tidak dapat berkembang biak dan menyebarkan infeksinya lebih lanjut.

Chloramphenicol bisa dikonsumsi secara oral (minum dengan air) atau diberikan lewat intravena (infus). Dosis obat ini akan diberikan dokter sesuai dengan berat badan dan usia Anda.

Meski begitu, pemberian obat chloramphenicol untuk mengobati sakit tipes sudah semakin jarang digunakan karena efek samping dan keefektivannya.

2. Amoxicillin (Trimox, Amoxil, Biomox)

Amoxicillin adalah obat antibiotik yang membunuh dan menghentikan bakteri penyebab sakit tipes berkembang biak dalam tubuh.

Obat antibiotik ini sering dikombinasikan dengan chloramphenicol khusus untuk pasien tipes yang kondisinya kritis. Obat sakit tipes ini juga aman digunakan pada ibu hamil dan menyusui.

Obat ini hanya bisa Anda dapatkan dengan resep dokter. Bentuknya dapat berupa kapsul atau cairan yang Anda minum. Amoxicillin juga bisa diberikan melalui injeksi saat Anda dirawat di rumah sakit.

3. Ceftriaxone

Ceftriaxone merupakan antibiotik dalam kelas cephalosporin yang berfungsi untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri, termasuk demam tifoid. Obat ini bekerja dengan menghambat sintesis dinding sel bakteri sampai bakteri mati dan tidak bisa berkembang biak.

Ceftriaxone umumnya diberikan hanya untuk jangka waktu pendek, dan tidak dikombinasikan dengan obat lain. Obat ini diberikan dengan cara disuntikkan di otot atau melalui intravena (IV)

Obat untuk atasi gejala tipes ini tidak boleh diberikan pada anak tanpa nasihat dokter. Anda pun dilarang memberi lebih dari dosis yang ditentukan. Suntikan ceftriaxone dapat berbahaya jika diberikan kepada bayi baru lahir.

4. Quinolone (Ciprofloxacin atau Ofoxlacin)

Quinolone merupakan keluarga antibiotik yang berfungsi mengatasi berbagai penyakit akibat bakteri. Obat antibiotik ini bekerja menghambat sintesis DNA bakteri agar tidak bisa berkembang biak semakin liar.

Quinolone efektif mencegah infeksi bakteri penyebab tipes semakin parah. Akan tetapi, pemberian obat ini tidak dianjurkan untuk anak karena punya efek samping pada pertumbuhan tulang.

Obat yang bisa mengatasi gejala tipes ini umumnya diberikan pada orang dewasa selama satu minggu penuh dengan dosis yang akan disesuaikan dari diagnosis dan pemeriksaan dokter. Quinolone dapat diberikan sebagai oral atau pun melalui intravena (IV).

5. Azithromycin

Azithromycin merupakan salah satu anggota kelas antibiotik yang memiliki karakteristik sebagai obat demam tifoid yang efektif dan nyaman. Dikutip dari Mayo Clinic, azithromycin dapat digunakan sebagai pengganti ciprofloxacin untuk orang yang resisten (kebal) terhadap ciprofloxacin.

Obat ini tersedia atas resep dokter dalam bentuk kapsul, tablet, atau cairan yang Anda minum. Azithromycin juga dapat diberikan melalui suntikan ketika Anda dirawat di rumah sakit. Obat ini aman dikonsumsi oleh orang dewasa dan anak-anak.

6. Cefixime

Cefixime adalah obat antibiotik lini kedua yang digunakan untuk mengatasi sakit tipes. Obat ini dikenal sebagai golongan antibiotik sefalosporin yang berfungsi menghentikan pertumbuhan bakteri. Cefixime aman diberikan untuk anak dan bisa dikonsumsi secara oral.

Penelitian yang dipublikasikan International Journal of Pharmaceutical & Biological Archives menyebutkan bahwa cefixime merupakan pengobatan yang efektif dan aman untuk sakit tipes. Ini dibuktikan dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa ada 98 dari 106 pasien yang sembuh dari tipes berkat cefixime.

7. Cotrimoxazole

Cotrimoxazole adalah obat golongan sulfonamide yang terdiri dari kombinasitrimethoprim dan sulfamethoxazole. Obat ini bekerja menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab tipes. Cotrimoxazole tersedia dalam bentuk tablet dan suspensi (cair) untuk dikonsumsi langsung dengan air.

Perlu dipahami bahwa jenis obat antibiotik yang diberikan dokter untuk setiap kasus tipes mungkin berbeda, tergantung di mana kasus tipes itu terjadi. Pasalnya, di wilayah atau negara tertentu, bakteri penyebab tipes mungkin sudah resisten (kebal) terhadap beberapa jenis antibiotik.

Obat lain yang diberikan dokter selama Anda sedang tipes

Selain memberikan antibiotik, dokter mungkin juga dapat memberikan jenis obat lain untuk mempercepat penyembuhan sakit tipes. Obat-obatan tersebut adalah:

1. Obat penurun demam

Gejala sakit tipes yang paling khas adalah demam tinggi. Untuk mengatasi ini, dokter dapat menyarankan Anda minum obat pereda demam seperti paracetamol.

Obatparacetamol efektif menurunkan demam pada anak-anak dan dewasa yang sakit tipes.

Minum obat ini sesuai anjuran dan saran dokter. Hubungi dokter segera jika gejala demam masih hilang dan timbul dalam 4-5 hari setelah berobat.

2. Cairan infus

Ketika Anda sakit tipes dan butuh diopname secara intensif di rumah sakit, dokter akan rutin memberikan cairan lewat infus untuk mencegah dehidrasi akibat demam.

Selain cairan, infus juga mungkin digunakan untuk mengalirkan obat antibiotik cair langsung ke pembuluh darah agar bekerja cepat melawan infeksi.

Dokter juga akan memantau cairan yang Anda dapatkan lewat minuman atau makanan saat di rumah sakit.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

6.3. Demam tifoid | ICHRC. (2020). Retrieved 24 November 2020, from http://www.ichrc.org/63-demam-tifoid

Typhoid fever – Treatment . (2018). Retrieved 24 November 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/typhoid-fever/treatment/

Typhoid fever – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. (2020). Retrieved 24 November 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/typhoid-fever/diagnosis-treatment/drc-20378665

Typhoid. (2018). Retrieved 24 November 2020, from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/typhoid

Drugs, H. (2020). Co-trimoxazole: MedlinePlus Drug Information. Retrieved 24 November 2020, from https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a684026.html

Frenck, Jr., R., Mansour, A., Nakhla, I., Sultan, Y., Putnam, S., & Wierzba, T. et al. (2004). Short‐Course Azithromycin for the Treatment of Uncomplicated Typhoid Fever in Children and Adolescents. Clinical Infectious Diseases, 38(7), 951-957. doi: 10.1086/382359

Azithromycin: antibiotic to treat bacterial infections. (2018). Retrieved 24 November 2020, from https://www.nhs.uk/medicines/azithromycin/

(PDF) Efficacy of Cefixime in the Treatment of Typhoid Fever. (2020). Retrieved 24 November 2020, from https://www.researchgate.net/publication/261841749_Efficacy_of_Cefixime_in_the_Treatment_of_Typhoid_Fever

Amoxicillin: antibiotic to treat bacterial infections. (2018). Retrieved 24 November 2020, from https://www.nhs.uk/medicines/amoxicillin/

ceftriaxone (injection) | Michigan Medicine. (2020). Retrieved 24 November 2020, from https://www.uofmhealth.org/health-library/d00052a1

Yan, A., & Bryant, E. (2020). Quinolones. Statpearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK557777/

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Fajarina Nurin
Tanggal diperbarui 06/09/2019
x