backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Apakah Sakit Tipes Bisa Menular?

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Fajarina Nurin · Tanggal diperbarui 2 hari lalu

Apakah Sakit Tipes Bisa Menular?

Tipes atau demam tifoid dapat menyerang siapa saja, terutama orang-orang yang tinggal di lingkungan padat dengan sanitasi air buruk. Namun, dengan cara apa tipes paling mudah menular? Simak penjelasannya berikut ini.

Dengan mengetahui berbagai cara penularan tipes, Anda akan lebih mudah untuk mencegahnya.

Apakah tipes bisa menular?

Jawaban sederhananya, ya, tipes adalah penyakit yang bisa menular. Seseorang yang sakit tipes akan membawa bakteri penyebab tipes, Salmonella typhi, dalam tubuhnya.

Oleh karena itu, orang dengan demam tifoid berisiko menularkan penyakitnya pada orang lain, terutama jika tidak kunjung mendapat pengobatan tipes.

Namun, cara tipes menular belum tentu sama. Pasalnya, bakteri Salmonella typhi bisa masuk ke tubuh Anda dengan berbagai cara.

Setelah masuk ke dalam tubuh, bakteri akan dengan cepat berkembang di sistem pencernaan, khususnya usus halus.

Jika tidak segera diatasi, dinding usus bisa rusak sehingga bakteri penyebab tipes masuk ke aliran darah.

Dalam kondisi tersebut, Anda berisiko mengalami komplikasi tipes, seperti infeksi pembuluh darah besar, radang otot jantung, infeksi ginjal, dan kondisi lain yang mengancam jiwa.

Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala tipes, seperti demam, pusing, mual, dan sakit perut, sedini mungkin. Selain itu, Anda juga perlu melakukan pencegahan supaya tidak tertular.

Tipes bisa terjadi kapan saja, tetapi paling banyak terjadi pada musim kemarau. Paslanya, cuaca yang panas adalah kondisi ideal bagi bakteri Salmonella typhi untuk berkembang biak.

Berbagai cara tipes menular ke manusia

gejala tipes pada anak demam tifoid

Berikut ini adalah berbagai cara bakteri Salmonella typhi masuk ke dalam tubuh sehingga menyebabkan sakit tipes.

1. Makanan dan minuman

Berhati-hatilah saat Anda merasa mual dan sakit perut selama beberapa hari setelah jajan sembarangan.

Pasalnya, tipes bisa menular dari kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman seperti berikut.

  • Minum air yang kotor, mentah, atau tidak diolah dengan tepat.
  • Memakai air yang terkontaminasi bakteri Salmonella typhi untuk membilas atau mencuci bahan makanan dan peralatan masak.
  • Mengonsumsi makanan mentah atau kurang matang, seperti daging steak rare/medium rare, sushi dan sashimi, telur setengah matang, atau salad sayur yang tidak jelas pengolahannya.

Perlu Anda tahu bahwa lalat juga bisa menularkan tipes. Ini karena lalat bisa saja hinggap di kotoran atau genangan urine sebelum menempel ke makanan.

Namun, Salmonella typhi tidak bisa bertahan lama dalam tubuh hewan sehingga lalat bukanlah penyebab utama.

2. Menyentuh barang terkontaminasi

Rajin cuci tangan sampai bersih merupakan satu hal yang harus dilakukan oleh seseorang dengan penyakit tipes, khususnya setelah buang air besar dan buang air kecil.

Pasalnya, tangan tersebut bisa menyimpan bakteri sehingga menyebar ke setiap permukaan benda yang disentuhnya.

Dengan begitu, setiap orang yang menyentuh benda tersebut dan menggunakkan tangannya untuk menyentuh mulut memiliki risiko besar tertular tipes.

3. Kontak dengan orang yang pernah terinfeksi

Mayo Clinic menyebutkan bahwa meskipun sudah dinyatakan sembuh, beberapa orang dengan riwayat tipes tetap bisa menjadi karier, yaitu orang yang membawa bakteri Salmonella typhi dalam tubuhnya.

Karena membawa bakteri penyebab demam tifoid, seorang karier masih bisa menularkan tipes ke orang lain.

Penularan penyakit tipes dari seorang karier bisa terjadi dengan berbagai cara, misalnya melakukan seks oral.

Namun, penting untuk diingat bahwa tidak semua orang pasti tertular dari seorang karier. Pasalnya, ada berbagai faktor yang membuat seseorang lebih berisiko tertular tipes, salah satunya adalah sistem imun yang lemah.

4. Seks oral dan anal

Feses dan urine merupakan media penularan tipes yang paling tinggi. Dengan begitu, besar kemungkinan bahwa bakteri Salmonella typhi menempel di tempat keluarnya feses dan urine.

Karena itulah, Anda sebaiknya menghindari seks oral dan anal, terutama dengan seseorang yang memiliki riwayat tipes.

Bakteri Salmonella typhi yang terdapat di lubang anus seorang karier dapat berpindah ke mulut partner seksnya ketika lubang anusnya dirangsang dengan lidah (rimming).

Meski sudah dibersihkan setelah buang air besar maupun urine, Anda tidak bisa benar-benar tahu apakah tidak ada bakteri yang tersisa.

Bagaimana cara mencegah penularan tipes?

Tipes memang termasuk penyakit yang bisa menular, tetapi penyakit ini juga bisa dicegah. Supaya Anda tidak mudah terkena atau tertular tipes, lakukan berbagai tindakan pencegahan berikut.

  • Beri anak-anak vaksin tifoid saat usia dua tahun. Vaksin biasanya perlu diberikan ulang setelah tiga tahun. Jika Anda termasuk orang dewasa yang rentan terhadap tipes, bicarakan masalah vaksin dengan dokter.
  • Biasakan cuci tangan dan kaki setelah bepergian, terutama jika Anda baru datang dari tempat dengan sanitasi buruk.
  • Jangan jajan sembarangan, terutama jika Anda tidak yakin dengan pengolahannya.
  • Hindari kontak erat, seperti berciuman atau menggunakan peralatan makan dan mandi yang sama dengan orang sakit.
  • Jaga kebersihan di sekitar, terutama area sanitasi.
  • Jika Anda terkena tipes, jangan menyiapkan makanan untuk orang lain.
  • Jaga kekebalan tubuh Anda dengan menerapkan pola hidup sehat, minum vitamin, dan rajin olahraga.

Seseorang yang baru pulih dari tipes mungkin mendapatkan instruksi lain dari dokter untuk mencegah infeksi berulang, seperti minum antibiotik. Selalu ikuti petunjuk dari dokter untuk hasil terbaik.

Kesimpulan

  • Tipes adalah penyakit yang bisa menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, feses dan urine seseorang yang mengidapnya, hingga seks oral dan anal.
  • Seseorang yang sudah dinyatakan sembuh tipes tetap berisiko menularkan penyakitnya.
  • Demam tifoid bisa dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat, terutama menjaga sanitasi, vaksin tifoid, dan menerapkan kebiasaan cuci tangan.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Fajarina Nurin · Tanggal diperbarui 2 hari lalu

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan