Apakah Sakit Tipes Bisa Menular? Bagaimana Cara Penularannya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 November 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Tipes (tifus) atau demam tifoid adalah penyakit yang dapat menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Tipes sering terjadi di lingkungan kumuh dengan sanitasi air yang buruk. Namun, lewat cara apakah tipes paling mudah menular? Simak penjelasannya berikut ini.

Apakah tipes (tifus) menular?

Jawaban sederhananya, ya, tipes menular. Seseorang yang sakit tipes akan terus membawa bakteri penyebab tipes, Salmonella typhi dalam tubuhnya. Oleh karena itu, orang yang sakit tipes akan berisiko tinggi menularkan penyakit yang sama pada orang lain, terutama jika tidak kunjung mendapat pengobatan tifus.

Meskipun begitu, cara tipes menular dari satu orang ke orang lain belum tentu sama. Lewat beragam cara, bakteri Salmonella typhi akan masuk ke tubuh Anda, lalu masuk ke saluran pencernaan dan ikut terserap ke dalam aliran darah.

Bakteri yang ada dalam darah kemudian dapat menuju hati, limpa, dan sumsum tulang untuk berkembang biak di sana dan kembali lagi memasuki aliran darah. Koloni bakteri yang semakin berlipat ganda ini kemudian akan masuk lagi ke dalam sistem pencernaan.

Penyebaran penyakit tipes dapat terjadi kapan saja, tapi paling sering di musim yang cuacanya panas. Cuaca panas adalah kondisi yang ideal untuk bakteri Salmonella typhi berkembang biak.

Ketika Anda terinfeksi Salmonella typhi, Anda mungkin akan merasakan gejala tipes. Gejala-gejala itu berupa demam, pusing, sakit perut, hingga mual.

Gejala tipes kerap disepelekan hingga penyakitnya semakin parah. Kondisi yang tidak segera diobati dapat menyebabkan komplikasi tipes yang dapat mengancam jiwa.

Berikut cara-cara penularan tipes yang perlu Anda ketahui:

1. Makanan dan minuman

gejala tipes pada anak demam tifoid

Tipes dapat menular dari kebiasaan makan dan minum yang kurang bersih berikut ini:

  • Konsumsi air minum yang kotor, mentah, dan telah terkontaminasi bakteri Salmonella typhi dapat membuat Anda terkena tipes.
  • Menggunakan air yang terkontaminasi bakteri Salmonella typhi untuk membilas atau mencuci bahan makanan dan peralatan masak serta perlengkapan makan.
  • Konsumsi makanan mentah atau kurang matang, seperti daging steak rare/medium rare, sushi dan sashimi, seafood setengah matang, telur setengah matang, atau salad sayur yang tidak jelas cara mengolahnya.

Menyantap makanan atau minuman dari sumber yang telah terkontaminasi Salmonella typhi juga dapat membuat Anda terkena tipes. Misalnya, air mentah dari sungai yang terkontaminasi, daging mentah, atau kerang-kerangan yang terkontaminasi.

2. Menyentuh barang yang terkontaminasi

wadah plastik kotak

Ketika Anda menyentuh toilet atau permukaan benda lain yang telah terkontaminasi oleh feses orang pengidap tipes, kemudian Anda tidak cuci tangan. Anda secara tidak sadar mungkin menyentuh mulut atau memasukkan sesuatu ke dalam mulut. Akibatnya, bakteri Salmonella typhi ikut masuk dan menginfeksi tubuh Anda.

3. Kontak dengan orang yang pernah terinfeksi

Penyakit tipes hanya bisa menular dari manusia ke manusia. Pusat pengendalian dan pencegahan penyakit Amerika Serikat, CDC, menyebutkan bahwa bakteri Salmonella typhi tidak bisa hidup di tubuh hewan.

Orang yang sudah dinyatakan sembuh dari tifus bisa saja masih menyimpan bakteri Salmonella typhi hingga bertahun-tahun. Orang-orang ini disebut juga karier tipes. Anda dapat tertular tipes juga melakukan kontak dengan karier tipes.

Misalnya, Anda yang sehat makan makanan atau minum minuman yang telah disentuh oleh pasien tipes. Bakteri penyebab tipes bisa menular lewat aktivitas tersebut, terlebih jika ia tidak mencuci tangan sehabis dari toilet, lalu mengolah makanan itu.

4. Hubungan seks oral dan anal

cara oral seks yang salah untuk pria

Anda bisa saja tertular tipes apabila berhubungan intim dengan penderita tipes. Laporan Departemen Kesehatan di Ohio, Amerika Serikat melaporkan 8 kasus penularan tipes pada pria gay yang terjadi lewat hubungan seks.

Dokter menemukan kesamaan faktor risiko pada delapan orang tersebut. Mereka diketahui pernah berhubungan seks dengan satu pria yang sama.

Pria tersebut diketahui menjad karier (pembawa) bakteri tipes. Bakteri Salmonella typhi ditularkan pria ini lewat jalur seks oral dan anal.

Bakteri Salmonella typhi yang terdapat di dalam lubang anus si pembawa dapat berpindah ke mulut partner seksnya ketika lubang anusnya dirangsang dengan lidah (rimming).

Bagaimana mencegah penularan tipes?

Cara yang paling mudah agar tidak tertular tipes adalah dengan menjaga kebersihan. Pasalnya, bakteri penyebab tipes kerap muncul di lingkungan yang tidak higienis. Berikut cara-cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah penularan tipes:

1. Imunisasi

ketahanan vaksin

Vaksin tifoid bisa dilakukan untuk membantu mencegah penyakit yang satu ini. Vaksin tifoid sebaiknya diberikan untuk anak di atas usia dua tahun.

Vaksin ini juga membutuhkan pengulangan setiap tiga tahun sekali. Untuk orang dewasa, Anda juga bisa mendiskusikan ke dokter tentang vaksin tifoid.

Ada dua jenis vaksin untuk tipes, yaitu:

  • Disuntikkan dengan dosis tunggal setidaknya satu minggu sebelum bepergian.
  • Diberikan dalam bentuk minum sebanyak empat kapsul. Biasanya per kapsulnya wajib diminum setiap hari.

Namun, vaksin memiliki keefektifan hanya 50 sampai 80 persen saja. Keefektifan vaksin juga akan berkurang dari waktu ke waktu. Untuk itu, Anda tetap perlu berhati-hati dan mengupayakan cara pencegahan demam tifoid lainnya.

2. Jaga kebersihan

alat kebersihan kos

Menjaga kebersihan diri dan tempat tinggal adalah hal wajib yang perlu Anda lakukan sebagai upaya pencegahan penyakit tifus. Biasakan untuk mencuci tangan dengan sabun sebelum makan. Pasalnya, tipes menular bisa dari mana saja, termasuk tangan.

Selain itu, cucilah kaki sebelum Anda masuk ke dalam rumah sehabis bepergian. Pasalnya saat hujan jalanan cenderung becek dan banyak genangan. Jangan sampai Anda membiarkan kaki yang kotor dan penuh kuman untuk masuk ke dalam rumah.

3. Jangan jajan sembarangan

jajan sembarangan bikin kebal infeksi bakteri

Tipes menyebar melalui makanan dan minuman yang telah terkontaminasi. Oleh karena itu, jangan pernah jajan sembarangan.

Makanan yang tidak higienis berpotensi dihinggapi lalat. Lalat merupakan salah satu hewan yang hobi tinggal di tempat yang kotor.

Lalat bisa saja membawa bakteri penyebab tipes dari kotoran dan urine orang yang telah terinfeksi. Jika lalat ini hinggap di makanan yang Anda beli, bukan tidak mungkin setelahnya Anda akan mengalami tipes.

Selain itu, usahakan untuk tidak menambahkan es batu balok pada minuman yang Anda beli. Es batu balok tidak terjamin kebersihannya. Ada kemungkinan es yang diproduksi dalam jumlah besar ini menggunakan air yang kurang bersih atau bahkan terkontaminasi kuman penyebab penyakit.

4. Hindari kontak dengan orang sakit

beda gejala tipes dan dbd

Bakteri sangat mudah menyebar dari satu orang ke orang lainnya. Untuk itu, hindari kontak terlalu dekat dengan orang yang sedang sakit. Berciuman dan menggunakan peralatan makan atau mandi yang sama dengan orang sakit dapat meningkatkan risiko penularan penyakit.

5. Tidak menyiapkan makanan untuk orang lain sampai benar-benar sembuh

Manfaat masak sendiri

Usahakan untuk tidak memasak atau menyiapkan makanan sampai dokter menyatakan bahwa bakteri penyebab tipes tak akan lagi menular. Jika Anda memaksakannya karena sudah merasa enakan, bisa saja Anda malah menularkan terinfeksi penyakit ini kepada orang lain.

6. Jaga daya tahan tubuh

Perilaku Hidup Sehat untuk Orang PPOK yang Harus Dilakukan

Penyakit akan sangat mudah menginfeksi orang yang memiliki kekebalan tubuh yang lemah. Jagalah daya tahan tubuh Anda tetap kuat dengan cukup tidur, banyak makan buah serta sayur terutama yang mengandung vitamin C, dan cukup kena sinar matahari.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Berlari tidak boleh sembarangan. Ada sejumlah kesalahan saat lari yang patut dihindari supaya waktu berolahraga Anda tak terbuang sia-sia.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Olahraga Kardio, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

polip hidung

Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasi Hidung Tersumbat Alias Mampet

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit