Penyakit Antraks

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Penyakit antraks

Penyakit antraks atau anthrax adalah infeksi bakteri serius yang disebabkan bakteri Bacillus anthracis. Pada keadaan normal, bakteri menghasilkan spora yang tidak aktif (dorman) dan hidup di tanah. Saat spora masuk ke dalam tubuh binatang atau manusia, spora menjadi aktif.

Spora aktif tersebut lalu mulai membelah diri, menghasilkan racun, menyebarkannya ke seluruh tubuh dan menyebabkan penyakit yang berat. Penyakit ini dapat mengenai kulit, paru-paru, dan, pada kasus yang jarang, saluran pencernaan.

Penyakit antraks sangat jarang terjadi. Seseorang dapat tertular melalui kontak dengan binatang, wol, daging, atau kulit binatang yang terinfeksi. 

Jenis-jenis antraks

Jenis-jenis antraks dibedakan berdasarkan bagaimana bakteri masuk ke dalam tubuh. Semua tipe antraks dapat menyebar ke seluruh tubuh dengan cepat dan menyebabkan kematian jika tidak segera diobati. Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Anthrax kulit

Jenis ini terjadi ketika spora masuk ke kulit melalui luka atau goresan. Kondisi ini terjadi ketika seseorang menyentuh hewan yang terinfeksi, atau produk hewan terkontaminasi, seperti wol, kulit, atau rambut. 

Antraks kulit paling sering terjadi di kepala, leher, lengan bawah, dan tangan. Penyakit ini menyerang kulit dan jaringan di sekitar tempat infeksi. 

Ini adalah bentuk paling umum dari anthrax dan dianggap paling tidak berbahaya dengan pengobatan yang tepat. Infeksi biasanya berkembang dari 1-7 hari setelah terpapar. Tanpa pengobatan, penderita kondisi ini dapat meninggal dunia. 

2. Anthrax inhalasi

Anda dapat terkena kondisi ini ketika menghirup spora bakteri Bacillus anthracis. Antraks inhalasi biasanya dimulai pada kelenjar getah bening di dada sebelum menyebar ke seluruh tubuh, sampai akhirnya menyebabkan masalah pernapasan parah dan syok. 

Jenis ini dianggap sebagai bentuk anthrax yang paling mematikan. Infeksi biasanya berkembang dalam seminggu setelah terpapar, tetapi bisa memakan waktu hingga dua bulan. Tanpa pengobatan, penyakit ini hampir selalu berakhir fatal. 

 3. Anthrax gastrointestinal

Anthrax jenis ini menular ketika seseorang mengonsumsi daging dari binatang terinfeksi yang mentah atau setengah matang. Setelah tertelan, spora antraks dapat menyerang saluran pencernaan bagian atas (tenggorokan dan kerongkongan), lambung, dan usus. 

Infeksi ini biasanya berkembang 1-7 hari setelah terpapar. Tanpa pengobatan, lebih dari separuh pasien dengan antraks gastrointestinal meninggal dunia. 

4. Anthrax injeksi

Selain tiga jenis anthrax yang telah disebutkan, ada satu jenis yang baru ditemukan di Eropa Utara, yakni anthrax pada pemakaian obat-obatan terlarang dengan suntikan. Kondisi ini mirip dengan anthrax kulit, tetapi dapat lebih cepat menyebar ke seluruh tubuh dan lebih sulit untuk diobati. 

Gejala antraks

Gejala penyakit antraks tergantung tipe infeksi dan dapat dimulai kapan saja, dari 1 hari hingga lebih dari 2 bulan untuk muncul. Dibedakan menurut jenisnya, berikut gejala penyakit anthrax:

Anthrax kulit

Berikut merupakan gejala-gejala yang muncul akibat anthrax kulit:

  • Benjolan merah kecokelatan yang gatal dan tidak nyeri dengan bagian tengah berwarna hitam.
  • Benjolan biasanya muncul di daerah wajah, leher, lengan, atau tangan. 
  • Kelenjar getah bening terdekat dapat membesar dan terasa sakit. 
  • Pasien terkadang juga mengalami gejala mirip flu, seperti demam dan sakit kepala. 

Anthrax inhalasi

Gejala awal anthrax jenis ini mirip dengan flu, tapi dapat memburuk dengan cepat. Gejala-gejalanya meliputi:

  • Demam dan menggigil
  • Berkeringat (sering basah)
  • Nyeri badan
  • Lelah berlebih
  • Sakit kepala, pusing, atau pening
  • Rasa tidak nyaman pada dada, seperti sesak dan batuk
  • Mual, muntah atau nyeri perut

Anthrax gastrointestinal

Gejala antraks gastrointestinal, yaitu:

  • Demam dan menggigil
  • Leher atau kelenjar di leher membengkak
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Nyeri menelan
  • Suara serak
  • Mual dan muntah, khususnya muntah darah
  • Diare atau BAB berdarah
  • Nyeri perut
  • Pingsan 
  • Perut membesar

Anthrax injeksi

Berikut gejala anthrax injeksi:

  • Demam dan menggigil 
  • Muncul kelompok benjolan kecil yang gatal, muncul di tempat suntikan di atas permukaan kulit 
  • Luka dengan bagian tengah berwarna hitam muncul setelah adanya benjolan 
  • Pembengkakan di sekitar luka
  • Abses jauh di bawah kulit atau otot tempat obat-obatan terlarang disuntikkan

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda tinggal atau akan mengunjungi daerah yang berisiko tinggi terkena penyakit antraks, atau jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Penyebab antraks

Penyebab penyakit antraks adalah spora bakteri Bacillus anthracis yang aktif. Spora dapat bertahan hidup di lingkungan selama bertahun-tahun lalu bertunas dan membelah diri. Spora hanya menjadi racun dan menyebar ke seluruh tubuh saat berkontak dengan binatang dan manusia.

Faktor risiko

Siapa pun yang telah terlibat kontak dengan spora anthrax bisa berisiko mengalami kondisi ini. Meski jarang terjadi, ada beberapa kondisi yang dapat membuat orang berisiko lebih besar dibandingkan dengan yang lain, yaitu:

  • Orang yang mengolah produk hewan
  • Dokter hewan yang bekerja dengan binatang yang terinfeksi
  • Peternak yang bekerja dengan binatang terinfeksi
  • Pelancong yang mengunjungi daerah berisiko tinggi
  • Pekerja laboratorium yang bekerja dengan antraks
  • Tukang pos, anggota militer, dan relawan
  • Terpapar selama kejadian teror biologis yang melibatkan spora antraks
  • Memakan daging mentah dari binatang yang terinfeksi

Diagnosis antraks

Penyakit antraks didiagnosis berdasarkan gejala, pemeriksaan fisik, riwayat paparan berisiko tinggi, dan dengan memastikan penyakit lain bukan penyebab gejala Anda.

Untuk mendiagnosis secara akurat, dokter Anda dapat melakukan berbagai pemeriksaan di bawah ini:

  • Pemeriksaan kulit
    Sampel cairan dari luka yang mencurigakan pada kulit dapat diuji di laboratorium untuk mengetahui tanda-tanda antraks kulit.
  • Tes darah
    Dalam prosedur ini, darah Anda akan diambil dan diteliti di laboratorium. 
  • X-ray atau computed tomography (CT) dada
    Dokter mungkin akan meminta prosedur ini jika mencurigai kondisi antraks inhalasi.
  • Pengujian feses
    Untuk mendiagnosis antraks gastrointestinal, dokter mungkin memeriksa sampel feses Anda untuk menemukan bakteri antraks. 
  • Suntikan spinal
    Ini dilakukan jika dokter mencurigai antrax selain jenis kulit, karena mungkin berhubungan dengan meningitis.

Pengobatan antraks

Semua jenis penyakit anthrax dapat dicegah dan diterapi dengan antibiotik. Orang yang terpapar anthrax dapat diberikan antibiotik minum, seperti:

 Antibiotik di atas perlu dikonsumsi selama 60 hari untuk mencegah kekambuhan.

Semakin lama terapi ditunda, semakin besar risiko kesehatan yang dihadapi. Jadi, terapi biasanya dimulai sesegera mungkin saat diduga menderita anthrax.

Pencegahan antraks

Guna melindungi diri dari bahaya penyakit antraks, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan upaya pencegahan sebagai berikut:

Melakukan vaksinasi antraks

Vaksinasi merupakan cara yang efektif untuk mencegah penularan antraks. Akan tetapi, vaksin antraks hingga kini tidak tersedia untuk umum, mengingat kasusnya amat langka. 

Pemberian vaksin antraks juga diwajibkan bagi orang-orang yang rentan terinfeksi, seperti:

  • Orang yang mengelola peternakan atau memiliki hewan ternak.
  • Orang yang mengolah produk peternakan, terutama di wilayah berisiko tinggi anthrax.
  • Dokter hewan atau orang yang pekerjaannya melibatkan hewan.
  • Orang yang meneliti bakteri anthrax di laboratorium.
  • Anggota militer yang bertugas di wilayah berisiko tinggi anthrax.

Vaksinasi antraks dilakukan sebanyak 5 kali dalam kurun waktu 18 bulan. Selain itu, orang-orang yang berisiko juga perlu mendapatkan vaksin booster satu kali setahun untuk menambah perlindungan terhadap infeksi.

Mengonsumsi antibiotik

Konsumsi antibiotik adalah upaya pencegahan untuk orang-orang yang telah terpapar penyakit antraks. Misalnya, ketika Anda melakukan kontak dengan hewan ternak, lalu hewan tersebut mati karena antraks.

Anda perlu memperoleh 3 kali vaksin anthrax dalam waktu 4 minggu ditambah antibiotik selama 60 hari. Antibiotik yang dikonsumsi bisa berupa ciprofloxacin atau doxycycline. Jika Anda alergi terhadap vaksin antraks, Anda hanya akan diberikan antibiotik.

Pencegahan untuk pekerja yang rentan

Orang-orang yang bekerja di peternakan, laboratorium, dan tempat-tempat yang rentan terkontaminasi bakteri antraks dapat melakukan langkah pencegahan berikut ini:

  • Memastikan lingkungan kerja memiliki ventilasi udara yang baik.
  • Tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut saat bekerja.
  • Mencuci tangan menggunakan sabun.
  • Mengenakan pakaian berlengan panjang dan celana panjang.
  • Mengenakan sepatu khusus untuk bekerja.
  • Menggunakan pelindung mata, sarung tangan, dan masker N-95.
  • Mencuci pakaian yang digunakan saat bekerja dengan detergen.
  • Menjaga kebersihan lingkungan kerja.
  • Tidak membawa barang dari luar lingkungan kerja.

Mereka yang bekerja di lingkungan berisiko juga perlu melakukan upaya pencegahan agar orang-orang terdekatnya terlindung dari penyakit anthrax. 

Kunci pencegahan anthrax adalah menjaga kebersihan lingkungan kerja dan memantau kesehatan hewan ternak di sekitarnya. Jika Anda termasuk dalam kelompok berisiko, jangan lupa melakukan vaksinasi secara rutin untuk melindungi diri dan keluarga.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Gastritis (Radang Lambung)

Gastritis adalah istilah medis untuk radang lambung, berbeda dari maag. Cari tahu penyebab, gejala, dan cara mengatasinya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pencernaan, Gastritis & Maag 13 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit

Meningioma

Meningioma adalah tumor otak. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, diet, serta cara mengontrol dan mencegahpenyakit ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 9 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Penyakit Pes

Penyakit pes adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Y. pestis. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini dapat berakibat pada kematian.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Penyakit Infeksi, Infeksi Bakteri 6 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Botulisme

Botulisme adalah kondisi penyakit infeksi bakteri yang menyerang perut. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, serta pengobatan di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pencernaan, Keracunan Makanan 6 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

lidah terasa pahit saat sakit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
cantengan (ingrown toenail, onychocryptosis)

Cantengan (Ingrown Toenail, Onychocryptosis)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
jamur kuku tinea unguium

Jamur Kuku (Tinea Unguium)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
menghirup debu

Apa yang Akan Terjadi Ketika Anda Menghirup Debu

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit