Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Waspadai Demam Q, Infeksi Bakteri yang Berasal dari Hewan Ternak

Waspadai Demam Q, Infeksi Bakteri yang Berasal dari Hewan Ternak

Jika Anda hidup di area peternakan atau memiliki hewan ternak di sekitar rumah, waspadai salah satu jenis infeksi bernama demam demam Q. Seperti apa gejala dan cara mengobati infeksi akibat bakteri dari hewan ternak? Simak di bawah ini.

Definisi demam Q?

Demam Q atau Q fever adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Coxiella burnetii. Bakteri ini banyak ditemukan pada hewan ternak, seperti kambing, domba, dan sapi.

Bakteri C. burnetii bisa ditularkan ke manusia melalui udara, air, atau makanan yang terkontaminasi. Orang-orang yang terbiasa bekerja sebagai petani, peternak, serta dokter hewan adalah golongan yang paling rentan terkena penyakit ini.

Demam Q dapat menimbulkan berbagai gejala yang mirip dengan flu, mulai dari yang bersifat akut hingga kronis dan membutuhkan penanganan serius. Namun, sebagian orang yang terinfeksi bakteri tidak mengalami gejala apa pun.

Dalam beberapa kasus, penyakit infeksi ini dapat muncul kembali atau kambuh beberapa tahun kemudian. Jenis demam Q yang kronis seperti ini berisiko memicu kerusakan jantung, hati, otak, dan paru-paru.

Jika gejalanya ringan, demam ini dapat diobati dengan antibiotik. Namun, apabila penyakit ini terjadi secara berulang, pasien biasanya harus mengonsumsi antibiotik setidaknya selama 18 bulan.

Seberapa umumkah penyakit ini?

Demam Q pertama kali dilaporkan keberadaannya di Amerika Serikat pada tahun 1999. Dalam waktu 5 tahun, rata-rata kasus kejadiannya di negara tersebut menjadi 50.

Beberapa tahun terakhir, penyakit ini banyak ditemukan pada anggota militer Amerika Serikat yang sedang bertugas di Irak dan Afganistan. Namun, saat ini, penyakit ini sudah tersebar secara luas di berbagai belahan dunia.

Angka kejadian penyakit ini belum diketahui secara pasti. Pasalnya, beberapa negara tidak melaporkan adanya kasus kejadian penyakit ini.

Sejauh ini, para ahli menemukan bahwa demam ini lebih banyak terjadi pada pasien pria dibanding dengan wanita.

Tanda dan gejala demam Q

Gejala penyakit ini dapat berbeda-beda antara satu orang dengan orang lainnya. Ada yang mengalami gejala bersifat ringan, berat, atau bahkan tidak bergejala sama sekali.

Para ahli meyakini bahwa ada beberapa faktor yang memengaruhi keparahan penyakit, seperti usia, jenis kelamin, serta riwayat medis pasien.

Di bawah ini gejala demam Q menurut laman National Organization for Rare Diseases.

Demam Q akut

Pada kondisi akut, gejala biasanya mulai muncul 2-3 minggu setelah terpapar bakteri. Demam Q akut ditandai dengan gejala seperti di bawah ini.

  • Demam tinggi
  • Menggigil
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Batuk
  • Nyeri dada
  • Sakit tenggorokan
  • Ruam kulit
  • Gangguan pencernaan

Dalam beberapa kasus, demam ini juga dapat menimbulkan gejala yang terkait dengan pneumonia dan peradangan hati (hepatitis), seperti kulit dan bagian putih mata menguning (jaundice).

Demam yang bersifat akut biasanya dapat sembuh dengan sendirinya.

Demam Q kronis

Pada kasus kronis, demam dapat kembali muncul beberapa bulan atau tahun setelah kasus akut sembuh. Bahkan, demam kronis bisa muncul sewaktu-waktu meski pasien belum pernah mengalami demam akut sebelumnya.

Kebanyakan kasus demam kronis terjadi pada orang-orang dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti adanya gangguan jantung, pembuluh darah, atau sistem imun tubuh yang buruk.

Demam yang dialami pada kasus kronis bersifat lebih parah dan berlangsung lebih lama. Selain itu, pasien mungkin juga akan mengalami gejala tambahan seperti berat badan menurun, berkeringat di malam hari, nyeri sendi, dan kelelahan terus-menerus.

Penyebab demam Q?

Demam Q disebabkan oleh bakteri Coxiella burnetii yang tak sengaja terhirup atau tertelan. Manusia biasanya terpapar bakteri ini ketika minum susu, menyentuh urin, atau kontak dengan feses dari hewan yang terinfeksi bakteri.

Selain itu, bakteri ini juga banyak mengontaminasi udara di sekitar hewan yang terinfeksi, misalnya di peternakan.

Bakteri C. burnetii banyak menginfeksi hewan ternak seperti sapi, kambing, dan domba. Namun, dalam beberapa kasus, bakteri ini juga ditemukan pada hewan peliharaan seperti anjing dan kucing.

Bakteri ini dapat bertahan hidup di lingkungan dalam jangka waktu yang panjang. Pasalnya, C burnetii diketahui kebal terhadap panas dan tekanan udara. Selain itu, bakteri ini juga resisten terhadap banyak jenis disinfektan.

Faktor risiko terinfeksi demam Q

Semua orang bisa saja terserang demam Q. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda untuk terkena penyakit ini.

Berikut adalah faktor-faktor risiko dari penyakit ini:

  • Pekerjaan. Beberapa jenis pekerjaan, terutama yang mengharuskan Anda melakukan kontak erat dengan hewan, bisa meningkatkan risiko terkena penyakit ini. Pekerjaan tersebut meliputi dokter hewan, pemotong daging, serta peternak.
  • Lokasi. Berada di lokasi yang dekat dengan peternakan atau fasilitas khusus ternak dapat meningkatkan risiko terpapar bakteri C. burnetii yang mengontaminasi udara.
  • Jenis kelamin. Pria memiliki peluang lebih besar untuk terkena demam Q akut.
  • Mengidap penyakit tertentu. Orang-orang dengan penyakit katup jantung, pembuluh darah, gagal ginjal, atau sistem imun tubuh buruk lebih berisiko terserang demam ini.

Risiko komplikasi demam Q

Demam Q yang terjadi secara berulang dapat memengaruhi jantung, hati, paru-paru, dan otak Anda. Akibatnya, Anda lebih berisiko mengalami komplikasi seperti:

  • endokarditis,
  • masalah paru (pneumonia atau gagal napas akut),
  • masalah kehamilan (keguguran, kelahiran prematur, atau bayi meninggal di dalam kandungan),
  • kerusakan hati, dan
  • meningitis.

Cara diagnosis penyakit

Untuk mendiagnosis penyakit ini dokter akan meminta Anda menjalani tes darah untuk mendeteksi adanya antibodi terhadap bakteri C. burnetii serta mencari tahu adanya kerusakan hati.

Selain itu, beberapa tes pengambilan gambar juga diperlukan untuk memeriksa kondisi paru-paru dan jantung Anda, seperti rontgen dada dan ekokardiografi.

Demam ini juga dapat diperiksa dengan tes polymerase chain reaction atau PCR. Tes PCR membantu dokter mendeteksi keberadaan infeksi bakteri C. burnetii dalam tubuh.

Pengobatan demam Q

Penyakit ini biasanya ditangani dengan obat antibiotik doxycycline. Durasi konsumsi obat akan bergantung pada jenis dan keparahan demam yang Anda alami.

Pada pasien dengan demam akut, antibiotik hanya perlu diminum selama 2-3 minggu. Sementara itu, pasien dengan demam kronis harus mengonsumsi obat selama 18 bulan.

Setelah selesai menjalani pengobatan, Anda harus menjalani tes lanjutan (follow-up) dalam beberapa tahun sekali untuk mengantisipasi jika infeksi kembali muncul.

Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Q Fever – Centers for Disease Control and Prevention. (2019). Retrieved October 6, 2021, from https://www.cdc.gov/qfever/index.html 

Q fever – National Organization for Rare Diseases. (2012). Retrieved October 6, 2021, from https://rarediseases.org/rare-diseases/q-fever/ 

Q fever – Mayo Clinic. (2020). Retrieved October 6, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/q-fever/symptoms-causes/syc-20352995

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. Diperbarui 29/10/2021