Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Efektivitas Vaksin Flu dalam Melawan COVID-19, Apakah Bisa Digunakan?

Efektivitas Vaksin Flu dalam Melawan COVID-19, Apakah Bisa Digunakan?

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Gejala yang ditimbulkan wabah COVID-19 mirip dengan gejala flu biasa. Hal tersebut membuat kebanyakan orang menganggap bahwa vaksin flu dapat membantu melawan COVID-19. Hal ini dikarenakan baik influenza dan COVID-19 sama-sama menyerang saluran pernapasan penderitanya.

Akan tetapi, apakah vaksin flu efektif membantu melawan virus SARS-CoV-2?

Benarkah vaksin flu dapat membantu mengurangi risiko COVID-19?

Dokter memberikan vaksin hepatitis B

Wabah COVID-19 kini telah menyebabkan lebih dari 114.000 kasus secara global dan menelan lebih dari 4.000 korban jiwa.

Sampai saat ini para ahli masih berupaya mengembangkan vaksin untuk mencegah COVID-19 dan mencari alternatif pengobatan yang efektif untuk mengobati para pasien. Selain itu, pemerintah di seluruh dunia juga mengimbau warganya untuk melakukan upaya pencegahan dengan menjaga kesehatan dan kebersihan.

Sementara itu, banyak orang yang mempertanyakan apakah vaksin flu dapat digunakan untuk mencegah COVID-19 mengingat sama-sama menyerang sistem pernapasan.

Jawabannya adalah tidak. Vaksin flu dibuat khusus untuk mencegah infeksi virus influenza yang tentunya berbeda dengan virus corona atau SARS-CoV-2. Namun, menyuntikkan vaksin flu setidaknya dapat membantu menjaga daya tahan tubuh menjadi lebih baik menghadapi wabah COVID-19.

tes antibodi COVID-19

Jika orang mendapatkan vaksin flu, risikonya munculnya gejala flu seperti demam dan batuk akan lebih sedikit dan mereka mungkin lebih jarang ke klinik kesehatan.

Dengan begitu, jumlah pasien flu akan lebih sedikit dan memudahkan dokter menemukan pasien COVID-19. Lalu, apakah dengan menyuntikkan vaksin flu dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan mengurangi risiko COVID-19?

Menurut CDC, vaksin flu dapat memunculkan antibodi agar berkembang lebih cepat dua minggu setelah vaksin dilakukan. Antibodi ini dapat memberikan perlindungan terhadap infeksi virus sesuai dengan apa yang ditawarkan oleh vaksin, seperti vaksin flu untuk virus influenza.

obat antimalaria mengatasi covid-19

Jenis vaksin flu memang cukup bervariasi. Akan tetapi terdapat dua dari vaksin trivalen yang dibuat khusus untuk lansia berumur 65 tahun ke atas agar respons kekebalan tubuhnya lebih kuat.

Sebenarnya, secara teori vaksin flu mungkin dapat digunakan untuk membantu mengurangi risiko COVID-19 dengan menambah respons sistem imun di tubuh Anda. Akan tetapi, sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari WHO yang menyatakan vaksin flu dapat digunakan.

Oleh karena itu, mendapatkan vaksin flu sebenarnya tidak apa-apa, terutama untuk mencegah penyakit influenza. Akan tetapi, mendapatkan vaksin influenza tidak ada hubungannya dengan risiko terkena COVID-19.

gejala dan komplikasi coronavirus

Perbedaan COVID-19 dengan influenza

Vaksin flu memang tidak dapat mencegah penyakit COVID-19, tetapi tidak ada salahnya untuk rutin mendapatkan vaksin tersebut demi mencegah influenza.

Pertanyaan apakah vaksin influenza dapat digunakan untuk COVID-19 mungkin sering muncul di benak masyarakat karena gejala dan apa yang diserang cukup mirip. Akan tetapi, menurut WHO terdapat beberapa perbedaan yang perlu diketahui terkait COVID-19 dan influenza.

1. Penularan

coronavirus tanpa gejala

Salah satu hal yang membedakan antara COVID-19 dan influenza adalah penularan. Pasien influenza biasanya dapat terinfeksi meskipun belum terlalu sakit. Sedangkan penularan COVID-19 terjadi melalui percikan pernapasan alias droplet dari pasien yang terinfeksi kepada orang lain.

Sementara itu, hanya 1% kasus COVID-19 dari kasus yang dilaporkan di Tiongkok tidak memiliki gejala dan dua hari setelahnya tanda-tandanya baru muncul.

Di beberapa negara, pemerintah menggunakan sistem pengawasan flu dan penyakit pernapasan lainnya, seperti pneumonia, untuk mencari kasus COVID-19. Akan tetapi, bukan berarti penyebaran virus influenza mirip dengan SARS-CoV-2.

Hilang Penciuman dan Pengecapan Bisa Jadi Gejala COVID-19

2. Komplikasi

Pneumonia disebabkan bakteri penyebab batuk berdarah

Selain penularan, perbedaan utama lainnya dari COVID-19 dan influenza adalah komplikasi. Pasien yang terinfeksi COVID-19 ternyata dapat mengembangkan penyakit yang lebih parah, terutama ketika mereka menderita penyakit penyerta, seperti diabetes atau penyakit jantung.

Dibandingkan dengan influenza, SARS-CoV-2 merupakan virus baru, sehingga tubuh belum memproduksi antibodi untuk melawan virus ini.

Akibatnya, orang akan lebih rentan terhadap infeksi dan beberapa di antara mereka mungkin bisa berujung pada penyakit parah hingga kematian.

3. Ketersediaan vaksin

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, vaksin untuk flu sudah tersedia, tetapi tidak untuk COVID-19. Sampai saat ini, vaksin untuk COVID-19 masih dalam tahap pengembangan.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menjaga kesehatan dan kebersihan diri sendiri sebagai salah satu upaya mencegah COVID-19.

4. Keperluan karantina

karantina adalah

Pada saat seseorang terkena flu, tidak diperlukan karantina satu wilayah untuk mencegah penularannya. Bedakan dengan COVID-19.

Karantina satu kota hingga negara diperlukan untuk mengurangi risiko paparan COVID-19 dari negara yang terinfeksi. Selain karena belum banyak hal yang belum diketahui dari virus ini, COVID-19 juga memiliki tingkat penularan yang cukup tinggi dan dapat menimbulkan komplikasi yang parah.

Oleh karena itu, ketika merawat pasien COVID-19 dokter tidak menanganinya dengan cara yang sama dengan penyakit influenza.

Vaksin flu memang tidak dapat digunakan untuk mencegah COVID-19. Namun, tidak ada salahnya untuk tetap mendapatkan vaksin sebagai upaya menghindari penyakit influenza.

Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

CDC. (2019). Key facts about seasonal flu vaccine. Retrieved 10 March 2020, from https://www.cdc.gov/flu/prevent/keyfacts.htm#flu-vaccination

Saplakoglu, Y. (2020). A flu shot won’t prevent coronavirus, but it could help our response to the outbreak. LIve Science. Retrieved 10 March 2020, from https://www.livescience.com/getting-flu-shot-help-coronavirus-outbreak.html

WHO. (2020). WHO Director-General’s opening remarks at the media briefing on COVID-19 – 3 March 2020. Retrieved 10 March 2020, from https://www.who.int/dg/speeches/detail/who-director-general-s-opening-remarks-at-the-media-briefing-on-covid-19—3-march-2020

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 30/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x