Proses Vaksinasi COVID-19 di Indonesia, Kelompok Prioritas Sampai Masyarakat Umum

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Indonesia telah berjalan. Tahap 1 vaksinasi ini lebih dulu memprioritaskan tenaga kesehatan, termasuk tenaga penunjangnya, serta mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan.

Pemerintah mengelompokkan penerima vaksin dalam 4 kelompok prioritas, yakni tenaga kesehatan, tenaga kerja pelayanan publik, masyarakat rentan, dan masyarakat pelaku perekonomian lainnya. Keempat kelompok ini akan divaksinasi dalam 4 tahapan yang diurutkan sesuai dengan prioritasnya. 

Bagaimana vaksinasi COVID-19 tenaga kesehatan dan masyarakat umum di Indonesia

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19

Pemerintah saat ini masih fokus melakukan imunisasi pada tenaga kesehatan. Targetnya semua tenaga kesehatan (nakes) di Indonesia akan selesai divaksinasi pada April 2021.

Menurut data per Minggu (7/2/2021), tercatat 784.318 orang tenaga kesehatan yang telah mendapatkan imunisasi COVID-19. Artinya vaksinasi COVID-19 telah menjangkau 48,20% target nakes yang berjumlah total 1.629.223 orang. Sisanya belum mendapatkan jadwal atau bahkan belum terdaftar.

Kementerian Kesehatan sudah mengirimkan SMS pada setiap calon penerima vaksin tahap pertama. Nakes yang menerima SMS ini selanjutnya perlu mengakses informasi penerima vaksin melalui website resmi pedulilindungi.id lalu memasukkan NIK (Nomor Induk Kependudukan) untuk mengecek status vaksinasi. 

Setelah itu, peserta bisa membuat janji waktu dan memilih tempat pelaksanaan vaksinasi COVID-19. Pengingat jadwal layanan akan dikirimkan oleh sistem via SMS atau aplikasi Peduli Lindungi kepada penerima vaksin.

Bagi mereka yang belum terdaftar bisa melakukan registrasi melalui:

– Chatbot Whatsapp. Mengirim pesan via WA dengan kata kunci ‘Vaksin’, setelah itu ikuti instruksi selanjutnya. Anda akan diminta mengirimkan 6 angka terakhir NIK untuk memverifikasi bahwa Anda adalah tenaga kesehatan. 

– Halaman resmi pedulilindungi.id. Jika belum terdaftar, calon peserta vaksinasi bisa mengirimkan data diri ke email [email protected]

– Call/UMB *119#

– Hotline Vaksinasi COVID-19 119 Ext. 9

Tahapan kelompok masyarakat yang akan divaksinasi

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19

Setelah vaksinasi COVID-19 pada tenaga kesehatan selesai, akan dilakukan pelaksanaan tahap kedua dilakukan pada kelompok tenaga pelayan publik.

Vaksinasi tahap 3 adalah kelompok masyarakat rentan dinilai dari zona penularan (geospasial), aspek sosial, dan ekonomi berjumlah 63,9 juta. Peserta vaksinasi tahap selanjutnya adalah masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan wilayah sesuai ketersediaan vaksin, dengan target 77,4 juta orang.

Empat kelompok masyarakat ini kurang lebih mencapai 70% populasi Indonesia dan diharapkan mampu mencapai herd immunity

Semua peserta vaksinasi dalam program ini tidak dipungut biaya alias gratis. Di luar kelompok tersebut ada wacana akan dibuka program vaksinasi mandiri yang akan dijalankan oleh BUMN, namun wacana ini menimbulkan pro dan kontra dan masih dalam pertimbangan. 

COVID-19 Outbreak updates
Country: Indonesia
Data

1,314,634

Confirmed

1,121,411

Recovered

35,518

Death
Distribution Map

Vaksin untuk lansia

Kelompok tenaga kesehatan yang sudah menerima vaksinasi COVID-19 saat ini adalah mereka yang masuk dalam kelompok usia 18-59 tahun. Namun mereka yang masuk dalam kelompok usia lanjut (lansia) 60 tahun ke atas juga akan menerima vaksinasi COVID-19. 

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara resmi mengeluarkan izin penggunaan vaksin COVID-19 Sinovac untuk kelompok lansia pada Minggu (7/2/2021). Izin ini dikeluarkan berdasarkan hasil uji klinis fase 3 yang dilakukan di negara-negara di luar Indonesia yang memasukkan kelompok usia lansia. 

Vaksinasi COVID-19 pertama untuk tenaga kesehatan usia 60 ke atas ini dilakukan pada Senin (8/2/2021) pukul 09.00 WIB. 

Pelaksanaan dan pemeriksaan kesehatan sebelum melakukan vaksinasi COVID-19

pelaksanaan vaksin covid-19 indonesia

Sebelum melakukan vaksinasi, kondisi tubuh peserta harus dipastikan dalam kondisi stabil atau tidak sedang sakit. 

Hal ini tertera dalam Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit nomor HK.02.02/4/4/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi COVID19. 

  1. Tidak pernah terinfeksi COVID-19.
  2. Tidak sedang dalam status kontak erat dengan suspek atau pasien COVID-19.
  3. Suhu tubuh di bawah 37,5 °C.
  4. Tekanan darah stabil, di bawah 140/90 mmHg.
  5. Tidak dalam kondisi hamil, menyusui, mengidap gejala ISPA dalam tujuh hari terakhir, memiliki riwayat alergi berat, penyakit ginjal, rematik, dan sakit saluran pencernaan kronis.
  6. Bagi pengidap Diabetes Melitus tipe 2, kadar gula darah harus dalam keadaan terkontrol yakni di bawah 58 mmol/mol atau 7,5%. 
  7. Bagi pengidap HIV, viral load tidak terdeteksi dan angka CD4 (ukuran sistem imun) harus diatas 200. 
  8. Tidak memiliki penyakit paru (Asma, PPOK, atau TB). Pasien TB bisa mendapatkan vaksinasi jika telah mengonsumsi obat anti tuberkulosis selama paling tidak dua minggu. 

Alur dan pemeriksaan yang dilakukan pada hari H pelaksanaan vaksinasi COVID-19:

  1. Mengisi pendaftaran dan verifikasi data
  2. Mengisi ceklist kondisi kesehatan dan penyakit penyerta, anamnesa, dan edukasi vaksin COVID-19.
  3. Cek suhu 
  4. Cek tekanan darah
  5. Pemberian vaksin
  6. Menunggu 30 menit antisipasi apabila ada KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi).
  7. Pemberian kartu vaksinasi
  8. Menunggu jadwal suntikan dosis vaksin kedua

Selain pengecekan suhu tubuh dan tekanan darah, semua pengecekan kondisi kesehatan serta pengecekan kestabilan komorbid yang diidap peserta, dilakukan secara mandiri ke dokter spesialis masing-masing.

Lokasi pelaksanaan vaksinasi COVID-19 

vaksin covid-19 indonesia

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 sejauh ini mayoritas dilaksanakan di rumah sakit-rumah sakit atau pusat kesehatan. Namun pemerintah sedang merencanakan untuk membuka pusat vaksinasi massal di setiap wilayah. 

Pada Kamis (4/2), Kemenkes bekerja sama dengan dinas kesehatan setempat dan Bio Farma membuka pelaksanaan vaksinasi COVID-19 massal di Istora Senayan, tentunya baru untuk tenaga kesehatan. 

Konsep ini akan menjadi model di wilayah lain agar pelaksanaan imunisasi COVID-19 bisa berjalan lebih cepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Digital Fatigue, Kelelahan Karena Penggunaan Media Digital

Meningkatnya penggunaan media digital perlu diwaspadai karena bisa menimbulkan masalah baru yang disebut sebagai digital fatigue. Apa itu?

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kesehatan Mental 16 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

WHO Investigasi Asal Muasal COVID-19, Bagaimana Perkembangannya?

Setahun sejak kemunculannya, belum diketahui benar bagaimana asal muasal virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 ini. Berikut temuan terbarunya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 16 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Reaksi Alergi Vaksin COVID-19 dan Hal-hal yang Perlu Diketahui

Sejumlah kecil penerima vaksin COVID-19 mengalami reaksi alergi, namun tidak semua berbahaya. Apa saja syarat kelayakan menerima vaksin?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 15 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

China Gunakan Tes Swab Anal untuk COVID-19, Apa Bedanya dengan Swab Nasofaring?

Swab anal untuk COVID-19 dilakukan dengan memasukan kapas berukuran 3-5 cm ke dalam anus dan memutarnya untuk mengambil sampel feses.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 5 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Vaksin covid-19

Antisipasi dan Data Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi COVID-19 di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Alergi vaksin covid-19

Setelah Vaksinasi COVID-19 Berjalan, Kapan Indonesia Mencapai Herd Immunity?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Harimau dan Kasus Hewan Peliharaan yang Tertular COVID-19

Bayi Harimau Mati Diduga COVID-19, Bisakah Hewan Peliharaan Tertular Virus Corona?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Vaksin covid-19

Vaksinasi COVID-19 Tahap 2 Dimulai, Siapa Saja Targetnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit