Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bisakah Masker Kain Buatan Sendiri Memperlambat Penyebaran Coronavirus?

Bisakah Masker Kain Buatan Sendiri Memperlambat Penyebaran Coronavirus?

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Baru-baru ini, CDC mengeluarkan pernyataan bahwa sebaiknya menggunakan masker, entah itu masker kain atau masker bedah, ketika bepergian ke luar rumah. Imbauan ini dikeluarkan mengingat jumlah kasus terinfeksi COVID-19 yang semakin meningkat dan angka korban yang meninggal pun ikut melonjak. Maka itu, banyak orang yang akhirnya membuat sendiri masker dari kain untuk mencegah penularan coronavirus.

Pertanyaannya, masker kain seperti apa yang mampu mencegah penularan penyakit yang menyerang sistem pernapasan ini?

Membuat masker kain dapat mencegah coronavirus, asalkan…

masker

Efek coronavirus (COVID-19) terhadap sebagian orang memang menimbulkan dampak yang cukup serius. Baik bagi lansia hingga orang dewasa dengan penyakit kronis tertentu.

Terlebih lagi, adanya kabar yang beredar bahwa droplet atau percikan air liur dari penderita COVID-19 dapat bertahan di udara. Hal ini akhirnya membuat semua orang semakin waspada.

Tidak sedikit dari pasien positif coronavirus yang tidak menunjukkan gejala apa pun. Namun, virus yang ada di dalam tubuhnya masih dapat menginfeksi orang lain.

Awalnya, CDC menganjurkan bahwa penggunaan masker hanya ditujukan pada orang sakit dan petugas kesehatan yang merawat pasien positif. Namun, gejala COVID-19 semakin beragam dan mirip dengan penyakit lain membuat para ahli berpendapat bahwa sudah saatnya untuk mengenakan masker saat keluar rumah.

Tantangan selanjutnya pun muncul, yaitu jumlah permintaan masker membuatnya cukup langka. Bahkan, tidak sedikit orang yang memanfaatkan situasi ini untuk menyimpan stok masker yang mereka beli dan menjualnya dengan harga selangit.

Oleh karena itu, masyarakat tidak memiliki pilihan lain, yakni membuat sendiri masker kain untuk mencegah penularan coronavirus. Akan tetapi, banyak dari Anda yang mungkin bertanya-tanya, bagaimana membuat masker yang dapat mengurangi risiko penularan.

Sebenarnya, Anda bisa memproduksi masker kain yang dibuat dari barang-barang yang ada di rumah atau bahan umum lainnya. Menurut dr. Benjamin LaBrot, profesor pendidikan kedokteran di University of Southern California kepada Healthline, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membuat masker.

Ia menjelaskan bahwa sarung bantal yang tebal atau dua lapis kain flanel dapat menyaring partikel udara hingga 60 persen. Anda bisa menguji kain yang akan dibuat menjadi masker dengan cahaya, untuk melihat seberapa baik bahan dapat disaring.

Cobalah untuk memegang kain sambil memperlihatkannya ke cahaya. Apabila anda dapat melihat cahaya melalui kain, kemungkinan bahan tersebut tidak terlalu baik untuk menyaring partikel udara. Di sini Anda bisa melihat, semakin tebal dan padat suatu kain, semakin bagus kualitas penyaringannya.

Kain lainnya untuk membuat masker mencegah coronavirus

Tidak hanya kain flanel atau katun, ada bahan kainnya yang bisa menjadi pilihan dalam membuat masker untuk mencegah coronavirus.

Sebagai contoh, filter HEPA dapat digunakan sebagai penyaring yang dipakai untuk memperlambat penyebaran virus. Selain itu, bahan Quilt yang memiliki jumlah benang yang banyak juga dapat menyaring partikel kecil hingga 80 persen.

Walaupun demikian, menggunakan masker kain yang lebih tebal dan padat tentu akan menimbulkan masalah, terutama ketika dipakai dalam waktu yang lama.

Pertama, Anda mungkin akan kesulitan bernapas. Lalu, penggunaan filter udara pada masker yang dibuat dari fiberglass atau serat kaca ternyata tidak selalu aman digunakan untuk bernapas.

Oleh karena itu, ketika Anda ingin membuat masker kain untuk mencegah penularan coronavirus, selalu perhatikan bahan yang digunakan.

Bagaimana masker kain melindungi dari coronavirus?

Menurut American Lung Association, satu dari empat orang yang terinfeksi COVID-19 mungkin akan menunjukkan gejala ringan hingga tidak ada sama sekali. Menggunakan masker kain ketika berada di dekat orang lain ternyata membantu menyaring partikel yang dapat dikeluarkan saat batuk dan bersin.

Hal tersebut bisa terjadi tanpa sengaja, termasuk saat berbicara. Membuat dan menggunakan masker kain dapat memperlambat penyebaran coronavirus. Terlebih ketika Anda tidak mengetahui bahwa tubuh sudah terinfeksi.

Maka itu, jenis masker kain tidak dimaksudkan untuk melindungi pemakainya, melainkan agar tidak terjadi penularan yang tidak diinginkan.

jenis masker

Bisakah masker kain dicuci dan digunakan kembali?

Membuat masker kain untuk mencegah coronavirus ternyata bukan hal yang sia-sia. Tidak seperti masker bedah yang hanya dapat digunakan sekali, masker kain ternyata bisa dicuci dan digunakan kembali.

Setiap kali Anda pergi ke luar, masker ini harus rutin dicuci tergantung pada frekuensi penggunaan. Bahkan, Anda bisa menggunakan mesin cuci untuk membersihkan masker ini.

Dengan begitu, Anda bisa membantu memperlambat penyebaran coronavirus melalui masker kain yang dibuat sendiri.

Membuat dan menggunakan masker kain untuk mencegah coronavirus memang menjadi pilihan alternatif yang cukup baik. Akan tetapi, jangan lupa untuk melakukan upaya mencegah COVID-19 lainnya, seperti tidak perlu keluar rumah jika tidak perlu, mencuci tangan dan menjaga jarak 2-3 meter dari orang lain.

Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Citroner, G. (2020). The best materials to make a homemade mask. Healthline. Retrieved 15 April 2020, from https://www.healthline.com/health-news/the-best-material-for-a-homemade-face-mask

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19): use of cloth face coverings to help slow the spread of COVID-19. CDC. Retrieved 15 April 2020, from https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/prevent-getting-sick/diy-cloth-face-coverings.html

Top Story: COVID-19. (2020). American Lung Association. Retrieved 15 April 2020, from https://www.lung.org/blog/update-covid-19

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 30/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x