home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Berbagi Alat Makan dengan Orang Lain? Waspada Risikonya

Berbagi Alat Makan dengan Orang Lain? Waspada Risikonya

Makan bersama orang-orang terdekat Anda adalah momen berharga di mana Anda bisa saling berbagi kisah dan tawa. Selain itu, Anda juga biasanya akan berbagi dan saling mencicipi makanan atau minuman masing-masing. Karena sudah akrab, Anda mungkin akan langsung menyesap minuman dari gelas teman Anda. Atau jika makanan yang dipesan kakak Anda terlihat menarik, Anda akan mencicip dengan sendok yang digunakan kakak Anda.

Bagi sebagian orang, berbagi alat makan dengan orang lain merupakan wujud persahabatan dan keakraban. Akan tetapi, saling pinjam peralatan makan seperti sendok, garpu, sedotan, atau botol minum ternyata berisiko menyebabkan penularan penyakit. Masalahnya, kadang orang yang mengidap penyakit menular itu sendiri belum menyadari bahwa dirinya terjangkit suatu penyakit karena gejalanya belum muncul. Untuk mencari tahu apa saja dampak yang ditimbulkan dari berbagi alat makan, baca terus penjelasannya berikut ini.

Bagaimana penyakit ditularkan melalui alat makan?

Berbagai jenis kuman, virus, dan bakteri penyebab penyakit menular hidup dalam ludah (saliva). Entah disadari atau tidak, ludah akan secara alami berpindah dari mulut ke alat-alat makan yang bersentuhan langsung dengan mulut, misalnya sendok, garpu, sumpit, dan bibir botol. Kuman, virus, dan bakteri yang terkandung di dalam ludah bisa bertahan hidup selama berjam-jam bahkan setelah terkontaminasi udara dan menyentuh alat-alat makan. Ketika Anda menggunakan alat-alat makan secara bergantian dengan orang lain, Anda berisiko terjangkit berbagai virus yang menempel pada alat makan tersebut.

Penyakit apa saja yang berisiko ditularkan lewat alat makan?

Memang tak semua penyakit menular disebarkan melalui saling pinjam alat makan. Namun, Anda harus mewaspadai beberapa jenis penyakit menular yang bisa berpindah lewat alat makan berikut ini karena risikonya bisa fatal.

1. Penyakit strep throat

Penyakit strep throat disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus yang terjadi di tenggorokan. Biasanya anak-anak berusia 5-15 tahun lebih rentan terserang penyakit ini, tapi tidak menutup kemungkinan orang dalam rentang usia berapa pun terjangkit step throat. Penyakit ini ditandai dengan sakit tenggorokan, demam, sakit perut, dan nyeri pada sendi serta otot.

2. Penyakit gondongan

Gondongan atau mumps adalah penyakit yang ditularkan lewat virus yang menyerang kelenjar parotid yang bertugas untuk memproduksi air liur. Orang yang terserang penyakit ini akan mengalami pembengkakan pada daerah pipi, rahang, dan leher yang disertai dengan demam tinggi, otot-otot terasa kaku, dan kehilangan selera makan. Biasanya gejala gondongan baru akan muncul 16 hingga 18 hari sejak infeksi terjadi. Jadi meskipun orang lain tampak sehat, Anda tak akan tahu penyakit dan virus apa yang bersarang dalam tubuh orang lain atau bahkan Anda sendiri.

3. Influenza

Influenza atau flu adalah gangguan pernapasan yang mudah tersebar lewat udara, alat-alat makan, dan barang-barang pribadi seperti handuk dan sikat gigi. Penularan yang terjadi lewat virus ini bisa terjadi kira-kira satu hari sebelum Anda menunjukkan gejala-gejala influenza. Gejalanya antara lain batuk, demam, pilek, dan sakit kepala.

4. Radang selaput otak (meningitis)

Penyakit yang satu ini disebabkan oleh infeksi bakteri yang mengakibatkan peradangan dan pembengkakan pada selaput meninges yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang. Meningitis bersifat serius dan bisa menyebabkan kematian. Penularan bakteri penyebab penyakit ini memang tidak semudah influenza, tetapi jika daya tahan tubuh Anda sedang kurang baik, Anda lebih berisiko terjangkit meningitis. Tanda-tanda yang ditunjukkan penderitanya antara lain mual, muntah-muntah, dan menjadi linglung.

5. Herpes oral (HSV)

Hati-hati jika Anda minum dari bibir botol atau sedotan yang sudah bersentuhan dengan mulut orang lain. Penyakit herpes yang juga dikenal sebagai herpes simplex virus (HSV) bisa ditularkan melalui luka atau sariawan yang terdapat di mulut, lidah, atau bibir seseorang. Jika luka ini bersentuhan dengan mulut botol atau sedotan yang Anda gunakan, Anda berisiko terjangkit penyakit ini pula. Gejala-gejala yang perlu Anda amati adalah rasa gatal atau terbakar pada area mulut, tenggorokan sakit ketika menelan, serta demam. Setelah itu kulit atau mulut yang terinfeksi akan tampak melepuh dan bernanah.

Apakah berbagi alat makan berisiko HIV?

Mungkin Anda pernah mendengar bahwa dengan berbagi alat makan, Anda bisa tertular HIV. Pada kenyataannya, hal ini tak lebih dari sekadar mitos. Virus HIV tidak bisa bertahan hidup di luar tubuh manusia selama lebih dari satu detik. Kemungkinannya pun sangatlah kecil. Maka, kalau pun ada virus yang menempel pada sendok atau garpu Anda, virus tersebut akan langsung mati sebelum Anda menyentuhnya. Selain itu, air ludah tidak mengandung banyak virus HIV. Virus ini lebih banyak ditemukan pada darah, air mani, dan cairan vagina.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

This is How Germs Spread… It’s Sickening! https://www.health.ny.gov/publications/7110/ Diakses pada 14 Oktober 2016.

Sharing Drinks with Others: Can I Really Catch a Disease? http://www.huffingtonpost.com/thomas-p-connelly-dds/sharing-drinks-healthy_b_3241147.html Diakses pada 14 Oktober 2016.

Sharink Drinks With Someone Else: Can You Really Catch a Disease? http://positivemed.com/2015/08/05/sharing-drinks-with-someone-else-can-you-really-catch-a-disease/ Diakses pada 14 Oktober 2016.

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Irene Anindyaputri Diperbarui 07/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x