Berbagi Alat Makan dengan Orang Lain? Waspada Risikonya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Makan bersama orang-orang terdekat Anda adalah momen berharga di mana Anda bisa saling berbagi kisah dan tawa. Selain itu, Anda juga biasanya akan berbagi dan saling mencicipi makanan atau minuman masing-masing. Karena sudah akrab, Anda mungkin akan langsung menyesap minuman dari gelas teman Anda. Atau jika makanan yang dipesan kakak Anda terlihat menarik, Anda akan mencicip dengan sendok yang digunakan kakak Anda.

Bagi sebagian orang, berbagi alat makan dengan orang lain merupakan wujud persahabatan dan keakraban. Akan tetapi, saling pinjam peralatan makan seperti sendok, garpu, sedotan, atau botol minum ternyata berisiko menyebabkan penularan penyakit. Masalahnya, kadang orang yang mengidap penyakit menular itu sendiri belum menyadari bahwa dirinya terjangkit suatu penyakit karena gejalanya belum muncul. Untuk mencari tahu apa saja dampak yang ditimbulkan dari berbagi alat makan, baca terus penjelasannya berikut ini.

Bagaimana penyakit ditularkan melalui alat makan?

Berbagai jenis kuman, virus, dan bakteri penyebab penyakit menular hidup dalam ludah (saliva). Entah disadari atau tidak, ludah akan secara alami berpindah dari mulut ke alat-alat makan yang bersentuhan langsung dengan mulut, misalnya sendok, garpu, sumpit, dan bibir botol. Kuman, virus, dan bakteri yang terkandung di dalam ludah bisa bertahan hidup selama berjam-jam bahkan setelah terkontaminasi udara dan menyentuh alat-alat makan. Ketika Anda menggunakan alat-alat makan secara bergantian dengan orang lain, Anda berisiko terjangkit berbagai virus yang menempel pada alat makan tersebut.

Penyakit apa saja yang berisiko ditularkan lewat alat makan?

Memang tak semua penyakit menular disebarkan melalui saling pinjam alat makan. Namun, Anda harus mewaspadai beberapa jenis penyakit menular yang bisa berpindah lewat alat makan berikut ini karena risikonya bisa fatal.

1. Penyakit strep throat

Penyakit strep throat disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus yang terjadi di tenggorokan. Biasanya anak-anak berusia 5-15 tahun lebih rentan terserang penyakit ini, tapi tidak menutup kemungkinan orang dalam rentang usia berapa pun terjangkit step throat. Penyakit ini ditandai dengan sakit tenggorokan, demam, sakit perut, dan nyeri pada sendi serta otot.

2. Penyakit gondongan

Gondongan atau mumps adalah penyakit yang ditularkan lewat virus yang menyerang kelenjar parotid yang bertugas untuk memproduksi air liur. Orang yang terserang penyakit ini akan mengalami pembengkakan pada daerah pipi, rahang, dan leher yang disertai dengan demam tinggi, otot-otot terasa kaku, dan kehilangan selera makan. Biasanya gejala gondongan baru akan muncul 16 hingga 18 hari sejak infeksi terjadi. Jadi meskipun orang lain tampak sehat, Anda tak akan tahu penyakit dan virus apa yang bersarang dalam tubuh orang lain atau bahkan Anda sendiri.

3. Influenza

Influenza atau flu adalah gangguan pernapasan yang mudah tersebar lewat udara, alat-alat makan, dan barang-barang pribadi seperti handuk dan sikat gigi. Penularan yang terjadi lewat virus ini bisa terjadi kira-kira satu hari sebelum Anda menunjukkan gejala-gejala influenza. Gejalanya antara lain batuk, demam, pilek, dan sakit kepala.  

4. Radang selaput otak (meningitis)

Penyakit yang satu ini disebabkan oleh infeksi bakteri yang mengakibatkan peradangan dan pembengkakan pada selaput meninges yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang. Meningitis bersifat serius dan bisa menyebabkan kematian. Penularan bakteri penyebab penyakit ini memang tidak semudah influenza, tetapi jika daya tahan tubuh Anda sedang kurang baik, Anda lebih berisiko terjangkit meningitis. Tanda-tanda yang ditunjukkan penderitanya antara lain mual, muntah-muntah, dan menjadi linglung.

5. Herpes oral (HSV)

Hati-hati jika Anda minum dari bibir botol atau sedotan yang sudah bersentuhan dengan mulut orang lain. Penyakit herpes yang juga dikenal sebagai herpes simplex virus (HSV) bisa ditularkan melalui luka atau sariawan yang terdapat di mulut, lidah, atau bibir seseorang. Jika luka ini bersentuhan dengan mulut botol atau sedotan yang Anda gunakan, Anda berisiko terjangkit penyakit ini pula. Gejala-gejala yang perlu Anda amati adalah rasa gatal atau terbakar pada area mulut, tenggorokan sakit ketika menelan, serta demam. Setelah itu kulit atau mulut yang terinfeksi akan tampak melepuh dan bernanah.

Apakah berbagi alat makan berisiko HIV?

Mungkin Anda pernah mendengar bahwa dengan berbagi alat makan, Anda bisa tertular HIV. Pada kenyataannya, hal ini tak lebih dari sekadar mitos. Virus HIV tidak bisa bertahan hidup di luar tubuh manusia selama lebih dari satu detik. Kemungkinannya pun sangatlah kecil. Maka, kalau pun ada virus yang menempel pada sendok atau garpu Anda, virus tersebut akan langsung mati sebelum Anda menyentuhnya. Selain itu, air ludah tidak mengandung banyak virus HIV. Virus ini lebih banyak ditemukan pada darah, air mani, dan cairan vagina.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

7 Resep Oatmeal Sehat dan Mudah untuk di Rumah

Oatmeal bukan hanya lezat, tapi juga penuh serat., mengenyangkan, dan cocok untuk Anda yang sedang berdiet. Simak 7 resep oatmeal berikut.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Resep Sehat, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
tips lari untuk penderita rematik

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
olahraga malam hari

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit