Waspada, Minuman Panas Bisa Menyebabkan Kanker Tenggorokan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Apakah Anda memiliki kebiasaan meminum teh atau kopi panas setiap pagi? Jika iya, maka Anda mungkin berisiko mengalami kanker tenggorokan.

Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa minuman yang sangat panas dapat menyebabkan tumbuhnya kanker dalam tubuh, khususnya pada bagian tenggorokan. Hal ini diperkuat dengan pernyataan dari The International Agency for Research on Cancer (IARC) yang mengungkapkan bahwa mengonsumsi minuman yang terlalu panas dapat menimbulkan zat karsinogen dan dapat merusak jaringan tenggorokan.

Suhu berapa yang dianggap berbahaya untuk diminum?

Sebuah penelitian yang dilakukan di Iran melibatkan sebanyak 300 orang yang sering mengonsumsi minuman dengan suhu yang cukup panas, dan 571 orang yang terbiasa mendinginkan minuman panasnya sebelum diminum. Dari penelitian tersebut diketahui bahwa sebanyak 22% orang mengonsumsi minuman dengan suhu lebih dari 65 derajat celcius, 38,9% meminum minumannya pada suhu 60-64 derajat celcius, serta 39%-nya mengonsumsi minuman dalam keadaan suhu yang kurang dari 60 derajat celcius.

Ditemukan bahwa kelompok yang mengonsumsi minumannya dalam keadaan sangat panas (suhu lebih dari 65 derajat celcius) memiliki peluang 8 kali lebih tinggi untuk mengalami kanker tenggorokan. Sedangkan kelompok yang mengonsumsi minuman yang bersuhu antara 60 hingga 64 derajat celcius, berisiko mengalami kanker tenggorokan 2 kali lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang menunggu minumannya hingga dingin atau suhunya turun.

The Lancet Oncology baru-baru ini juga melaporkan hal yang sama seperti penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Jurnal tersebut mengevaluasi kembali 1000 penelitian yang meneliti tentang konsumsi kopi serta minuman panas lainnya dengan berbagai kejadian kanker. Dari publikasi tersebut dapat disimpulkan bahwa mengonsumsi minuman yang bersuhu lebih dari 65 derajat celcius dapat merusak sel pada tenggorokan dan berubah menjadi zat karsinogenik.

Apa hubungannya antara suhu minuman dengan kanker tenggorokan?

Mengonsumsi minuman dalam suhu yang sangat panas dapat melukai tenggorokan dan membuatnya terbakar. Sesaat setelah mengonsumsi minuman yang bersuhu panas (lebih dari 65 derajat celcius), suhu di dalam tenggorokan akan meningkat sekitar 6 hingga 12 derajat celcius, tergantung pada jumlah yang diminum saat itu. Hal ini menyebabkan tenggorokan terbakar dan merusak jaringan tenggorokan.

Tenggorokan dilapisi oleh sel yang disebut sel squamosa yang merupakan jenis dari sel jaringan ikat. Sel ini sama dengan sel yang ada pada permukaan kulit. Ketika sel-sel tersebut terkena minuman yang sangat panas, maka sel akan terluka. Sel yang terluka akan cepat disembuhkan kembali, namun pada proses pemulihan sel tersebut, terjadi mutasi gen yang menyebabkan terbentuknya jaringan tumor baru. Oleh karena itu, jenis kanker tenggorokan yang muncul akibat kejadian ini adalah kanker sel squamosa.

Hal ini sama dengan kejadian kanker kulit yang juga sel squamosanya mengalami kerusakan akibat terbakar sinar matahari. Hanya satu atau dua kali mengonsumsi minuman yang panas mungkin tidak akan menimbulkan kanker tenggorokan. Kanker tenggorokan baru muncul setelah kebiasaan minum minuman yang sangat panas ini sudah dilakukan berulang-ulang sehingga tenggorokan terbakar berkali-kali dan melakukan regenerasi terus-menerus. Regenerasi yang menyimpang inilah yang menyebabkan kanker tenggorokan.

Dinginkan suhu minuman Anda terlebih dahulu

Memang masih dibutuhkan penelitian dan bukti ilmiah lebih untuk membuktikan secara pasti apakah meminum minuman panas akan menyebabkan kanker tenggorokan. Namun, jika memang Anda mempunyai kebiasaan mengonsumsi minuman panas setiap hari, maka mulai sekarang sebaiknya Anda membiarkannya menjadi sedikit lebih dingin terlebih dahulu. Jangan meminum minuman yang masih sangat panas. Selain akan merusak jaringan yang ada di tenggorokan, hal ini dapat menyebabkan lidah kebas dan akan menurunkan sensitivitas rasa. Lebih baik mengonsumsi minuman yang suhunya sudah turun hingga 60 derajat celcius atau bahkan kurang, untuk mengurangi risiko kanker tenggorokan dan tenggorokan terbakar.

BACA JUGA

Share now :

Direview tanggal: Oktober 26, 2016 | Terakhir Diedit: Maret 31, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca