Ini Bedanya Tumor Otak Pada Anak dan Pada Orang Dewasa

Oleh

Tumor otak adalah salah satu jenis penyakit yang disebabkan adanya pertumbuhan sel abnormal pada otak. Ini dapat menimbulkan kerusakan secara langsung ataupun memberikan tekanan pada otak. Jenis penyakit ini pada umumnya ditemukan pada usia dewasa dan awal usia lansia, meskipun lebih jarang hal ini juga dapat terjadi pada anak-anak. Namun perkembangan tumor otak pada anak memiliki perbedaan dengan pada orang dewasa, hal ini disebabkan karena tubuh anak-anak yang masih berkembang.

Kenapa tumor otak berbahaya?

Tumor otak ditandai dengan adanya massa sel abnormal di dalam tengkorak kepala yang dapat berkembang menjadi ganas (kanker) maupun jinak. Tumor otak dapat terjadi pada bagian sel otak, membran otak (meninges), sel saraf otak ataupun kelenjar otak.

Adanya tumor otak merupakan kondisi yang membahayakan. Hal ini dikarenakan walaupun tergolong jinak, tumor akan tetap dapat tumbuh dan dapat meningkatkan tekanan di dalam tengkorak  dan menimbulkan kerusakan yang fatal.

Apa penyebab tumor otak?

Berbeda dengan tumor pada organ lainnya, pengaruh gaya hidup dan konsumsi rokok memiliki kontribusi yang sangat kecil dalam terjadinya tumor otak. Kondisi genetik atau paparan radiasi pada kepala merupakan pemicu utama perkembangan tumor otak primer yang cenderung bersifat jinak. Namun pertumbuhan tumor otak juga dapat bersifat sekunder yang disebabkan oleh penyebaran sel kanker pada organ lainnya seperti usus, paru-paru, dan payudara, serta lebih mungkin untuk berkembang menjadi kanker otak.

Tumor otak pada umumnya akan mempengaruhi sebagian besar fungsi tubuh seperti kognitif, koordinasi, indera dan pertumbuhan. Oleh karena itu kejadian tumor otak dapat dikenali dengan pemeriksaan fisik, kondisi kognitif dan mental seseorang, namun perlu dilakukan pencitraan medis dan biopsi untuk menegakkan diagnosis.

Perbedaan tumor otak pada anak dengan orang dewasa

Tubuh anak-anak bukanlah sekadar versi lebih kecil dari tubuh orang dewasa. Keduanya memiliki perbedaan dalam hal perkembangan dan respon terhadap gangguan, termasuk tumor otak. Hampir segala aspek penyakit dari tumor otak pada orang dewasa dan anak-anak memiliki perbedaan, di antaranya:

Letak dan jenis tumor otak pada anak berbeda dengan orang dewasa

Pada dasarnya, tumor otak dapat terjadi di setiap bagian otak dan batang otak. Pada orang dewasa, perkembangan tumor otak dapat berasal pada otak bagian atas atau korteks otak, sedangkan tumor otak pada anak lebih mungkin terjadi pada bagian dalam otak dan batang otak. Secara lebih spesifik jika tumor sudah berkembang sejak dalam kandungan, tumor otak lebih mungkin terjadi pada bagian otak yang berada di belakang mata dan di sekitar kelenjar pitutari.

Gejalanya juga berbeda

Perbedaan gejala tumor otak pada orang dewasa dan anak-anak disebabkan perbedaan letak dan jenis tumor otak yang dialami. Tumor otak yang terjadi otak pada bagian dalam (cerebellum dan batang otak), seperti pada anak-anak, akan lebih mungkin mempengaruhi fungsi indera, saraf, dan pengaturan hormon. Misalnya, craniopharyngiomas yang merupakan salah satu jenis tumor jinak pada otak anak yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan dan pubertas dini.

Sedangkan gejala pada orang dewasa sangat mirip dengan gejala tumor otak pada umumnya, seperti:

  • Sakit kepala, terutama saat batuk, bersin atau berolahraga serta saat tertidur dan bangun dari tidur
  • Vertigo
  • Muntah-muntah
  • Pandangan kabur
  • Kejang (terutama pada orang dewasa)
  • Kesulitan menggerakan otot, termasuk otot wajah dan mata
  • Gangguan fungsi mental dan kognitif sepeti hilang ingatan, gangguan beraktivitas, gangguan emosi, dsb.
  • Gangguan indera pendengaran, pengecap dan penciuman
  • Gangguan koordinasi sistem urinasi dan ekskresi

Selain itu gangguan hormonal juga dapat terjadi jika tumor mengenai kelenjar pitutari yang berada di dalam otak, kelenjar tersebut berfungsi untuk mengatur aktivitas kelenjar hormon seluruh tubuh. Gejala tumor kelenjar pitutari sebagai berikut:

  • Gangguan menstruasi pada perempuan
  • Gynecomastia alias tumbuhnya payudara pada laki-laki
  • Obesitas
  • Tekanan darah rendah
  • Lebih sensitif terhadap suhu panas dan dingin
  • Gangguan pertumbuhan ukuran tangan
  • Peningkatan jumlah rambut pada tubuh (hirsutism)

Penyebabnya berbeda

Kejadian tumor otak pada anak termasuk tumor otak primer atau yang hanya berasal dari otak. Hal ini dapat dipicu oleh kelainan genetik dan telah berkembang sejak dalam kandungan. Sedangkan tumor otak pada orang dewasa dapat terjadi secara primer dan sekunder yang disebabkan adanya metastasis kanker pada organ lainnya.

Peluang sembuh pada anak dan dewasa penderita tumor otak juga berbeda

Sebagian besar anak dan remaja yang mengalami tumor otak memiliki peluang untuk sembuh yang lebih besar dibandingkan pada orang dewasa jika ditangani dengan tepat. Selain itu, keparahan penyakit tumor otak dan cara tubuh anak dan remaja yang masih berkembang membuat perkembangan tumor dan menjadi lebih ringan.

Upaya pengobatan dan kondisi kesembuhan

Kondisi tubuh usia anak-anak yang masih berkembang memiliki toleransi yang lebih baik terhadap kemoterapi dibandingkan pada orang dewasa. Sehingga penanganan kemoterapi pada anak-anak akan lebih diprioritaskan dan cenderung mengurangi paparan radiasi yang juga berbahaya. Tumor otak pada anak juga memiliki peluang yang baik untuk sembuh hanya dengan tindakan operasi dan kemoterapi.

Meskipun demikian, tindakan pembedahan pada otak yang masih berkembang memiliki efek samping yaitu perubahan pada tingkat intelektual dan fungsi motorik tubuh. Hal ini dapat berdampak sangat lama atau sepanjang usia anak. Mereka juga membutuhkan lebih banyak bantuan dalam hal akademik dan penyesuaian dalam menjalani hidup.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Februari 1, 2017 | Terakhir Diedit: September 5, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca