Daftar Pewarna Makanan Sehat Alami dari Bahan Makanan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Pewarna makanan buatan yang biasanya digunakan untuk mempercantik warna permen, kue kering, sup, dan bahkan roti, sangat berisiko untuk membahayakan kesehatan orang yang mengonsumsinya. Bahkan otoritas kesehatan di Austria dan Norwegia telah melarang penggunaan pewarna makanan buatan, sementara otoritas kesehatan Eropa mengharuskan adanya label peringatan pada makanan yang mengandung bahan-bahan sintetis. Di Inggris, label peringatan ini memperingatkan bahwa anak-anak yang mengonsumsi makanan yang mengandung pewarna buatan memiliki risiko yang lebih besar untuk menderita perilaku hiperaktif dan ADHD. Oleh karena itu, penggunaan pewarna makanan alami merupakan satu-satunya cara yang aman dan sehat untuk membuat makanan terlihat lebih indah. Mari kita lihat beberapa bahan yang dapat digunakan untuk mewarnai makanan berikut ini!

Bahan-bahan pewarna makanan alami

Warna kuning dan oranye

Untuk menghasilkan warna kuning, Anda dapat menggunakan bahan-bahan berikut ini:

  1. Gardenia kuning: pewarna alami dan dapat larut dalam air murni ini diekstrak dari keluarga madder buah gardenia. Ini adalah bubuk kuning yang dapat dengan mudah dilarutkan dalam air dan alkohol, dan memiliki ketahanan yang baik terhadap cahaya dan suhu dalam medium basa yang netral dan lemah. Ia dibentuk oleh proses penghancuran, ekstraksi, filtrasi, pemurnian, konsentrasi, sterilisasi, penyemprotan, dan pengeringan.
  2. Kunyit kuning: bahan alami ini merupakan akar tanaman Curcuma Longa L. yang larut dalam etanol. Ia juga memiliki kemampuan mewarnai dan merupakan anti-panas yang baik. Bubuk kuning ini akan berwarna keemasan di bawah PH 7 dan berwarna kemerahan di atas PH7. Ia dapat digunakan untuk mewarnai permen karet, kue, bumbu, es krim, roti, mentega, dan sebagainya.
  3. Jeruk: ia memiliki nilai warna yang tinggi, kemampuan pewarnaan yang kuat, rona, stabilitas termal dan stabilitas cahaya yang besar, nilai adaptasi PH yang besar, dan kaya akan vitamin E dan metal selenium yang langka. Ia biasa digunakan untuk makanan, kosmetik, dan obat.

Warna biru dan hijau

Untuk menghasilkan warna biru dan hijau, Anda dapat menggunakan bahan-bahan berikut ini:

  1. Gardenia biru: ini adalah pigmen makanan alami yang berasal dari keluarga madder buah gardenia dengan fermentasi biologis. Jika Anda menambahkan ini pada makanan, maka makanan akan berwarna biru gelap. Gardenia biru ini juga mudah larut di dalam air, di larutan etanol, dan larutan glikol propilena. Warna akan stabil pada PH 4 hingga 8. Ia juga memiliki ketahanan yang baik terhadap suhu, tetapi tidak pada cahaya.
  2. Gardenia hijau: ini adalah pigmen alami yang diekstrak dari campuran buah gardenia biru dan kuning. Ia dapat menghasilkan warna hijau muda dan hijau gelap. Ia mudah larut di dalam air dan larutan etanol. Ini biasanya digunakan untuk bir, soda pop, jus, selai, permen, kue, jelly, es krim, roti, dan lain-lain.

Warna merah dan ungu

Untuk menghasilkan warna merah dan ungu, Anda dapat menggunakan bahan-bahan berikut ini:

  1. Kubis merah: ini merupakan bubuk berwarna ungu kemerahan yang dapat larut dalam air dan larutan asetat, namun tidak dengan minyak. Ia menghasilkan warna ungu kemerahan jika PH kurang dari 6 dan ungu kemerahan yang tidak stabil pada PH lebih dari 7. Ini memiliki stabilitas yang baik untuk panas dan cahaya, terutama dalam kondisi asam. Hal ini juga berlaku untuk anggur, minuman ringan, jus, selai, es krim, kue, dan sebagainya.
  2. Kulit anggur merah: pigmen warna alami ini diekstrak dari kulit anggur merah. Ini akan memproduksi warna ungu gelap. Ia juga mudah larut dalam air dan etanol, namun tidak larut dalam lemak dan alkohol anhidrat. Kestabilan warna tergantung pada nilai PH. Jika dalam kondisi asam, ia akan berwarna merah, jika normal ia akan berwarna biru, dan biru gelap jika dalam kondisi basa. Ia biasa digunakan untuk bir, soda pop, minuman jus, selai, permen, dan lain-lain.
  3. Ubi ungu: ini diekstrak dari akar umbi ungu yang ditanam secara lokal. Proses ini dilakukan dengan memeriksa, mencuci, mengiris, menggali, filtrasi, pemurnian, konsentrasi, sterilisasi, penyemprotan, dan pengeringan. Ubi ungu ini dapat menghasilkan warna merah keunguan.

BACA JUGA:

Yang juga perlu Anda baca