Daftar Pewarna Makanan Sehat Alami dari Bahan Makanan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 31/10/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pewarna makanan buatan yang biasanya digunakan untuk mempercantik warna permen, kue kering, sup, dan bahkan roti, sangat berisiko untuk membahayakan kesehatan orang yang mengonsumsinya. Bahkan otoritas kesehatan di Austria dan Norwegia telah melarang penggunaan pewarna makanan buatan, sementara otoritas kesehatan Eropa mengharuskan adanya label peringatan pada makanan yang mengandung bahan-bahan sintetis. Di Inggris, label peringatan ini memperingatkan bahwa anak-anak yang mengonsumsi makanan yang mengandung pewarna buatan memiliki risiko yang lebih besar untuk menderita perilaku hiperaktif dan ADHD. Oleh karena itu, penggunaan pewarna makanan alami merupakan satu-satunya cara yang aman dan sehat untuk membuat makanan terlihat lebih indah. Mari kita lihat beberapa bahan yang dapat digunakan untuk mewarnai makanan berikut ini!

Bahan-bahan pewarna makanan alami

Warna kuning dan oranye

Untuk menghasilkan warna kuning, Anda dapat menggunakan bahan-bahan berikut ini:

  1. Gardenia kuning: pewarna alami dan dapat larut dalam air murni ini diekstrak dari keluarga madder buah gardenia. Ini adalah bubuk kuning yang dapat dengan mudah dilarutkan dalam air dan alkohol, dan memiliki ketahanan yang baik terhadap cahaya dan suhu dalam medium basa yang netral dan lemah. Ia dibentuk oleh proses penghancuran, ekstraksi, filtrasi, pemurnian, konsentrasi, sterilisasi, penyemprotan, dan pengeringan.
  2. Kunyit kuning: bahan alami ini merupakan akar tanaman Curcuma Longa L. yang larut dalam etanol. Ia juga memiliki kemampuan mewarnai dan merupakan anti-panas yang baik. Bubuk kuning ini akan berwarna keemasan di bawah PH 7 dan berwarna kemerahan di atas PH7. Ia dapat digunakan untuk mewarnai permen karet, kue, bumbu, es krim, roti, mentega, dan sebagainya.
  3. Jeruk: ia memiliki nilai warna yang tinggi, kemampuan pewarnaan yang kuat, rona, stabilitas termal dan stabilitas cahaya yang besar, nilai adaptasi PH yang besar, dan kaya akan vitamin E dan metal selenium yang langka. Ia biasa digunakan untuk makanan, kosmetik, dan obat.

Warna biru dan hijau

Untuk menghasilkan warna biru dan hijau, Anda dapat menggunakan bahan-bahan berikut ini:

  1. Gardenia biru: ini adalah pigmen makanan alami yang berasal dari keluarga madder buah gardenia dengan fermentasi biologis. Jika Anda menambahkan ini pada makanan, maka makanan akan berwarna biru gelap. Gardenia biru ini juga mudah larut di dalam air, di larutan etanol, dan larutan glikol propilena. Warna akan stabil pada PH 4 hingga 8. Ia juga memiliki ketahanan yang baik terhadap suhu, tetapi tidak pada cahaya.
  2. Gardenia hijau: ini adalah pigmen alami yang diekstrak dari campuran buah gardenia biru dan kuning. Ia dapat menghasilkan warna hijau muda dan hijau gelap. Ia mudah larut di dalam air dan larutan etanol. Ini biasanya digunakan untuk bir, soda pop, jus, selai, permen, kue, jelly, es krim, roti, dan lain-lain.

Warna merah dan ungu

Untuk menghasilkan warna merah dan ungu, Anda dapat menggunakan bahan-bahan berikut ini:

  1. Kubis merah: ini merupakan bubuk berwarna ungu kemerahan yang dapat larut dalam air dan larutan asetat, namun tidak dengan minyak. Ia menghasilkan warna ungu kemerahan jika PH kurang dari 6 dan ungu kemerahan yang tidak stabil pada PH lebih dari 7. Ini memiliki stabilitas yang baik untuk panas dan cahaya, terutama dalam kondisi asam. Hal ini juga berlaku untuk anggur, minuman ringan, jus, selai, es krim, kue, dan sebagainya.
  2. Kulit anggur merah: pigmen warna alami ini diekstrak dari kulit anggur merah. Ini akan memproduksi warna ungu gelap. Ia juga mudah larut dalam air dan etanol, namun tidak larut dalam lemak dan alkohol anhidrat. Kestabilan warna tergantung pada nilai PH. Jika dalam kondisi asam, ia akan berwarna merah, jika normal ia akan berwarna biru, dan biru gelap jika dalam kondisi basa. Ia biasa digunakan untuk bir, soda pop, minuman jus, selai, permen, dan lain-lain.
  3. Ubi ungu: ini diekstrak dari akar umbi ungu yang ditanam secara lokal. Proses ini dilakukan dengan memeriksa, mencuci, mengiris, menggali, filtrasi, pemurnian, konsentrasi, sterilisasi, penyemprotan, dan pengeringan. Ubi ungu ini dapat menghasilkan warna merah keunguan.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

    Mimpi buruk bisa datang kapan saja di setiap malam Anda. Ini bisa sangat mengganggu Anda jika sering terjadi. Temukan cara mengatasi mimpi buruk di sini.

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Hidup Sehat, Tips Sehat 02/07/2020 . Waktu baca 5 menit

    Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

    Banyak mitos membuat infeksi cacing menjadi hal sepele. Cek fakta seputar cacingan yang berbahaya jika dibiarkan, seperti menghambat pertumbuhan anak.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Hidup Sehat, Tips Sehat 29/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

    Camilan yang gurih memang menggoda. Namun, sebaiknya mulai ganti camilan Anda dengan kacang almond, terutama untuk penderita hipertensi.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hipertensi, Health Centers 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Sudah Benarkah Cara Cuci Tangan Anda?

    Cuci tangan bukan sekadar gosok, bilas, dan keringkan. Ada cara cuci tangan yang baik untuk benar-benar efektif bunuh kuman.

    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    manfaat bersepeda

    Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
    kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

    Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
    anak disunat

    Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit
    gejala penyakit yang diacuhkan

    8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit