Kenali Bedanya Gejala Kanker Prostat dan Prostat Bengkak Akibat BPH

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24/09/2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Pembengkakan prostat adalah kondisi yang umum ditemukan pada pria usia 40-50 tahunan ke atas. Prostat bengkak dapat menyebabkan rasa sakit setiap kali buang air kecil atau setelah ejakulasi. Ada dua gangguan kesehatan yang dapat menyebabkan prostat membengkak: kanker prostat dan benign prostatic hyperplasia (BPH) alias pembesaran prostat jinak. Kelenjar prostat pria akan terus berkembang sepanjang hidupnya. Itu sebabnya pria-pria usia lanjut lebih berisiko mengalami pembesaran prostat.

Kenali perbedaan antara kanker prostat dan BPH agar Anda bisa mendapatkan pengobatan yang tepat.

Sekilas tentang kanker prostat

Kanker prostat terjadi ketika sel prostat berkembang di luar kendali sehingga membentuk tumor yang mendesak dan merusak jaringan sekitarnya. Prostat itu sendiri adalah kelenjar seukuran kacang kenari yang terletak di bawah kandung kemih. Prostat memproduksi cairan mani yang membawa sperma.

Mutasi DNA dapat menyebabkan sel prostat bertumbuh ganas dan membelah diri lebih cepat dibanding sel normal, sehingga menjadikannya sel kanker. Penyebab mutasi DNA sel kanker belum diketahui pasti, namun pada umumnya dipicu oleh faktor penuaan. Perkembangannya dapat dipercepat dengan gaya hidup tidak sehat, misalnya jarang berolahraga, merokok, dan pola makan tinggi lemak yang dapat memicu obesitas.

Sekilas tentang BPH

Benign prostatic hyperplasia (BPH), yang lebih dikenal sebagai pembesaran prostat jinak, juga merupakan kondisi prostat yang membesar akibat pertumbuhan sel prostat yang berlebihan. Bedanya, BPH adalah jenis tumor non-kanker.

Walau penyebab benign prostatic hyperplasia masih belum diketahui pasti, dipercaya bahwa perubahan dalam keseimbangan hormon dan faktor pertumbuhan sel dapat menyebabkan pembengkakan prostat.

Apa bedanya kanker prostat dan BPH?

Perbedaan antara kanker prostat dan BPH adalah jenis sel tumornya. Tidak semua tumor itu adalah kanker dan begitu pun sebaliknya. Pada dasarnya, tumor adalah pertumbuhan sel yang tidak normal pada bagian tubuh tertentu. Tumor terjadi jika sel-sel tubuh membelah dan tumbuh secara berlebihan.

Apabila pertumbuhan sel tersebut hanya terjadi pada bagian tubuh tertentu dan tidak menyebar, maka hal tersebut adalah tumor jinak. Sementara sel tumor yang menyebar ke bagian tubuh lain disebut dengan tumor ganas atau kanker.

Kanker prostat terjadi akibat pertumbuhan tumor ganas di kelenjar prostat. Karena sifat tumornya ganas, sel kanker prostat bisa bertumbuh sangat cepat dan menyebar ke bagian tubuh lainnya. Sementara itu, BPH adalah pertumbuhan sel tumor jinak (tidak bersifat kanker). Sel tumor jinak hanya tumbuh dan menetap pada salah satu bagian tubuh saja.

Apa beda gejala kanker prostat dan BPH?

Prostat bengkak menjadi tanda kanker jika testis terasa padat bergelombang saat diraba. Gejala awal lainnya yang menyertai meliputi:

  • Sering buang air kecil, terutama di malam hari
  • Desakan kuat untuk buang air kecil
  • Sulit untuk memulai atau menghentikan aliran urin
  • Tidak mampu untuk buang air kecil
  • Aliran urin yang lemah atau berkurang
  • Aliran urin yang putus-putus
  • Perasaan bahwa kandung kemih belum sepenuhnya kosong
  • Rasa terbakar atau nyeri saat buang air kecil
  • Darah di urin (hematuria) atau air mani
  • Rasa sakit saat ejakulasi

Gejala yang ditimbulkan BPH mungkin hampir sama dengan kanker prostat, yaitu meningkatnya frekuensi buang air kecil dan sering buang air kecil di malam hari. Selain itu, gejala lainnya yang mungkin timbul adalah:

  • Sulit untuk memulai atau menghentikan aliran urin (menetes)
  • Aliran urin yang lemah
  • Merasa kandung kemih belum sepenuhnya kosong setelah buang air kecil
  • Kesulitan dalam mengosongkan kandung kemih, seperti perasaan ingin buang air kecil setelah buang air kecil, atau memiliki rasa sakit saat buang air kecil
  • Kesulitan dalam menampung air kencing, seperti bangun pada malam hari untuk buang air kecil, sering buang air kecil, tiba-tiba tidak tertahankan untuk buang air kecil.
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Demam di atas 38°C, menggigil
  • Tubuh pegal linu
  • Urin atau air mani berdarah atau bernanah

Pembengkakan prostat akibat kanker biasanya lebih tampak terlihat di bagian sisi prostat, sedangkan prostat yang bengkak akibat BPH lebih terlihat di bagian tengah.

Bagaimana cara mendiagnosisnya?

Diagnosis awal kanker prostat dan BPH dilakukan dengan tes pemeriksaan fisik dasar untuk memeriksa ukuran prostat Anda apakah lebih besar dari seharusnya atau tidak.

Metode lain seperti CT scan, magnetic resonance imaging (MRI) dan pemeriksaan darah untuk mengukur kadar PSA (prostat-specific antigen) dan alkalin fosfatase juga dapat dilakukan untuk mendapatkan diagnosis yang akurat.

Kanker prostat dan BPH sama-sama ditandai dengan kadar PSA dan alkalin fosfatase dalam darah yang lebih tinggi. Selanjutnya dapat dilakukan biopsi untuk mendeteksi keberadaan sel kanker dalam sampel kelenjar prostat Anda. 

Sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk menentukan langkah diagnosis yang tepat untuk kondisi Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Pria Tidak Subur atau Infertil Setelah Operasi Kanker Prostat?

Benarkah pria tidak subur atau infertil setelah operasi kanker prostat? Apakah jenis pengobatan lain dapat menghindari hal tersebut? Berikut jawabannya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker Prostat, Health Centers 01/04/2020 . Waktu baca 4 menit

8 Pilihan Pengobatan untuk Menyembuhkan Kanker Prostat

Kanker prostat sering menyebabkan kematian pada pria. Supaya tidak bertambah parah, cari tahu cara mengobati dan obat untuk kanker prostat berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hidup Sehat, Tips Sehat 19/10/2019 . Waktu baca 8 menit

6 Manfaat Daun Kucai untuk Kesehatan (Psstt.. Bisa Mencegah Kanker!)

Daun kucai yang seing menghiasi mangkok bubur ayam atau dijadikan campuran isi lumpia ternyata bermanfaat untuk menurunkan kolesterol, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Nutrisi, Hidup Sehat 17/03/2019 . Waktu baca 5 menit

8 Kebiasaan Sederhana untuk Membantu Cegah Kanker Prostat

Pencegahan kanker prostat harus dilakukan karena dapat mengancam nyawa Anda. Berikut cara mencegah kanker prostat yang sederhana, tetapi ampuh untuk Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Perawatan Pria, Hidup Sehat, Tips Sehat 06/12/2018 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

prostatektomi

Mengenal Prostatektomi, Operasi untuk Masalah Penyakit Prostat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 7 menit
obat prostat

Obat-obatan yang Bisa Digunakan untuk Mengatasi Penyakit Prostat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 8 menit
pembengkakan prostat jinak adalah

Pembesaran Prostat Jinak (BPH)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 11 menit

Mencegah Penyakit Prostat dengan Perubahan Gaya Hidup

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 6 menit