Apakah Alkohol Sebabkan Kanker Prostat?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kanker telah menjadi salah satu penyakit yang paling ditakuti, termasuk pula kanker prostat bagi pria. Baru-baru ini, ditemukan sebuah penelitian bahwa alkohol ternyata turut berperan dalam sebabkan kanker prostat. Apa benar?

Penelitian memang telah membuktikan bahwa terdapat kemungkinan kanker prostat disebabkan oleh kebiasaan minum alkohol. Meski begitu, kondisi ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

Prostat adalah bagian dari sistem reproduksi pria yang terletak di bawah kandung kemih. Prostat mengelilingi uretra, yang merupakan tabung yang membawa urine keluar dari tubuh, dan membantu membuat air mani.

Apakah alkohol sebabkan kanker prostat?

Kemungkinan alkohol menyebabkan kanker prostat memang ada. Namun, belum ada satu penelitian pun yang menyatakan secara tegas bahwa alkohol dan kanker prostat saling berhubungan. Bahkan, American Cancer Society tidak memasukkan alkohol sebagai salah satu penyebab kanker prostat yang diketahui.

Sebuah penelitian yang dilakukan tahun 2016 menyimpulkan bahwa pria yang mengonsumsi alkohol lebih berisiko terhadap paparan penyakit dibandingkan mereka yang tidak.

Pada 2018, terdapat pula sebuah studi yang menunjukkan bahwa ada hubungan antara konsumsi alkohol seseorang dan risiko kanker prostat di kemudian hari. Namun, penelitian ini  dilakukan pada pria yang melakukan biopsi prostat. Jadi, sulit untuk menentukan kebenarannya.

Sementara itu beberapa penelitian lain mengamati besarnya jumlah alkohol yang dikonsumsi dengan peningkatan risiko penyakit. Meski tidak ditemukan bukti bahwa alkohol sebabkan kanker prostat, sebuah survei yang diadakan pada tahun 2017 terhadap 611.169 peserta menyimpulkan bahwa konsumsi anggur putih dalam jumlah sedang dapat meningkatkan risiko kanker.

Sebaliknya, mengonsumsi anggur merah dalam jumlah sedang justru dapat menurunkan risiko terjadinya kanker.

Apakah alkohol memengaruhi gejala kanker prostat?

Jika alkohol belum terbukti sebabkan kanker prostat, apa lantas mengonsumsinya dapat membuat gejalanya muncul?

Kanker prostat mungkin tidak menimbulkan gejala sampai ia berada di tahap yang lebih serius. Melakukan skrining merupakan proses yang berguna bagi dokter untuk menemukan tanda-tanda awal penyakit pada orang yang memiliki faktor-faktor risiko.

Terkadang, seseorang akan mengalami gejala, yang mungkin termasuk:

  • Perlu buang air kecil lebih sering dari biasanya, terutama di malam hari
  • Kesulitan buang air kecil
  • Rasa sakit atau terbakar saat buang air kecil
  • Darah dalam urine atau air mani
  • Kesulitan mencapai ereksi
  • Sakit saat berejakulasi
  • Nyeri atau kekakuan pada dubur, punggung bagian bawah, pinggul, atau panggul

Lantas, apa minum alkohol bisa memengaruhi gejala-gejala tersebut? Minum banyak alkohol dapat membuat seseorang buang air kecil lebih sering dan mengalami kesulitan mencapai ereksi.

Oleh karena gejala yang mirip itulah, orang mungkin keliru mengartikan bahwa alkohol bisa sebabkan kanker prostat.

Bolehkah saya konsumsi alkhol jika kena kanker prostat?

Saat terkena kanker apa pun, menjalani pola hidup sehat adalah kuncinya. Makan makanan sehat, berolahraga secara teratur, meluangkan waktu untuk bersantai dan melepas lelah tentu sangat penting dilakukan.

Alkohol terkadang dapat berinteraksi dengan obat-obatan. Interaksi antara alkohol dan obat yang diresepkan dokter untuk pengobatan Anda bisa membuat kerja obat menjadi tidak maksimal. Konsumsi alkohol saat dalam pengobatan kanker prostat juga bisa sebabkan obat yang diminum membawa efek samping.

Menghindari alkohol mungkin akan dianjurkan oleh dokter ketika Anda sedang menjalani pengobatan kanker prostat. Terapi radiasi bagi penderita kanker, termasuk kanker prostat, bisa saja sebabkan kelelahan, begitu juga dengan alkohol.

Belum lagi, terapi radiasi juga dapat menyebabkan perut sensitif. Hal ini juga mirip dengan alkohol yang dapat memperburuk gejala perut sensitif.

Itu sebabnya, menghindari alkohol mungkin adalah langkah terbaik daripada harus bingung menimbang-nimbang risiko yang akan datang.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Atasi Tipes

Gejala tipes umumnya dapat diobati di rumah. Selain minum obat dari dokter, apa saja cara mengobati tipes lainnya di rumah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Cari Tahu Jenis Obat Tetes Telinga Beserta Cara Pakainya Agar Tak Salah

Sakit telinga perlu diatasi hingga tuntas dengan obat yang tepat. Ada berbagai macam obat tetes telinga yang bisa Anda gunakan. Apa saja? Simak di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan THT, Gangguan Telinga 20 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Beragam Pilihan Obat Flu Paling Ampuh yang Aman untuk Orang Dewasa dan Anak

Banyak yang menyepelekan flu, padahal gejalanya merepotkan hidup. Kabar baiknya, ada banyak pilihan obat flu paling ampuh yang bisa Anda beli di apotek.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Flu, Kesehatan Pernapasan 20 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

4 Penyebab Buah Zakar Anda Gatal dan Ingin Terus Digaruk

Menggaruk alat kelamin terkadang sudah menjadi kebiasaan, tapi bisa juga karena memang terasa gatal. Apa saja penyebab buah zakar gatal? Apakah berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ganti celana dalam setelah seks

Kenapa Anda Sebaiknya Harus Ganti Celana Dalam Setelah Berhubungan Seks

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
Buah untuk Diabetes

8 Buah Terbaik yang Aman untuk Gula Darah Pengidap Diabetes

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
hipospadia

Hipospadia

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
impotensi

Impotensi (Disfungsi Ereksi)

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit