home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Ini Alasan Kanker Prostat pada Wanita Mungkin Terjadi

Ini Alasan Kanker Prostat pada Wanita Mungkin Terjadi

Kanker prostat merupakan jenis penyakit kanker yang memang identik dengan pria. Pasalnya, kelenjar prostat memang hanya terdapat pada anatomi tubuh pria. Namun nyatanya, kanker prostat juga bisa terjadi pada wanita. Mengapa bisa demikian? Simak ulasan berikut ini.

Apakah wanita memiliki kelenjar prostat?

Prostat adalah kelenjar kecil sebesar kacang kenari yang terletak di bawah kandung kemih dan mengelilingi uretra. Kelenjar ini berfungsi untuk memproduksi cairan atau air mani yang melindungi dan mengangkut sperma. Adapun otot-otot pada kelenjar prostat berperan untuk mendorong keluarnya air mani ketika ejakulasi.

Kelenjar prostat tersebut hanya terdapat pada anatomi tubuh pria. Adapun wanita tidak memiliki kelenjar prostat karena sistem reproduksi yang berbeda.

Meski demikian, dilansir dari pusat informasi kesehatan masyarakat University of California, Berkeley (UC Berkeley), wanita memiliki dua kelenjar yang fungsi dan anatominya serupa dengan kelenjar prostat pria. Kelenjar ini kemudian sering disebut sebagai prostat wanita karena kemiripan fungsinya.

Dua kelenjar yang mirip prostat pria ini sebenarnya bernama kelenjar Skene. Letaknya mengelilingi uretra atau saluran kencing wanita, kira-kira 5-8 sentimeter di dekat dinding vagina. Prostat wanita ini pun akan memproduksi cairan pelumas yang berguna untuk membasahi vagina ketika terangsang.

Selain fungsi dan anatominya, prostat pria dan wanita pun sama-sama memiliki zat antigen (perangsang respon imun) khusus bernama PSA (prostate specific antigen) dan PSAP (prostate-specific acid phosphatase). Jadi dapat disimpulkan, kelenjar prostat pria dan wanita memiliki struktur yang serupa, tetapi tak sama persis.

Bagaimana bisa wanita kena kanker prostat?

Seluruh sistem organ tubuh Anda terdiri dari miliaran sel. Adapun gangguan atau kelainan pada sel bisa menjadi kanker. Maka, selayaknya bagian tubuh Anda yang lain, sel-sel pada kelenjar prostat wanita juga punya kemungkinan berkembang jadi kanker.

Namun, kanker prostat pada wanita sangat jarang ditemui. Menurut para dokter spesialis kanker yang tergabung dalam Society of Gynecologic Oncology, kasus kanker kelenjar Skene pada wanita hanya tercatat sebanyak 0,003% dari seluruh jenis kanker yang menyerang sistem reproduksi dan saluran kencing wanita.

Meski jarang terjadi, kista, peradangan, dan infeksi terkadang muncul di kelenjar Skene dan jaringan sekitarnya. Namun, kondisi ini sering dikira sebagai penyakit yang terkait dengan kemih atau saluran kencing.

Penelitian yang dipublikasikan di Journal of Medical Case Reports pada 2018 melaporkan adanya kasus terkait kanker kelenjar Skene yang jarang terjadi. Tumor di uretra yang ditemukan pada pasien wanita ternyata berasal dari kelenjar Skene. Hal ini umumnya diketahui setelah terdeteksi adanya tingkat PSA yang tinggi pada pasien tersebut.

Meski demikian, penyebab kanker prostat yang dialami wanita ini belum diketahui pasti. Penelitian terkait penyakit ini pun masih sangat terbatas.

Apa gejala kanker prostat pada wanita?

Penelitian seputar kanker prostat pada wanita memang masih sangat terbatas, sehingga gejala penyakit ini belum dikenali secara pasti. Oleh karena itu, bila Anda merasakan adanya perubahan pada kebiasaan buang air kecil atau gejala kanker prostat lainnya, sebaiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter.

Selain itu, Anda pun perlu mewaspadai gejala-gejala lain yang cenderung terjadi secara terus menerus dan tidak jelas penyebabnya, seperti:

  • Kencing berdarah.
  • Sakit saat buang air kecil.
  • Nyeri di saluran kemih bagian bawah.
  • Nyeri vagina.
  • Nyeri di belakang tulang selangka.
  • Sakit ketika berhubungan seks.
  • Disfungsi seksual.
  • Siklus menstruasi tidak teratur.

Gejala-gejala pada wanita tersebut memang belum tentu terkait dengan kanker prostat. Namun tidak ada salahnya memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab pasti dari gejala yang Anda alami.

Dokter mungkin akan melakukan serangkaian tes kanker prostat guna memastikan kondisi tersebut. Bila positif kanker, dokter akan menentukan pengobatan kanker prostat yang sesuai dengan kondisi Anda, baik itu terapi radiasi (radioterapi), pembedahan, atau jenis pengobatan lainnya.

Selalu konsultasikan dengan dokter mengenai kekurangan dan kelebihan dari masing-masing jenis pengobatan yang akan Anda jalani.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Prostate Cancer Foundation. 2020. Prostate Gland. https://www.pcf.org/about-prostate-cancer/what-is-prostate-cancer/prostate-gland/. Accessed July 24, 2020.

University of California. 2020. A Female Prostate? http://www.berkeleywellness.com/self-care/sexual-health/article/female-prostate. Accessed July 24, 2020.

Dodson, M. K., Cliby, W. A., Keeney, G. L., Peterson, M. F., & Podratz, K. C. (1994). Skene’s gland adenocarcinoma with increased serum level of prostate-specific antigen. Gynecologic oncology55(2), 304–307. https://doi.org/10.1006/gyno.1994.1294.

Tsutsumi, S., Kawahara, T., Hattori, Y. et al. (2018). Skene duct adenocarcinoma in a patient with an elevated serum prostate-specific antigen level: a case report. J Med Case Reports. 12(32). https://doi.org/10.1186/s13256-017-1558-y

Zaviačič, M., & Ablin, R. J. (1998). The Female Prostate. JNCI: Journal of the National Cancer Institute. 90(9): 713. https://doi.org/10.1093/jnci/90.9.713.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Ihda Fadila
Tanggal diperbarui 10/04/2017
x