Mengenal Kanker Kelenjar Timus: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 29 Januari 2018 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Kanker timus atau disebut juga thymoma merupakan jenis kanker yang langka. Namun, Anda tetap perlu mengetahui apa penyebab, tanda-tanda, dan pilihan pengobatannya.

Apa itu kanker timus?

Timus merupakan kelenjar yang terletak di bagian depan dada, tepatnya di belakang tulang dada. Sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh, kelenjar timus memproduksi sel darah putih yang disebut limfosit. Limfosit membantu tubuh Anda melawan infeksi.

Ada dua jenis kanker timus yaitu kanker timus (thymoma) dan thymic carcinoma. Kedua jenis kanker ini termasuk jarang terjadi. Kanker timus terjadi saat sel kanker terbentuk di permukaan luar timus.

Thymic carcinoma jauh lebih agresif dan lebih sulit diobati dibanding thymoma. Orang dengan kanker timus biasanya memiliki penyakit autoimun, seperti myasthenia gravis dan rheumatoid arthritis (rematik). Thymic carcinoma juga disebut sebagai thymoma tipe C.

Penyebab kanker timus

Dilansir dari American Cancer Society, belum banyak informasi mengapa kanker timus dapat tumbuh di beberapa orang. Peneliti telah menemukan beberapa perubahan DNA pada orang yang mengalami sel thymoma jika dibandingkan dengan sel normal. Namun, para peneliti belum yakin mengapa perubahan ini terjadi pada beberapa orang dan bagaimana kanker bisa terbentuk.

Gejala kanker timus

Sekitar 4 dari 10 orang dengan kanker ini tidak memiliki gejala saat mereka didiagnosis. Sering kali, kanker malah ditemukan saat menjalani tes kesehatan lainnya. Bila tanda-tanda dan gejala terjadi, mungkin termasuk batuk terus-menerus, kesulitan bernapas, atau nyeri dada. Namun, hal ini masih belum bisa dipastikan.

Faktor risiko kanker timus

Beberapa penelitian menyatakan adanya kemungkinan hubungan antara paparan radiasi ke bagian dada atas. Namun, hal ini belum dikonfirmasi. Sejauh ini belum ada faktor risiko yang terkait dengan lingkungan atau gaya hidup tertentu yang terkait erat dengan thymoma atau thymic carcinoma.

Risiko kanker jenis ini meningkat seiring bertambahnya usia. Jenis kanker ini jarang terjadi pada anak-anak dan dewasa muda. Umumnya terjadi pada orang dewasa paruh baya dan orang yang berusia di atas 70 tahun. Baik laki-laki dan perempuan bisa terkena kanker ini.

Bagaimana dokter mendiagnosis kanker timus?

Pemeriksaan fisik umum akan dilakukan untuk mengetahui apakah Anda memiliki tanda-tanda yang tidak biasa pada bagian dada, seperti benjolan. Tes lainnya yang digunakan yaitu:

  • Sinar X pada dada
  • Tes pencitraan seperti PET scan, CT scan, dan MRI
  • Biopsi

Metode pengklasifikasian kanker didasarkan pada ukuran, tingkatan, serta karakteristik yang terjadi.  Tidak ada satu pun sistem pengklasifikasian untuk penyakit ini. Namun, banyak dokter menggunakan sistem pengklasfikasian masaoka yang menggolongkan penyakit ini ke tahap 1 sampai stadium 4.

Stadium 1 kanker masih belum menyebar ke bagian lain, sedangkan pada stadium 4, kanker telah menyebar ke organ lain seperti hati atau ginjal. Pengobatan untuk kanker ini tergantung pada stadium penyakit dan juga kondisi fisik Anda secara keseluruhan.

Pilihan pengobatan untuk kanker timus

Ada beberapa pengobatan yang bisa dilakukan untuk thymoma. Jenis pengobatan yang dilakukan tergantung stadiumnya. Rencana pengobatan yang Anda lakukan bisa terdiri lebih dari satu pengobatan. Berikut beberapa rencana pengobatan yang bisa menjadi pilihan, yaitu:

Bedah/ operasi

Pembedahan adalah cara paling tepat untuk menghilangkan hampir semua jenis kanker, termasuk kanker timus. Jika kankernya terlalu telah menyebar sangat luas, dokter mungkin akan merekomendasikan radiasi untuk mengecilkan tumor terlebih dahulu dan setelahnya baru melakukaan operasi. Dokter juga memungkinkan untuk melakukan jenis pengobatan lainnya untuk menghilangkan kanker selain pembedahan.

Radiasi atau kemoterapi

Radiasi atau kemoterapi bisa diberikan sebelum atau sesudah operasi. Prosedur ini menggunakan sinar X untuk membunuh sel kanker. Sedangkan obat kemoterapi biasanya diberikan lewat infus agar obat bekerja di seluruh tubuh dan dapat membunuh kanker yang telah menyebar ke daerah lain.

Terapi hormon

Terapi hormon adalah pilihan pengobatan lain untuk kanker timus. Beberapa hormon dapat menyebabkan kanker tumbuh degan subur dan jika kanker yang ditemukan memiliki reseptor hormon, obat dapat diberikan di bagian tersebut untuk menghalangi hormon tersebut mengenai sel kanker.

Setelah pengobatan selesai, Anda tetap perlu melakukan pemeriksaan rutin untuk memantau efek samping dari pengobatan. Selain itu, hal ini juga dilakukan untuk memastikan bahwa kanker tidak kembali karena risiko kembalinya kanker masih sangat memungkinkan terjadi. Karena kanker timus sangat jarang terjadi, konsultasikan pada dokter spesialis (onkologi) pengobatan apa yang terbaik bagi Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hati-Hati Minum Obat, Barangkali Anda Memiliki Alergi Terhadap Antibiotik

Selain makanan dan debu, ada pemicu reaksi alergi lain yaitu golongan obat antibiotik. Cari tahu penjelasan lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Cara Mengatasi Alergi Obat yang Tepat dan Perawatannya

Jangan biarkan alergi mengganggu aktivitas harian Anda. Ketahui cara cepat mengatasi alergi obat yang kambuh sekaligus perawatan kondisinya di rumah.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Alergi Softlens: Tanda, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Pakai lensa kontak kadang membuat mata merah dan berair, terlebih bagi yang punya alergi. Cari tahu lebih jauh tentang alergi softlens di sini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Alergi, Alergi Hidung dan Mata 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Meski “Wangi”, Hobi Menghirup Aroma Spidol Bisa Membahayakan Kesehatan

Aroma menyengat spidol mungkin menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian orang. Padahal, kebiasaan mencium spidol menyimpan segudang bahaya untuk tubuh.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 21 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

rematik kambuh akibat cuaca Etoricoxib obat

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit
terapi urine minum air kencing

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit
efek samping paracetamol ibuprofen

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit
alergi paracetamol

Alergi Paracetamol

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit