Penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, stroke, dan lainnya menggeser penyakit infeksi sebagai penyebab kematian dan disabilitas utama di negara berkembang. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 di Indonesia menunjukkan bahwa penyebab kematian tertinggi adalah penyakit tidak menular, yaitu penyakit kardiovaskuler (31,9%) termasuk di antaranya hipertensi sebanyak 6,8%. Penelitian yang dilakukan oleh Ekowati pada tahun 2009 menyimpulkan bahwa 32,2% alias 1 dari 3 penduduk indonesia menderita hipertensi, dan jumlah penderita hipertensi ini bertambah seiring bertambahnya usia.

Hipertensi merupakan silent killer karena sering timbul tanpa gejala khas dan menjadi faktor risiko berbagai penyakit berbahaya seperti stroke dan gagal jantung. Separuh penderita hipertensi tidak menyadari bahwa dirinya menderita hipertensi, akibatnya sekitar 75,8% kasus hipertensi tidak terdiagnosis dan mendapat pengobatan.

Kenapa obat hipertensi harus diminum teratur?

Tatalaksana hipertensi dapat dimulai dengan modifikasi gaya hidup, kemudian dilanjutkan dengan pemberian obat anti hipertensi. Namun, tidak sedikit masyarakat yang salah kaprah tentang pengobatan hipertensi. Obat hanya diminum saat merasa ada keluhan, dan saat keluhan membaik atau obat habis mereka tidak kontrol kembali ke dokter. Padahal, obat anti hipertensi harus diminum teratur.

Pengobatan yang tidak teratur dapat menyebabkan tekanan darah kembali naik. Tekanan darah yang naik turun ini dapat menimbulkan efek yang buruk bagi kesehatan.

Apa yang terjadi jika penderita hipertensi tidak rutin minum obat?

1. Penyakit jantung

Fluktuasi tekanan darah menandakan peningkatan risiko penyakit jantung dan kematian dini, variasi tekanan darah sistolik lebih dari 14 mmHg meningkatkan risiko gagal jantung sampai 25%. Sistolik merupakan hasil tekanan darah yang disebutkan pertama kali setelah pemeriksaan. Penelitian yang dilakukan oleh Paul Muntner, profesor epidemiologi di University of Alabama School of Public Health at Birmingham pada tahun 2015 menunjukkan bahwa perbedaan tekanan darah sebanyak 15 mmHg meningkatkan risiko serangan jantung sebanyak 30% dan stroke sebanyak 46%. Variasi ini menandakan adanya kerusakan arteri, terutama arteri yang mengeras.

Muntner kemudian menambahkan bahwa penelitian ini menyatakan adanya hubungan antara tekanan darah yang naik turun dengan penyakit jantung, bukan hubungan sebab-akibat. Diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai bagaimana fluktuasi tekanan darah tersebut menimbulkan komplikasi.

2. Penurunan fungsi mental

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa tekanan darah yang naik turun dihubungkan dengan penurunan kemampuan berpikir pada orang tua. Penelitian yang dilakukan oleh Bo Qin di China ini mengambil sampel 1000 orang berusia di atas 55 tahun, tekanan darah diukur dalam kurun waktu 3-4 kali kontrol dokter, sampel juga dilakukan tes fungsi mental seperti menghitung mundur, mengingat kata, dan lainnya. Kemudian disimpulkan bahwa pada sampel dengan variasi tekanan darah sistolik yang tinggi pada tiap kontrol dokter, ditemukan penurunan fungsi mental dan kemampuan menghapal verbal dibanding dengan sampel dengan tekanan darah stabil. Semakin tinggi variasi tekanan darah, semakin cepat penurunan fungsi mental akan dialami oleh orang tua.

Penelitian yang sama oleh Gisele Wolf-Klein di US juga menunjukkan hasil yang sama. Wolf-Klein menambahkan bahwa menjaga tekanan darah tetap stabil dapat mencegah timbulnya demensia dan memberikan efek positif bagi mereka yang sudah mengalami penurunan fungsi mental.

Tips untuk memudahkan Anda minum obat hipertensi secara teratur

Hipertensi dapat menimbulkan komplikasi lainnya di berbagai organ seperti gangguan mata retinopati, kerusakan ginjal, stroke, dan klaudikasio intermiten di pembuluh darah perifer. Pengobatan yang teratur dapat menjaga tekanan darah tetap stabil dan mencegah timbulnya komplikasi, berikut tips pengobatan hipertensi teratur yang dapat anda jalani :

  • Ketahui apa obat hipertensi Anda, tanyakan pada dokter obat apa yang diberikan, dosis, dan komplikasinya. Ada baiknya Anda mengetahui nama generik dan nama dagang obat tersebut.
  • Jadikan minum obat sebagai suatu kebiasaan. Buat reminder di tempat yang sering dilihat, hubungkan jadwal minum obat Anda dengan kebiasaan tertentu, seperti misalnya sikat gigi atau sarapan pagi.
  • Ketahui kapan obat Anda akan habis, tandai tanggal tersebut di kalender Anda. Apabila Anda akan bepergian, pastikan untuk membawa stok obat yang cukup.
  • Mintalah bantuan kepada keluarga atau teman untuk mengingatkan jadwal minum obat.

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca