5 Cara Mengatasi Perut Sakit Setelah Makan Pedas

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 9 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Konsumsi makanan pedas bagi sebagian orang dapat menimbulkan rasa sakit dan sensasi melilit pada perut. Untungnya, ada beberapa cara mudah yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi perut sakit setelah makan pedas.

Cara mengatasi perut sakit setelah makan pedas

Rasa sakit pada perut setelah makan pedas dipicu oleh senyawa kimia yang disebut capsaicin. Molekul senyawa ini berikatan dengan reseptor saraf yang menghantarkan sinyal nyeri menuju otak.

Untuk mencegah iritasi akibat capsaicin, dinding lambung memproduksi lendir khusus. Jika terlalu banyak atau terlalu sering makan pedas, paparan capsaicin akan membuat lendir khusus itu tak terlalu ampuh melindungi sehingga menimbulkan rasa sakit pada perut Anda.

Beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengatasi perut sakit setelah makan pedas antara lain:

1. Minum air rebusan jahe

Jahe telah lama dikenal sebagai bahan alami untuk mengatasi masalah perut. Senyawa antiradang pada jahe diyakini dapat meringankan keluhan sakit perut, perut kembung, diare, mual dan muntah, hingga irritable bowel syndrome (IBS).

Bahan pangan ini dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk. Anda bisa mencampurnya dengan teh, mengonsumsinya dalam bentuk suplemen, atau mengolahnya dengan cara yang paling sederhana, yakni direbus.

2. Minum teh chamomile

manfaat teh chamomile

Teh chamomile juga memiliki senyawa yang dapat meredakan peradangan, merangsang pengeluaran gas, dan merilekskan otot saluran pencernaan.

Oleh karena itu, teh chamomile dipercaya sebagai salah satu cara yang dapat membantu mengatasi sakit perut setelah makan pedas.

Terkadang, sakit perut bisa bertambah parah karena makanan pedas menyebabkan produksi asam lambung meningkat. Teh chamomile dapat membantu mencegah hal ini dengan menurunkan produksi asam lambung.

3. Menggunakan kompres hangat

Kompres hangat memang tidak mengatasi sakit perut secara langsung. Namun, sensasi hangat yang Anda rasakan akan mengalihkan Anda dari rasa sakit dan melemaskan otot-otot saluran pencernaan.

Anda dapat menggunakan kain lap yang dibasahi air hangat, botol berisikan air hangat, atau heating pad. Tempelkan pada perut saat sakit mulai terasa, tapi jangan menggunakannya terlalu lama agar kulit iritasi.

4. Mengonsumsi makanan dan minuman pelarut capsaicin

minum susu setelah minum obat

Salah satu cara terbaik untuk mengatasi perut sakit setelah makan pedas adalah dengan menghilangkan penyebabnya, yakni capsaicin.

Untuk mengurangi efek capsaicin pada tubuh, Anda perlu mengonsumsi makanan dan minuman yang dapat melarutkannya.

Capsaicin larut dalam lemak. Jadi, Anda dapat melarutkannya dengan susu full-fat, yogurt, selai kacang, atau sedikit minyak zaitun. Roti dan nasi tidak bisa melarutkan capsaicin, tapi keduanya mampu menyerap senyawa ini dengan baik.

5. Minum campuran lemon dan madu

Jika makan pedas membuat Anda sakit perut, cobalah untuk meminum campuran lemon dan madu. Campuran ini juga dapat meredakan pedas pada mulut.

Madu mengandung butiran gula alami yang menyerap capsaicin, sementara lemon yang bersifat asam dapat menetralisasi capsaicin dengan cara mengikat molekulnya. Namun, berhati-hatilah jika Anda memiliki penyakit lambung.

Beberapa cara di atas dapat membantu Anda mengatasi perut sakit setelah makan pedas. Akan tetapi, makan pedas secara berlebihan tetap tidak disarankan karena dapat menimbulkan dampak jangka panjang pada lambung.

Jika rasa sakit pada perut Anda tidak juga berkurang, segera periksakan diri Anda ke dokter. Kondisi ini mungkin menandakan gangguan kesehatan serius yang membutuhkan penanganan segera.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengapa Perut Terasa Mulas Setelah Makan Pedas?

Makanan pedas dapat menimbulkan berbagai efek pada sistem pencernaan, termasuk mulas atau sakit perut. Kenapa perut bisa sakit setelah makan pedas?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 20 Mei 2019 . Waktu baca 4 menit

Meski Bikin Perut Panas, Makan Sambal Ternyata Menyimpan 4 Manfaat Menakjubkan Ini!

Bagi sebagian orang, makan sambal sering kali memicu sakit perut kalau dimakan kebanyakan. Tapi siapa sangka, ada banyak manfaat sambal bagi kesehatan, lho!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Fakta Unik 28 Februari 2019 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Cabe Rawit Lebih Pedas Daripada Cabe Merah Biasa?

Kurang lengkap rasanya kalau ngemil gorengan tanpa ditemani cabe rawit. Tahukah Anda kenapa cabe rawit rasanya lebih pedas daripada cabe merah biasa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Februari 2019 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Hidung Sering Ingusan Saat Makan Makanan Pedas?

Anda penggemar berat makanan pedas? Saat menikmati makanan ini, hidung pasti jadi meler. Kenapa hidung jadi ingusan saat makan makanan pedas?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Fakta Unik 3 Februari 2019 . Waktu baca 2 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perut panas setelah makan; perut perih setelah makan; perut mulas

Perut Panas dan Ulu Hati Sakit Setelah Makan? Begini Mengatasinya

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
manfaat obat kumur

Ini Manfaat Obat Kumur untuk Para Pecinta Makanan Pedas

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 16 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit
sakit perut setelah buka puasa

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 7 Mei 2020 . Waktu baca 3 menit
bumbu balado

3 Resep Masakan Bumbu Balado yang Sehat dan Menggoyang Lidah

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 14 Agustus 2019 . Waktu baca 6 menit