Saat Demam Sebaiknya Kompres Dingin atau Hangat?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Demam adalah salah satu gejala yang sangat umum dari berbagai penyakit. Bahkan, hampir setiap orang pernah mengalami demam. Gejala ini juga sudah diketahui sejak berabad-abad lalu. Maka, tak heran jika penanganan demam pun sudah menjadi tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Mungkin salah satu cara menurunkan demam yang biasa dilakukan oleh keluarga Anda adalah dengan menempelkan kompres pada dahi. Tapi, mana yang lebih baik? Kompres dingin atau hangat?

Kompres dingin lebih sering digunakan oleh banyak orang untuk mengatasi demam tinggi. Diharapkan suhu dingin dari kompres bisa menyerap panas dari tubuh sehingga demam lebih cepat turun. Namun, tahukah Anda bahwa kompres dingin bisa jadi malah memperparah demam? Ingat, Anda perlu berhati-hati dalam menangani demam. Penanganan yang keliru bisa berakibat fatal. Jadi penting bagi Anda untuk menyimak baik-baik informasi seputar kompres demam di bawah ini.  

Mengapa tubuh bisa demam?

Demam ditandai dengan suhu tubuh yang meningkat, badan menggigil atau berkeringat, lemas, sakit kepala, dan nyeri otot. Pada bayi dan anak-anak, demam biasanya muncul saat suhu tubuh lebih dari 37 derajat Celsius. Sementara itu, orang dewasa akan terserang demam ketika suhu tubuh mencapai kira-kira 38 sampai 39 derajat Celsius.

Anda akan demam jika ada infeksi dalam tubuh yang disebabkan oleh virus atau bakteri. Biasanya virus dan bakteri akan berkembang biak dengan sangat pesat dalam tubuh pada suhu 37 derajat Celsius. Untuk mempertahankan diri dan mencegah perkembang biakan virus dan bakteri ini, suhu tubuh pun akan meningkat. Maka, demam merupakan pertanda bahwa tubuh sedang melawan infeksi.  

Umumnya, penyakit yang menyebabkan muncul demam adalah flu, radang tenggorokan, sinusitis, radang paru, tuberkulosis, dan infeksi saluran kencing. Beberapa penyakit berbahaya lain yang bisa mengakibatkan demam adalah demam berdarah, malaria, radang selaput otak (meningitis), dan HIV. Demam juga bisa muncul ketika anak habis menjalani imunisasi atau giginya mau tumbuh. Maka, jika Anda atau anak Anda mengalami demam, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk mencari tahu sumber penyakitnya sehingga bisa ditangani dengan baik.

Sebaiknya kompres dingin atau hangat?

Hati-hati kalau ingin memberikan kompres penurun demam. Biasanya jika Anda atau anak Anda demam, Anda akan dikompres dengan es batu yang dibungkus kain atau dengan kain yang sudah dicelupkan dalam air dingin. Ternyata, cara tradisional ini merupakan cara yang salah untuk menurunkan demam. Dokter dan tenaga kesehatan di seluruh dunia tidak menganjurkan Anda untuk memberikan kompres dingin pada orang yang sedang demam. Kompres dingin biasanya manjur untuk meredakan nyeri otot, bukan untuk menurunkan demam.

Saat Anda demam, tubuh jadi panas karena memang hal tersebut merupakan reaksi alamiah yang diperlukan oleh tubuh Anda dalam mempertahankan diri. Jika Anda menempelkan kompres dingin, tubuh justru akan menerjemahkannya sebagai ancaman terhadap proses melawan infeksi. Akibatnya, tubuh akan semakin meningkatkan suhunya dan demam pun jadi semakin parah. Selain itu, kompres dingin juga berisiko menurunkan suhu tubuh secara tiba-tiba. Hal ini akan memicu badan jadi menggigil. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda menghindari kompres dingin saat demam, apalagi mandi air dingin.  

Jika demam yang menyerang sudah cukup tinggi dan Anda jadi sulit tidur atau merasa sangat tidak nyaman, sebaiknya bantulah dengan kompres hangat. Namun, pastikan bahwa suhunya tidak terlalu panas. Kain yang dibasahi dengan air suam-suam kuku sudah cukup untuk membantu mengendalikan demam. Kompres hangat memicu produksi keringat sehingga suhu tubuh akan menurun secara alamiah dari dalam. Selain itu, kompres hangat mampu membantu melancarkan aliran darah dan membuat Anda lebih nyaman.

Cara lain untuk menurunkan demam

Perlu diingat bahwa kompres dingin atau hangat bukanlah metode yang dianjurkan dokter untuk menurunkan demam. Kompres hanya akan membantu Anda merasa lebih nyaman ketika demam menyerang. Cara terbaik untuk menurunkan demam yaitu mengobati penyakit yang menjadi penyebab demam. Maka, Anda sebaiknya selalu berkonsultasi pada dokter jika Anda atau anak Anda diserang demam. Setelah itu, ikuti saran dokter dan minumlah obat-obatan yang diresepkan dokter Anda.

Beberapa trik lain untuk membantu Anda merasa lebih baik saat demam adalah banyak minum air putih, menjaga suhu ruangan agar tidak terlalu panas atau dingin, dan makan yang cukup. Selain itu, jangan mengenakan pakaian atau selimut yang terlalu tebal. Kenakan satu lapis pakaian saja yang tipis dan mampu menyerap keringat. Jika Anda menyelimuti diri dengan kain tebal, panas tubuh justru akan semakin terperangkap di dalam sehingga demam pun tak kunjung reda.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit