6 Penyakit yang Mungkin Terjadi Akibat Berbagi Barang Pribadi

Oleh

Tanggal update April 21, 2020
Bagikan sekarang

Banyak dari kita yang mungkin telah terbiasa berbagi barang-barang pribadi, bisa dengan saudara, teman, atau bahkan dengan orang yang tidak Anda kenal, termasuk barang yang dipakai di tempat umum. Barang pribadi ini bisa berupa handuk, pakaian, sepatu, dan benda-benda lain yang digunakan di tubuh.

Sebaiknya mulai sekarang Anda batasi kebiasaan memakai barang pribadi secara bersama. Mengapa? Karena hal ini dapat menyebabkan Anda tertular dengan berbagai penyakit kulit yang tidak tahu dari mana asalnya.

Apa saja penyakit kulit yang dapat muncul akibat berbagi barang?

Beberapa penyakit kulit dapat disebabkan oleh pemakaian barang-barang pribadi secara bersama, adalah:

1. Kutu rambut

Kutu rambut merupakan serangga kecil yang hidup pada kulit kepala dan rambut. Kutu rambut dewasa bertelur pada akar rambut di mana mereka menjadi melekat erat. Kutu rambut mungkin tidak terlihat, tetapi telur dapat dilihat menempel pada rambut. Kutu rambut dapat ditularkan melalui berbagi barang-barang pribadi, seperti topi, sisir, tempat tidur, atau pakaian. Kutu rambut tidak dapat melompat atau terbang. Sebaiknya jaga kesehatan rambut Anda dengan mencucinya secara teratur untuk menghindari berkembangnya kutu rambut.

2. Kudis

Kudis merupakan infeksi pada kulit yang disebabkan oleh tungau, yaitu serangga kecil dari keluarga laba-laba. Tungau dapat berpindah karena kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. Tungau dapat hidup hanya beberapa hari pada tubuh dan tidak dapat loncat atau terbang. Tanda-tanda dari kudis adalah munculnya ruam dan sangat gatal, biasanya pada malam hari. Pada anak-anak, biasanya ruam muncul di kepala, leher, telapak tangan, telapak kaki, dan di antara jari.

3. Kurap

Kurap merupakan infeksi jamur pada kulit. Kurap dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan kulit yang terinfeksi atau dengan benda yang terkontaminasi, seperti hewan, handuk, selimut, pakaian, tempat tidur, dan lainnya. Kurap pada kulit kepala dapat menyebabkan rambut rontok bahkan kebotakan.

4. Athlete’s foot

Athlete’s foot merupakan peradangan kulit yang biasanya terjadi pada jempol atau telapak kaki. Athlete’s foot dapat menyebabkan kaki gatal, terasa terbakar, dan nyeri.  Penyakit kulit ini dapat ditularkan melalui pemakaian alas kaki secara bergantian. Untuk mencegah  penyakit ini terjadi pada Anda sebaiknya jaga agar kaki selalu kering dengan menggunakan kaus kaki saat memakai sepatu.

5. Molluscum contagiosum

Molluscum contagiosum adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh virus. Virus ini menghasilkan lesi jinak atau benjolan yang muncul di permukaan kulit. Benjolan kecil yang dihasilkan biasanya tidak menimbulkan rasa sakit dan lama-kelamaan akan menghilang sendiri tanpa meninggalkan bekas. Virus molluscum contagiosum menyebar melalui kontak kulit dengan orang yang terinfeksi atau melalui kontak dengan benda yang terkontaminasi, seperti handuk, pakaian, dan peralatan olahraga. Anak kecil usia 1 sampai 10 tahun mudah untuk tertular virus ini, apalagi jika ia memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

6. Methicillin-resistant Staphylococcus aureus

Methicillin-resistant Staphylococcus aureus atau biasa disingkat dengan MRSA merupakan tipe bakteri yang sangat resisten terhadap antibiotik. MRSA sangat mudah ditularkan pada orang yang mempunyai sistem kekebalan tubuh yang lemah. MRSA merupakan salah satu infeksi kulit yang terlihat seperti jerawat, bisul, atau luka. Infeksi dapat menimbulkan rasa sakit, kemerahan, bengkak, dan mungkin bisa bernanah. Jika tidak segera diobati, maka dapat berkembang menjadi penyakit yang lebih serius. MRSA dapat ditularkan melalui kontak kulit dengan orang yang terinfeksi dan juga dapat ditularkan melalui kontak dengan permukaan benda yang terkontaminasi, seperti benda yang dipakai secara bersama.

Tips untuk menghindari penyakit kulit

Itulah mengapa kita sebaiknya menghindari berbagi barang-barang pribadi. Kebersihan diri harus diutamakan untuk dapat mencegah berbagai penyakit, terutama penyakit kulit. Selain menghindari pemakaian barang pribadi secara bersama, hal lain yang harus dilakukan untuk menghindari penyakit kulit adalah:

Cuci tangan

Hal yang mudah dilakukan tetapi jarang dipraktikkan oleh kita. Tanpa sadar mungkin kita telah kontak dengan benda-benda yang terkontaminasi dengan berbagai macam kuman. Untuk membunuh kuman-kuman tersebut, sebaiknya cuci tangan dengan air dan sabun. Dengan mencuci tangan, risiko penyebaran kuman dapat dikurangi. Selain cuci tangan sebelum dan sesudah makan, sebaiknya cuci tangan juga dilakukan setelah menggunakan kamar kecil, mengunjungi orang yang sakit menular, berada di luar ruang, dan setelah kontak dengan hewan.

Walaupun hand sanitizer banyak digunakan sebagai alternatif mencuci tangan belakangan ini, tetapi mengandung bahan kimia yang bisa mengiritasi kulit dan membuat kulit menjadi kering. Anda bisa gunakan hand sanitizer jika memang tidak ada pilihan lain untuk mencuci tangan.

Jaga selalu kebersihan diri

Dengan menjaga kebersihan diri, artinya kita juga mencegah diri kita dari berbagai macam penyakit. Kebersihan diri yang dimaksud seperti mandi dua kali sehari secara teratur, mencuci rambut secara teratur, menggunting kuku, memakai pakaian yang sudah dicuci sebelumnya, menjaga kebersihan barang-barang pribadi, dan hal lainnya yang dapat dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kebersihan diri.

Tutupi luka Anda

Jika Anda memiliki luka, sebaiknya tutupi dengan perban kering sampai sembuh. Jangan lupa untuk selalu mengganti perbannya, sebaiknya ikuti petunjuk dokter untuk merawat luka dengan tepat. Hindari juga kontak dengan luka atau peran orang lain.

BACA JUGA:

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Waspadai Ciri Scabies Berdasarkan Jenis dan Parahnya Gejala Kudis

    Scabies atau kudis merupakan penyakit kulit menular. Penting bagi Anda mengenali ciri dan gejala scabies (kudis) untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh Fidhia Kemala

    5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

    Penyebab mulut terasa pahit saat puasa biasanya tidak berbahaya. Bisa jadi, mulut terasa pahit karena Anda lalai melakukan hal yang satu ini! Apa ya?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Ajeng Quamila
    Hari Raya, Ramadan Mei 19, 2020

    Ciri-Ciri Cacar Api yang Wajib Dikenali, Jika Anda Sudah Pernah Kena Cacar Air

    Ciri-ciri cacar api memiliki pola penyebaran lenting yang berbeda dengan cacar air. Gejala cacar api juga disertai nyeri pada kulit.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh Fidhia Kemala

    Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

    Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
    Hari Raya, Ramadan Mei 17, 2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    Kapan Harus Menggunakan Obat Anti Jamur Saat Muncul Gatal pada Kulit?

    Kapan Harus Menggunakan Obat Anti Jamur Saat Muncul Gatal pada Kulit?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh Willyson Eveiro
    Tanggal tayang Mei 22, 2020
    6 Bahan Alami yang Bisa Dimanfaatkan untuk Obat Kudis Tradisional

    6 Bahan Alami yang Bisa Dimanfaatkan untuk Obat Kudis Tradisional

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh Fidhia Kemala
    Tanggal tayang Mei 22, 2020
    Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

    Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh Fidhia Kemala
    Tanggal tayang Mei 21, 2020
    Waspadai Penyebab Cacar Air dan Berbagai Faktor Risikonya

    Waspadai Penyebab Cacar Air dan Berbagai Faktor Risikonya

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh Fidhia Kemala
    Tanggal tayang Mei 20, 2020