Cara Membuat Rendaman Air Cuka untuk Atasi Jamur Hingga Bau Kaki

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 17 Mei 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Merendam kaki dengan air hangat mungkin sudah biasa Anda dengar, tapi bagaimana dengan air cuka untuk rendaman kaki? Katanya, cara ini dipercaya mampu menjaga kesehatan kaki. Apa benar?

Manfaat air cuka untuk merendam kaki

Ternyata, air cuka memiliki berbagai manfaat. Salah satunya untuk merendam kaki Anda.

Sifat asam pada cuka diketahui mampu menangkal serangan jamur, bakteri, dan berbagai mikroba berbahaya.

Itu sebabnya, banyak yang meyakini bahwa merendam kaki dalam air dan cuka dapat membuat Anda terlindung dari penyakit akibat infeksi.

Cara membuat rendaman air cuka untuk kaki

Membuat rendaman air cuka untuk kaki Anda tidaklah sulit. Bahan utama yang Anda perlukan hanyalah air bersih dan cuka.

Selain itu, beberapa orang juga gemar menambahkan cuka apel untuk mengatasi penyakit kulit tertentu. Berikut adalah cara membuat rendaman air cuka berdasarkan manfaatnya:

1. Menjaga kesehatan kulit

merendam kaki pakai garam

Rendaman air cuka cocok untuk menjaga kesehatan kulit dan mencegah penyakit, termasuk kaki Anda.

Cukup siapkan alat dan bahan berupa ember plastik, air hangat, dan cuka. Kemudian, ikuti langkah berikut:

  • Isi ember dengan dengan 240 ml cuka
  • Tambahkan 500 ml air hangat
  • Tambahkan kembali cuka dan air hangat dengan perbandingan 1:2 hingga ember penuh
  • Campurkan air dan cuka hingga merata

Rendam kaki Anda selama 10-20 menit dalam air cuka. Ulangi langkah ini setiap hari untuk mencegah infeksi jamur maupun bakteri.

2. Mengatasi infeksi jamur pada kulit kaki

gatal di kaki

Infeksi jamur pada kaki dapat menyebabkan ruam, gatal, dan sensasi terbakar pada kulit.

Pertumbuhan jamur juga dapat menyebar dan menginfeksi kuku kaki. Jika tidak ditangani, infeksi jamur bahkan dapat menyebabkan kulit kaki mengelupas.

Rendaman air cuka dapat digunakan untuk mengatasi infeksi jamur kaki yang ringan. Caranya, campurkan cuka apel dan air dengan perbandingan 1:1 hingga ember penuh.

Lalu, rendam kaki Anda selama 10-15 menit setiap hari. Lakukan rutinitas ini hingga kondisi kaki membaik, yakni sekitar 2-3 minggu.

3. Mengatasi bau kaki

Bau tidak sedap pada kaki disebabkan oleh pertumbuhan bakteri. Merendam kaki dalam air cuka dapat mengurangi bau kaki karena cuka berperan sebagai disinfektan yang membasmi pertumbuhan bakteri.

Cara membuat rendaman air cuka untuk bau kaki sama dengan cara membuatnya untuk menjaga kesehatan kulit (poin 1).

Cuci kaki Anda dengan air dan sabun, lalu rendam kaki Anda selama 10-20 menit. Cuci kembali kaki Anda dengan air dan sabun agar kulit kaki kembali bersih.

menghilangkan bau kaki

4. Mengatasi kulit kaki kering

Rendaman air cuka juga dapat digunakan untuk mengatasi kulit kaki kering dan pecah-pecah. Namun, Anda sebaiknya tidak terlalu sering melakukannya karena dapat menyebabkan kulit kaki bertambah kering.

Berikut langkah-langkah yang perlu Anda lakukan:

  • Tuangkan 120 ml cuka ke dalam ember plastik berukuran sedang
  • Tambahkan air dingin hingga ember penuh
  • Rendam kaki Anda selama 45 menit
  • Gosok kaki Anda dengan sikat khusus untuk membuang lapisan kulit mati pada kaki

Manfaat rendaman air cuka untuk mengatasi masalah kaki memang belum sepenuhnya didukung oleh penelitian ilmiah.

Meski demikian, tidak ada salahnya memilih air cuka sebagai metode alami untuk memelihara kesehatan kaki Anda.

Tetaplah berhati-hati saat menggunakan cuka dan jangan berlebihan dalam menggunakannya.

Jika infeksi tidak membaik, kulit menjadi kering dan pecah-pecah, atau infeksi menyebar, hentikan penggunaan dan periksakan kondisi Anda ke dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Cuka Ampuh untuk Membersihkan Peralatan Rumah Tangga?

Selain penyedap makanan, cuka juga sering direkomendasikan sebagai bahan pembersih. Namun, ampuhkah cuka untuk membersihkan peralatan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Tips Sehat 6 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit

4 Kiat Jitu Mengatasi Kulit Kaki Melepuh Akibat Keseringan Pakai Sepatu

Kulit pada kaki yang melepuh akibat pemakaian sepatu memang mengganggu. Nah, ini dia cara mengatasi dan mencegah kaki melepuh yang dapat dicoba di rumah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Tips Sehat 30 Mei 2019 . Waktu baca 4 menit

Kaki Tiba-tiba Melemah dan Mati Rasa? Waspada Kemungkinan Mengalami Kaki Charcot

Selain kaki diabetes, masalah lain yang juga sering dialami para diabetesi yakni kaki Charcot. Lantas, apa saja gejala dan bagaimana pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 30 Januari 2019 . Waktu baca 4 menit

Mengatasi Masalah Kaki Bau, Gatal, dan Kering Dengan Cuka Apel

Tidak usah merogoh kocek dalam-dalam buat merawat kaki di salon atau spa. Racik sendiri rendaman cuka apel untuk kaki bau dan berjamur di rumah!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dermatologi, Health Centers 14 Januari 2019 . Waktu baca 2 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bau kaki

Penyebab Bau Kaki Tidak Sedap (dan Cara Mengusirnya)

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Mungkinkah COVID Toes atau Lesi pada Kaki Jadi Gejala Baru Coronavirus?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 30 April 2020 . Waktu baca 5 menit
cuka apel perut kembung

Benarkah Cuka Apel Bisa Membantu Mengatasi Perut Kembung?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit
cuka apel untuk jerawat

Benarkah Cuka Apel Efektif dan Aman untuk Mengobati Jerawat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2019 . Waktu baca 7 menit