Manfaat Gula Jawa, Si Manis yang Menyehatkan

Oleh

“Gula manis gula jawa, habis nangis ketawa.” Zaman kecil dulu, Anda mungkin sering mendengar slogan konyol seperti itu. Ya, selain manfaat gula jawa sebagai bahan masakan tradisional dengan cita rasanya yang manis, mitosnya, makan gula jawa juga bisa membuat badan lebih berenergi? Benarkah? Baiknya, Anda simak dulu penjelasan di bawah ini.

Asal usul dan manfaat gula jawa

Gula jawa adalah gula yang dibuat dari pohon palma. Gula jawa berwarna kekuningan atau kecokelatan dengan rasa manis nira kelapa. Disebut gula jawa karena banyak dibuat oleh para pengrajin yang kebanyakan dari pulau Jawa, dan dibentuk menjadi setengah lingkaran, batok,  atau tabung, seperti yang sudah biasa Anda lihat.

Gula jawa merupakan salah satu jenis dari gula merah. Gula ini terbuat dari jenis pohon kelapa palma (dalam bahasa Inggris disebut palm sugar) yang disadap getahnya dari kuncup bunga pohon kelapa tersebut. Setelah getah didapat, cairan tersebut dimasak hingga mengental lalu dicetak ke dalam batok kelapa atau cetakan kecil bentuk bulat.  

Gula jawa dikenal sebagai gula alami karena pengolahannya yang masih dibuat secara tradisional (khususnya di Indonesia) tanpa campuran bahan kimia di dalamnya.

Gizi yang terkandung dalam gula jawa

Gula jawa tak bisa jadi sumber gizi yang utama bagi tubuh. Tetapi, dibandingkan pemanis lainnya, gula jawa tidak kalah sehat dan bermanfaat daripada pemanis lain, contohnya dibandingkan dengan gula pasir. Manfaat gula jawa di dapat dari kandungan vitamin C, kalium, fosfor, magnesium, kalsium, dan zat besi di dalamnya. Manfaat gula jawa lainnya adalah kandungan sejumlah zat fitonutrien, seperti polifenol, flavonoid dan antosianin, serta antioksidan. Zat-zat fitonutrien tersebut dapat meningkatkan kekebalan tubuh, membuat tubuh lebih berenergi, serta bisa menangkal sel kanker.

Lebih baik mana dengan gula pasir biasa?

Setiap pemanis yang diserap tubuh pastinya memiliki indeks glikemik. Indeks glikemik adalah skala untuk mengukur seberapa cepat karbohidrat yang dikonsumsi meningkatkan glukosa dalam darah Anda. Makanan yang indeks glikemiknya tinggi akan berdampak lebih besar pada meningkatnya gula darah Anda.

Rentang skala yang digunakan untuk mengukur indeks glikemik adalah 1-100. Indeks yang berada di bawah 55 dianggap tidak begitu memengaruhi gula darah tubuh, namun jika lebih tinggi kemungkinan lebih tidak sehat.

Mengenai indeks glikemik gula jawa, seperti dilansir dari Philippine Food and Nutrition Research Institute menemukan, gula kelapa merah atau gula jawa memiliki indeks glikemik rendah sebesar 35. Penelitian ini dilakukan pada 10 orang responden. Hampir dua kali berbeda dengan nilai indeks glikemik gula pasir yaitu 64, yang berarti mendekati indeks glikemik tinggi (>70).

Selain nilai indeks glikemik yang rendah, gula merah kelapa juga mengandung sejumlah zat gizi yang tidak terdapat atau sangat sedikit terdapat dalam gula pasir. Gula merah kelapa juga mengandung sejumlah asam amino dan vitamin. Jadi, lebih aman dan bermanfaat gula jawa dibandingkan gula pasir.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca