Jenis-jenis Masker untuk Menjaga Kesehatan Anda

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Penggunaan masker kian marak setelah WHO mengumumkan wabah novel Coronavirus 2019 (2019-nCoV) sebagai darurat global. Upaya ini dinilai mampu membantu mencegah penyebaran virus corona. Meski begitu, banyak jenis masker yang tersedia dengan fungsi dan kegunaannya masing-masing.

Sebelum menentukan pilihan, kenali beberapa jenis dan fungsi masker berikut ini agar tidak salah pilih.

Mengenal berbagai jenis masker

masker coronavirus

Anda mungkin kerap menggunakan masker saat bepergian untuk menghindari polusi. Para dokter juga menggunakan masker ketika melakukan pembedahan. 

Meski serupa, beberapa jenis masker rupanya memiliki fungsi dan manfaat spesifik yang berbeda.

Dilansir dari United State Food and Drug Administration, jenis masker yang akan dijelaskan berikut ini merupakan alat perlindungan diri yang dikenakan di wajah. Fungsinya untuk menghalangi cairan atau partikel udara yang mengontaminasi wajah.

Berikut ini adalah beberapa jenis masker berikut fungsi dan manfaatnya.

Masker bedah

Masker bedah atau prosedur medis sekali pakai biasanya berwarna hijau atau biru. Masker ini umumnya dipakai oleh dokter saat hendak melakukan pembedahan/prosedur medis.

Fungsi dari jenis masker ini adalah untuk mencegah air liur atau batuk mengontaminasi area operasi yang steril.

Masker kain

Umumnya, masker ini bisa dicuci dan digunakan kembali. Masker ini sangat umum digunakan di negara-negara Asia.

Studi menunjukkan tidak ada bukti bahwa jenis masker ini memiliki manfaat untuk pencegahan penyakit.

Masker jenis ini malah dianggap berbahaya karena orang cenderung jarang mencucinya. Masker kain juga mudah basah dan lembap yang membuatnya menjadi tempat yang baik untuk kuman berkembang biak.

Masker kertas sekali pakai

Jenis masker ini biasanya berwarna putih. Bahannya pun umumnya kasar seperti kertas.

Hingga saat ini, belum ada penelitian yang memaparkan dengan jelas manfaat dari kegunaan masker ini.

Masker respirator N95

Respirator, atau disebut juga masker respirator N95, dirancang untuk melindungi pemakainya dari partikel kecil di udara yang mungkin mengandung virus.

Sebutan N95 berarti masker mampu menyaring 95% partikel sekecil 0,3 mikron dari udara.

Virus pada keluarga coronavirus memiliki ukuran yang cukup besar (setidaknya menurut standar virus), dengan ukuran rata-rata sedikit di atas 0,1 mikron. Jadi secara teoretis, beberapa partikel virus masih bisa menembus masker respirator N95.

Masker respirator N95 tidak dirancang untuk anak-anak atau orang dengan rambut di wajah. Menggunakannya kepada golongan ini mungkin tidak akan memberikan perlindungan penuh. 

Pastikan Anda menggunakan masker ini dengan benar. Seperti yang disebutkan New York State Department of Health, masker harus menutupi hidung dan mulut untuk menjaga Anda menghirup jamur dan debu, serta partikel lainnya. 

Apakah masker efektif untuk pencegahan penyakit?

manfaat menggunakan masker saat berkendara

Healthline mengungkap beberapa hasil penelitian yang menemukan manfaat di balik penggunaan masker. 

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di International Journal of Infection menyebut bahwa masker yang digunakan dengan baik dapat secara efektif mencegah penyebaran virus. 

Penelitian lain yang dipublikasikan Annals of Internal Medicine melaporkan hal serupa. Studi tersebut meneliti 400 orang dengan flu. Hasilnya, anggota keluarga yang sering mencuci tangan dan menggunakan masker menurunkan risiko terkena flu hingga 70 persen. 

Jika digunakan dengan benar, masker operasi, masker kertas sekali pakai, dan masker kain dapat membantu memblokir tetesan partikel besar, percikan, semprotan yang mungkin mengandung bakteri atau virus. Ketiganya juga membantu mengurangi paparan air liur dan pernapasan Anda terhadap orang lain.

Meski begitu, ketiga jenis masker tersebut tidak mampu menyaring partikel yang sangat kecil di udara yang dapat ditularkan melalui batuk, bersin, atau prosedur medis tertentu. 

Bentuknya yang longgar juga membuat ketiga jenis masker di atas memberikan perlindungan optimal dari kuman.

Ketiga masker itu tidak dapat digunakan lebih dari sekali. Jika rusak atau kotor, Anda harus menggantinya dengan yang baru. 

Siapa yang perlu menggunakan masker?

Penting pula untuk menyadari siapa yang harus menggunakan masker. Pusat pengendalian dan pencegahan penyakit, Amerika Serikat, CDC mengingatkan bahwa masker operasi di desain untuk mencegah petugas kesehatan mengontaminasi daerah operasi yang steril dari liur dan bersin.

Artinya, yang seharusnya menggunakan masker operasi adalah mereka yang sudah terbukti sakit. Orang sakit yang mengenakan masker operasi dapat mencegah kuman menyebar ke udara akibat air liur atau bersinnya.

Cara ini juga terbukti mengurangi angka penyebaran infeksi sampai 80 persen.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 31, 2020 | Terakhir Diedit: Februari 4, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca