5 Rahasia Memilih Cokelat yang Sehat

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/01/2017 . 5 menit baca
Bagikan sekarang

Cokelat merupakan salah satu makanan yang banyak disukai oleh semua orang dari semua kalangan, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Rasanya yang manis dan khas membuatnya cocok untuk ditambahkan dalam makanan atau dibuat minuman. Cokelat juga cocok untuk dimakan kapan saja, saat sedih maupun senang. Cokelat memberi kepuasan sendiri bagi siapapun yang mengonsumsinya.

Namun, hati-hati bagi Anda penggemar cokelat, sebaiknya pilih cokelat yang baik untuk kesehatan. Ada berbagai jenis cokelat di dunia ini dan cokelat tertentu dapat memberi manfaat kesehatan bagi Anda.

Manfaat cokelat bagi kesehatan

Seperti dilansir dari WebMD, Mee Young Hong, PhD, seorang profesor ilmu olahraga dan nutrisi di San Diego State University menyebutkan bahwa untuk kesehatan tubuh kita, dark chocolate atau cokelat hitam lebih baik daripada cokelat putih. Hong membandingkan antara cokelat putih yang tidak mengandung kakao padat dengan cokelat hitam yang mengandung 70% kakao. Tentu yang mengandung banyak kakao lebih baik daripada yang tidak sama sekali karena kakao padat mengandung senyawa yang disebut dengan flavonol, yang mempunyai fungsi sebagai antioksidan dan juga antiperadangan.

Dengan melakukan percobaan pada 31 orang selama 15 hari, Hong menemukan bahwa orang yang mengonsumsi cokelat hitam mempunyai kadar gula darah yang lebih rendah. Hal ini terjadi karena kandungan antioksidan dalam cokelat hitam membantu tubuh menggunakan insulin lebih efisien untuk mengontrol kadar gula darah. Kelompok yang mengonsumsi cokelat hitam juga ditemukan memiliki kolesterol jahat lebih rendah sebesar 20%. Selain itu, penelitian lain juga membuktikan bahwa cokelat hitam dapat menurunkan tekanan darah.

Jadi, sudah jelas bukan bahwa cokelat hitam lebih menyehatkan daripada jenis cokelat lainnya. Agar Anda lebih mengetahui lagi bagaimana cara memilih cokelat yang sehat, sebaiknya ikuti tips berikut ini.

Bagaimana cara memilih cokelat yang sehat?

Beragam jenis cokelat dengan beragam merek yang tersedia di mana-mana mungkin membuat Anda bingung ketika ingin membeli cokelat. Berikut ini merupakan tips yang bisa Anda lakukan ketika ingin memilih cokelat.

1. Pilih cokelat hitam

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, cokelat hitam terbukti lebih menyehatkan dibandingkan dengan cokelat putih. Kandungan flavonol dalam cokelat hitam membuatnya bermanfaat untuk kesehatan. Semakin gelap warna cokelat, semakin baik untuk dipilih.

2. Pilih cokelat dengan kandungan kakao 60% atau lebih

Untuk mendapatkan keuntungan dari cokelat hitam, pilihlah cokelat hitam dengan kandungan kakao minimal 60% atau lebih. Walaupun biasanya orang beranggapan bahwa cokelat yang mengandung kakao 85% memiliki rasa yang pahit. Antioksidan dan kandungan gizi lainnya yang terdapat di cokelat sebenarnya didapatkan dari biji kakao, di mana cokelat terbuat.

3. Sebaiknya jangan pilih “dutch chocolate” atau yang diproses dengan alkali

Metode yang digunakan untuk memproses biji kakao mentah menjadi cokelat mempengaruhi kandungan flavonol dalam produk akhir cokelat. Cokelat yang diproses dengan alkali mengandung lebih sedikit flavonol. Pembuatan cokelat dengan proses alkali ini juga biasa disebut dengan “dutching”. Oleh karena itu, sebaiknya pilih cokelat yang tidak diproses dengan alkali atau “dutching”.

4. Pilih cokelat dengan kandungan utama cocoa butter atau cocoa liquor

Cokelat dengan kandungan utama cocoa butter atau cocoa liquor mengandung lebih banyak cokelat dibandingkan dengan gula atau bahan tambahan lain. Cokelat dengan kandungan utama cocoa butter menjadi pilihan yang lebih baik. Sebaiknya hindari cokelat dengan kandungan utama gula, karena cokelat ini dapat membahayakan kesehatan Anda jika dimakan terlalu banyak. Juga, sebaiknya pilih cokelat yang tidak banyak mengandung bahan tambahan, seperti fruktosa, sirup jagung, dan lemak yang terhidrogenasi (hydrogenated fats).

5. Baca informasi nilai gizi

Anda dapat mengetahui informasi kandungan gizi cokelat seperti yang sudah dijelaskan di atas dari informasi nilai gizi yang terdapat dalam setiap kemasan cokelat. Oleh karena itu, sebaiknya perhatikan informasi nilai gizi sebelum Anda memilih cokelat.

Agar lebih sehat, dalam mengonsumsi cokelat sebaiknya tidak dikombinasikan dengan susu. Minum susu sambil makan cokelat dapat menghambat penyerapan antioksidan yang terkandung dalam cokelat. Hal ini terjadi karena kandungan lemak yang tinggi dalam susu dapat menghambat penyerapan antioksidan dalam tubuh.

Selain itu, sebaiknya konsumsi cokelat dalam jumlah kecil. Konsumsi sekitar 15-30 gram cokelat dalam satu kali makan sepertinya sudah cukup bagi Anda. Jangan lupa juga untuk melakukan olahraga teratur untuk menyeimbangkan energi yang masuk dengan energi yang keluar.

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Bakwan―gorengan khas Indonesia ini memang enak dan gurih. Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan lebih sehat. Simak resep membuat bakwan sehat berikut.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020 . 5 menit baca

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Nutrisi, Berat Badan Ideal, Hidup Sehat 28/05/2020 . 14 menit baca

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . 4 menit baca

4 Pilihan Menu Buka Puasa Bagi Anda yang Punya Sakit Maag

Orang yang memiliki penyakit maag perlu memperhatikan asupan makanannya saat berbuka puasa. Lantas, apa saja menu buka puasa untuk penderita maag?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 04/05/2020 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

kacang almond

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 menit baca
ikan dori

Kandungan Nutrisi dan Manfaat Ikan Dori Lokal (Patin), Plus Resep Sehatnya untuk Variasi Menu Makan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 6 menit baca
frozen yogurt vs es krim sehat mana

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . 5 menit baca
resep sorbet

Dua Resep Sorbet, Camilan Segar Sehat yang Mudah Dibuat

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . 5 menit baca