home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apakah Cokelat Termasuk Makanan Sehat? Simak Faktanya!

Apakah Cokelat Termasuk Makanan Sehat? Simak Faktanya!

Jika ditambahkan cokelat, berbagai macam makanan dan minuman akan berasa lebih lezat. Cokelat yang dimakan begitu saja pun cukup menggugah selera. Tapi, bukankah makan cokelat bisa bikin gemuk? Simak fakta cokelat berikut ini!

Segala hal yang perlu Anda tahu tentang cokelat

makan cokelat baik untuk penderita jantung

Fakta 1: Asal muasal cokelat

Cokelat berasal dari buah pohon kakao. Buahnya memiliki bentuk yang unik seperti bola. Di dalamnya terdapat biji cokelat. Nah, biji cokelat inilah yang nantinya akan dikeringkan, difermentasi, dibersihkan, dan diolah hingga menjadi cokelat yang Anda makan.

Fakta 2: Cokelat dapat menangkal radikal bebas

Cokelat hitam ternyata mengandung banyak sekali flavonoid. Kandungan flavonoid pada cokelat ini bertindak sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas dalam tubuh.

Dengan ditangkalnya radikal bebas tersebut, daya tahan tubuh dapat meningkat dan tubuh dapat terlindungi dari penyakit, terutama penyakit kanker. Antioksidan pada cokelat juga dapat membantu memperlambat terjadinya proses penuaan.

Fakta 3: Cokelat baik untuk kesehatan

Selain berfungsi sebagai antioksidan alami, ternyata fakta bahwa cokelat memiliki beragam manfaat bagi kesehatan tubuh pun benar adanya. Inilah yang membuat para ahli menganggap cokelat sehat dan baik untuk dikonsumsi.

  • Cokelat mengandung beragam jenis mineral yaitu magnesium, tembaga, kalium, dan kalsium. Zat gizi tersebut memiliki peran yang sangat baik bagi pembuluh darah. Cokelat hitam (dark chocolate) ternyata mengandung 36 mg magnesium per 100 kalori penyajian. Magnesium merupakan nutrisi yang sangat dibutuhkan untuk sintesis protein, relaksasi otot, dan untuk menghasilkan energi. Magnesium juga memiliki kemampuan untuk melindungi jantung dari denyut jantung yang tidak beraturan.
  • Kandungan mineral tembaga pada cokelat juga sangat berguna untuk pemindahan zat besi pada tubuh, metabolisme glukosa, pertumbuhan anak-anak, dan perkembangan otak. Bila dibandingkan dengan susu cokelat, kandungan zat tembaga pada cokelat hitam ternyata lebih tinggi. Susu cokelat hanya mengandung zat tembaga sebesar 10 persen, sedangkan cokelat hitam mengandung sebanyak 31 persen.
  • Kalium pada cokelat ternyata juga dapat mengurangi risiko hipertensi (tekanan darah tinggi). Cokelat hitam mengandung sebanyak 114 mg kalium (atau sebanyak 2 persen dari Angka Kecukupan Gizi harian).
  • Cokelat hitam memiliki kandungan polifenol yang mampu menurunkan kadar tekanan darah. Kandungan antioksidan pada cokelat juga mampu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) yang dapat menurunkan risiko terkena penyakit jantung.
  • Flavonoid pada cokelat hitam ternyata juga mampu mengatur penyerapan karbohidrat pada saluran pencernaan, melindungi dan menjaga fungsi sel beta pankreas (yang sering kali terganggu pada mereka yang mengalami diatebes melitus tipe 2) dan meningkatkan kemampuan sensitivitas insulin. Adanya kadar insulin yang stabil, akan membuat kada glukosa dalam tubuh Anda stabil.

Selain manfaat-manfaat tersebut, ternyata cokelat hitam juga memiliki beberapa kemampuan unik lain di bawah ini.

  • Meningkatkan aliran darah ke otak dan jantung. Hal ini akan meningkatkan kemampuan berpikir Anda.
  • Ternyata, konsumsi cokelat dapat menimbulkan perasaan bahagia.
  • Cokelat juga dapat membuat kita menjadi lebih segar dan terjaga, karena cokelat juga memiliki kandungan kafein (walaupun dalam jumlah yang jauh lebih sedikit bila dibandingkan dengan kopi).

Fakta 4: Tidak semua jenis cokelat sehat dan bernutrisi

Di pasaran, cokelat dibedakan menjadi tiga golongan. Cokelat hitam, cokelat putih, dan cokelat susu. Dari ketiga golongan tersebut, cokelat hitam mengandung lemak dalam jumlah yang paling sedikit (28%).

Sementara itu, kandungan lemak pada cokelat putih ternyata paling tinggi, yaitu sebesar 30,9%. Untuk protein, cokelat putih memiliki kandungan protein yang paling tinggi, yaitu sebesar 8%.

Berdasarkan komposisinya, cokelat hitam juga tidak mengandung susu, atau hanya dalam jumlah yang sangat sedikit, berbeda dengan cokelat jenis lain yang umumnya sudah dicampurkan susu atau pemanis.

Jadi, cokelat itu sehat atau tidak?

Sebenarnya, cokelat memang memiliki banyak dampak positif bagi kesehatan tubuh Anda. Namun, Anda juga perlu mencermati komposisinya, terutama bila Anda malah mengonsumsi permen cokelat yang sudah dicampurkan berbagai bahan ke dalamnya.

Anda harus memerhatikan kandungan gula dan kalori pada cokelat tersebut. Adanya kandungan seperti ini malah akan berdampak buruk pada kadar gula darah Anda, khususnya bagi mereka yang mengalami penyakit diabetes.

Sebagai fakta, cokelat itu sehat bila Anda memilih jenis yang tepat, misalnya cokelat hitam rendah lemak.

Jangan lupa juga porsinya. Tidak perlu makan cokelat hingga berlebihan guna mendapatkan manfaatnya bagi kesehatan. Makan secukupnya saja, tetapi secara rutin.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Katz D, Doughty K, Ali A. Cocoa and Chocolate in Hunam Health and Disease. Antioxidants and Redox Signalling. 2011 (10): 2779-2811

Afoakwa EO. Cocoa and chocolate consumption – Are there aphrodisiac and other benefits for human health? . S Afr J Clin Nutr. 2008 (13): 107-112

Ramos S, Martin M, Goya L. Effects of Cocoa Antioxidants in Type 2 Diabetes Mellitus. 2017: 1-16

Charles R. All About Chocolate. 1-13

Haritha K, Kalyani L, Rao L. Health benefits of Dark Chocolate. Journal of Advanced Drug Delivery. 2014 (4): 184-195

Foto Penulis
Ditulis oleh dr. Ivena Diperbarui 03/06/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x