Memelihara Anjing atau Kucing Punya Manfaat Kesehatan yang Berbeda

Oleh

Tanggal update April 20, 2020
Bagikan sekarang

Memelihara kucing atau anjing tentu menyenangkan. Selain selalu punya teman setia, hewan berbulu ini bisa membuat hari-hari di rumah jadi lebih berwarna. Bahkan, juga membuat Anda lebih aktif di rumah tak tidak sekadar bermalas-malasan.

Bagaimana tidak? Di pagi hari, Anda mungkin tidak hanya menyiapkan sarapan untuk diri sendiri, tapi juga untuk kucing atau anjing peliharaan Anda. Belum lagi Anda harus membersihkan kotoran atau kekacauan yang dibuat mereka di dalam rumah.

Kadang menyebalkan, tapi mereka juga membuat Anda jadi lebih rileks dan lebih fun ketika berada di rumah, ketimbang hanya menonton TV atau bermain komputer sendirian. Memelihara anjing atau kucing memiliki banyak manfaatnya bagi Anda, khususnya untuk kesehatan pikiran atau mental Anda, seperti yang dipaparkan di bawah ini.

  1. Lebih percaya diri

Dalam sebuah studi yang dimuat di Journal of Personality and Social Psychology, yang dikutip Hai-Online.com, orang yang memelihara hewan akan merasa lebih percaya diri dan tidak merasa kesepian. Anda juga akan memiliki kepribadian yang lebih berani dan akan lebih bersifat terbuka (extrovert) dibandingkan orang yang tidak memelihara hewan, baik kucing atau anjing.

  1. Terhindar dari depresi

Ketika Anda memelihara binatang, kucing atau anjing, sikap dan wajah mereka yang menggemaskan, perlahan akan membuat Anda rileks. Dan, apabila Anda sedang stres atau depresi, mereka bisa membuat Anda melupakan stres dan depresi itu. Malah, dalam sebuah penelitian yang dilakukan beberapa ahli dari Universitas California, Los Angeles, seseorang yang memelihara anjing atau kucing akan lebih terlindungi dari risiko depresi akibat AIDS. Depresi 3 kali lebih mungkin dilaporkan oleh penderita AIDS yang tidak memelihara binatang peliharaan, dibandingkan mereka yang memelihara hewan peliharaan.

  1. Bikin mood jadi happy

Saat mood sedang berantakan, kemudian kita melihat anjing atau kucing kesayangan edang bertingkah menggemaskan, perlahan mood kita akan jadi lebih baik. Dengan membelainya, suasana hati dan mood akan kembali happy.

Beda manfaat memelihara anjing dan kucing

Meskipun sama-sama memberikan manfaat yang sama, yaitu memberikan kebahagiaan dan memperbaiki mood agar tetap ceria, efek yang diberikan anjing dan kucing bisa berbeda. Dalam sebuah artikel di Liputan6.com dipaparkan bahwa ada dua penelitian tentang manfaat yang berbeda antara anjing dan kucing.

  • Anjing

Penulis buku Chicken Soup for the Pet Lover Soul, Marty Becker yang juga seorang dokter hewan, mengatakan rasa cinta dan kedekatan terhadap anjing berdampak pada kebahagiaan dan umur panjang pemiliknya. Menurutnya dengan hanya membelai anjing kesayangan, sudah bisa meningkatkan suasana hati.

“Setelah 1-2 menit membelai anjing, tubuh sudah mampu memproduksi hormon positif bagi tubuh, yaitu dopamin dan serotonin,” terang Becker.

Ada pula studi yang menjelaskan bahwa memiliki anjing peliharaan bisa membuat tekanan darah, kolesterol, dan risiko terkena penyakit jantung jadi lebih rendah.

  • Kucing

Sama halnya dengan anjing, kucing juga membuat kita bahagia, tapi sampai saat ini penelitiannya masih sedikit. Dalam sebuah studi, ketika merasakan bahagia saat membelai kucing, tingkat stres kita akan berkurang. Tekanan darah pemilik kucing pun akan jadi lebih rendah.

Lain lagi dengan penelitian dari University of Minnesota, yang mengungkapkan orang-orang yang tidak memelihara kucing memiliki risiko 40% terkena serangan jantung.

Bagaimana bila suka anjing atau kucing tapi alergi?

Anda mungkin suka sekali dengan binatang berkaki empat ini, baik kucing atau anjing. Tapi ternyata Anda memiliki alergi terhadap mereka. Mungkin ketika memegang anjing atau kucing, kulit Anda jadi gatal-gatal, mata Anda tiba-tiba merah, atau mendadak jadi bersin-bersin. Akan tetapi, kalau Anda memang sayang dan memutuskan untuk tetap memelihara hewan kesayangan ini, Anda bisa melakukan beberapa hal berikut, seperti yang dipaparkan WebMD.com :

  • Jangan bolehkan anjing atau kucing masuk kamar Anda atau bermain di sofa atau tempat duduk lainnya.
  • Gunakan lantai berubin atau kayu, jangan gunakan karpet.
  • Bersihkan furnitur dengan vacuum cleaner yang memiliki HEPA filter dan gunakan HEPA air purifier untuk membunuh kutu.
  • Minta tolong seseorang, teman, pasangan, atau keluarga Anda yang tidak memiliki alergi untuk membersihkan peliharaan secara teratur di luar rumah.
  • Mandikan peliharaan seminggu sekali.
  • Bicarakan dan konsultasikan dengan dokter Anda tentang penanganan dan perawatan alergi yang Anda miliki.

BACA JUGA:

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    4 Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

    Sakit kepala saat puasa tentu sangat mengganggu. Nah, kira-kira apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Ini dia jawabannya!

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Irene Anindyaputri
    Hari Raya, Ramadan April 27, 2020

    7 Cara Cepat Menghilangkan Bau Mulut Saat Puasa

    Bau mulut adalah masalah yang umum terjadi selama puasa. Tenang saja, Anda bisa menghilangkan bau mulut saat puasa dengan cara alami berikut ini.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh Atifa Adlina
    Hari Raya, Ramadan April 24, 2020

    Menyiasati Jadwal Minum Obat saat Puasa Ramadan

    Puasa di bulan Ramadan wajib bagi umat muslim. Keharusan minum obat secara rutin bisa disiasati agar tetap bisa menjalankan puasa dengan tenang.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh Ulfa Rahayu
    Hari Raya, Ramadan April 19, 2020

    Apa Penyebab Hidung Tersumbat dan Bagaimana Mengatasinya?

    Umumnya orang berpikir kelebihan lendir adalah penyebab utama hidung tersumbat. Sebenarnya saat hidung tersumbat terjadi pembengkakan di lapisan hidung.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh Ulfa Rahayu
    Tips Sehat April 15, 2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

    Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
    Tanggal tayang Mei 7, 2020
    4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

    4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh Novita Joseph
    Tanggal tayang Mei 7, 2020
    5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

    5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
    Tanggal tayang Mei 4, 2020
    Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

    Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Ajeng Quamila
    Tanggal tayang Mei 2, 2020