Berbagai Penyebab dan Faktor Risiko Terbentuknya Batu Empedu

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Penyakit batu empedu adalah salah satu gangguan pencernaan yang umum tapi sering tidak disadari. Dalam kasus yang parah, batu empedu bisa mengancam jiwa. Nah, mengetahui apa penyebab batu empedu bisa membantu Anda mengenali gejalanya, serta mencari perawatan dan pengobatannya yang tepat agar tidak semakin parah.

Bagaimana batu terbentuk di empedu?

Empedu sejatinya adalah cairan yang diproduksi oleh hati untuk merangsang usus meremas makanan dan memecah lemak dalam makanan yang kita makan.

Setelah hati memproduksi empedu, cairan tersebut akan “dioper” ke kantung empedu untuk disimpan sementara. Kantung empedu berukuran sebesar buah pir dan terletak di bawah hati, sementara saluran empedu memanjang dari hati ke usus. 

Empedu juga membantu menghilangkan kelebihan kolesterol dari tubuh. Hati mengeluarkan kolesterol ke dalam empedu, yang kemudian dihilangkan dari tubuh melalui sistem pencernaan.

Saat makanan sudah dicerna dari lambung ke usus kecil, kantung empedu baru melepaskan empedu melewati saluran empedu. Di saat inilah cairan empedu mulai aktif mengerjakan tugasnya. 

Batu terbentuk di empedu dari kelebihan cairan yang seharusnya dibuang malah jadi menumpuk, menggumpal, dan akhirnya mengeras seperti kristal. Batu dapat terbentuk di kantung empedu atau di mana pun sepanjang salurannya sehingga pengaliran empedu baru tersumbat. Ini dapat menghalangi kerja kantung empedu. 

Gejala Anda terkena batu empedu antara lain rasa sakit di perut kanan atas yang bisa menjalar sampai tengah (bawah tulang dada). Selain itu, batu empedu juga bisa jadi penyebab Anda sering merasa mual, muntah-muntah, dan nyeri punggung di antara tulang bahu.

Penyebab terbentuknya batu empedu

Seperti yang telah dijelaskan di atas, batu empedu terbentuk dari kelebihan zat atau cairan sisa yang akhirnya menggumpal dan mengeras.

Batu empedu bisa berukuran sangat kecil mulai dari sebutir pasir hingga sebesar bola golf. Batu empedu yang kecil biasanya tidak memunculkan efek apa pun. Namun semakin besar ukuran batunya, Anda akan merasakan berbagai gejala yang menyakitkan.

Namun, apa penyebab terbentuknya batu empedu?

1. Empedu mengandung terlalu banyak kolesterol

Cairan empedu normal harusnya mengandung cukup senyawa garam empedu untuk melarutkan kolesterol yang dikeluarkan oleh hati.

Namun jika hati terlalu banyak memproduksi kolesterol, cairan empedu akan mengandung lebih banyak kolesterol daripada zat pelarutnya.

Hal ini menyebabkan kolesterol jadi sulit dipecah oleh empedu, sehingga mengkristal dan akhirnya berubah menjadi batu.

2. Banyak bilirubin dalam kantung empedu

Bilirubin adalah zat kimia yang dihasilkan tubuh untuk memecah sel darah merah. Kondisi tertentu dapat menyebabkan hati Anda memproduksi bilirubin terlalu banyak. Bilirubin yang berlebih bisa mengeras yang akan berakhir menjadi batu di dalam empedu. 

Beberapa gangguan yang membuat tubuh memproduksi terlalu banyak bilirubun adalah sirosis hati, infeksi saluran empedu, dan gangguan darah tertentu. Kesemua itu kemudian dapat menjadi penyebab terbentuknya batu di empedu.

3. Kantung empedu Anda tidak kosong total

Empedu tugasnya mencerna dan memproses kolesterol sampai habis. Apabila kantung empedu tidak bisa mengosongkan isinya secara teratur atau sepenuhnya, artinya Anda masih memiliki sisa-sisa kolesterol yang tidak terbuang. Hal ini dapat menjadi penyebab batu terbentuk di kantung empedu. 

Berbagai hal yang meningkatkan risiko Anda punya batu empedu

Melansir laman Utah Health Universityahli bedah dr. Toby Enniss, MD, FACS, mengatakan sekitar 20 persen orang di dunia dapat memiliki batu empedu.

Ada beberapa faktor yang dapat menjadi cikal bakal munculnya batu di dalam kantung empedu. Mulai dari usia hingga kebiasaan dan pola makan hari-hari yang buruk. Mari simak ulasan lebih lanjut tentang faktor risiko penyebab batu empedu berikut ini:

Usia

Usia yang tidak lagi muda adalah salah satu faktor penyebab mengapa batu empedu lebih sering dialami oleh orang tua (lansia).

Menurut sebuah penelitian, batu empedu 10 kali lebih sering ditemukan pada orang tua dibanding dengan anak muda. Bukan tanpa sebab ini bisa terjadi.

Semakin tua usia kita, kadar kolesterol tubuh secara alami akan semakin meningkat. Semakin kita bertambah tua pula, aktivitas kolesterol 7α hidroksilase yang berfungsi memproses asam dalam empedu akan melambat.

Kedua hal tersebut membuat kelebihan kolesterol bisa tidak diproses dengan baik oleh empedu. Alhasil, banyak kolesterol yang menumpuk dan mengendap menjadi batu di dalam kantung empedu 

Pola makan yang buruk

Rangkuman penelitian yang diterbitkan dalam BMJ Journal menyebut bahwa asupan kalori berlebih dapat menjadi penyebab terbentuknya batu di empedu. Penelitian ini khususnya menemukan karbohidrat dari makanan olahanlah yang paling berisiko memicu pembentukan batu empedu. 

Kalori berlebih dapat menurunkan kadar kolesterol baik HDL dalam darah, sementara justru meningkatkan kadar trigliserida (lipid) dan kadar gula darah puasa. Ketiga kondisi ini merupakan ciri-ciri kadar kolesterol total dalam tubuh meningkat. 

Kolesterol tinggi bisa membuat empedu kesulitan memproses kolesterol dalam jumlah banyak. Kantung empedu kemudian berisiko menyisakan kolesterol yang akan berubah menjadi batuan.

Berikut ini adalah beberapa makanan tinggi lemak dan kolesterol yang dapat menjadi penyebab batu empedu:

  • Makanan yang digoreng seperti kentang goreng dan keripik kentang.
  • Daging tinggi lemak, seperti bacon (sepek), sosis, daging sapi giling, dan tulang rusuk hewan.
  • Produk susu tinggi lemak, seperti mentega, keju, es krim, krim, susu murni, dan krim asam.
  • Makanan dibuat dengan lemak babi atau mentega.
  • Sup atau saus berhana dasar krim susu.
  • Cokelat.
  • Minyak, terutama kelapa sawit dan minyak kelapa.
  • Kulit ayam atau kalkun yang digoreng.

Anda berjenis kelamin perempuan

Menurut penelitian terbitan  jurnal Gut and Liver pada bulan April 2012, perempuan lebih berisiko memiliki batu empedu ketimbang pria. Risiko terutama tinggi pada wanita hamil dan yang sedang menjalani terapi hormon.

Penyebab wanita bisa lebih rentan kena penyakit batu empedu adalah karena kadar estrogennya yang sedang tinggi di masa itu.

Kadar hormon estrogen yang terlalu tinggi dapat meningkatkan kadar kolesterol dan memperlambat pergerakan kantung empedu. Dua hal inilah yang meningkatkan risiko wanita membentu batu di empedu mereka.

Selain itu, wanita hamil memiliki kadar progesteron yang tinggi. Progesteron mengurangi kontraksi kantung empedu. Dengan kata lain, kandung empedu akan lebih sulit untuk mengeluarkan empedu dari sehingga rentan untuk mengendap dan membentuk batu.

Menurunkan berat badan dengan cara salah 

Orang yang obesitas sering dipaksa menurunkan berat badannya secara drastis. Kadang, cara diet yang dipakai keliru sehingga menjadi penyebab naiknya risiko pembentukan batu di empedu. 

Batu lebih mungkin mengendap di empedu orang obesitas yang langsung menurunkan badannya hingga 1,5 kilogram dalam seminggu. Berat badan yang langsung turun drastis dalam waktu singkat termasuk dalam kategori tidak sehat. Berat badan idealnya dikurangi sebanyak 500 gram dalam seminggu, dan dilakukan secara bertahap.

Hal ini diperkuat oleh penelitian yang mengamati kebiasaan makan dari pasien obesitas yang menjalani diet rendah kalori atau baru saja operasi bypass lambung. Dua cara diet instan ini dilaporkan memunculkan bakal batu empedu pada 10-25% orang tersebut.

Cara menurunkan berat badan yang salah dapat jadi penyebab kemunculan batu empedu karena ketidakseimbangan cairan tubuh. Saat berat badan turun drastis dengan cara yang salah, kadar garam empedu menurun sementara kadar kolesterol tetap meningkat. 

Di samping itu, selama diet ketat tubuh akan bekerja lebih keras memecah lemak. Ini membuat hati melepaskan lebih banyak kadar kolesterol ke dalam empedu. Jumlah lemak dan kolesterol di empedu yang terlalu banyak dalam cairan empedu bisa menjadi penyebab batu empedu muncul. 

Merokok

Belum banyak ditemukan hubungan langsung antara penyebab batu empedu dan merokok.

Namun, merokok dapat mengurangi kolesterol lipoprotein HDL dalam darah. Merokok diketahui juga dapat menghambat sintesis prostaglandin dan produksi lendir di kantung empedu.

Kurang beraktivitas fisik 

Jarang atau tidak pernah olahraga bisa menjadi penyebab batu empedu. Maka untuk mencegah batu empedu terbentuk, Anda wajib telaten beraktivitas fisik. 

Teratur beraktivitas fisik dengan olahraga dapat meningkatkan metabolisme tubuh untuk mencegah obesitas. Seperti yang diketahui, obesitas erat hubungannya sebagai faktor penyebab batu empedu. 

Dalam sebuah penelitian, sekitar 60 ribu wanita yang diamati sering berolahraga terhindar dari keharusan menjalani kolesistektomi. Kolesistektomi adalah operasi untuk mengangkat kantung empedu karena sumbatan batu di dalamnya.

Sebaliknya, wanita yang malas bergerak dan jarang beraktivitas fisik berisiko tinggi menjalani kolesistektomi.

Kadar lipid (trigliserida) tinggi

Kadar lipid tinggi dapat menjadi penyebab terbentuknya batu pada empedu. Orang-orang yang kadar lipidnya tinggi dalam darah memperlihatkan kantung empedunya penuh dengan lemak.

Hal ini juga tercermin pada orang-orang yang bertubuh langsing. Artinya, Anda tidak harus kegemukan, obesitas, atau punya berat badan berlebih untuk memiliki kadar trigliserida yang tinggi.

Pernyataan ini diperkuat oleh sebuah penelitian dari Archives of Internal Medicine yang dikutip dari WebMD. Penelitian tersebut memeriksa dan menguji hampir 46 ribu pria. Ditemukan bahwa laki-laki yang mengonsumsi lemak trans terbanyak memiliki risiko penyakit batu empedu sebesar 23%.

Hal ini disebabkan karena makan makanan tinggi lemak trans dapat meningkatkan kadar lipid dalam tubuh. Lemas trans bisa didapat karena mengonsumsi makanan tidak sehat seperti kue kering, camilan kemasan, dan gorengan.

Punya diabetes

Sebuah studi yang diterbitkan pada bulan Maret 2016 di Journal of Diabetes and Complications menunjukkan penyakit diabetes bisa menjadi penyebab terbentuknya batu empedu. 

Peneliti belum tahu pasti hubungan antara diabetes dan batu empedu. Akan tetapi, ada teori yang menghubungkan bahwa resistensi insulin dapat memengaruhi kesehatan kantung empedu. 

Pada pengidap diabetes tipe 2 yang punya berat badan berlebih, pelepasan kolesterol ke empedu akan meningkat. Sisa dari kolesterol yang tidak dapat dibuang dengan baik akan menumpuk. Hal inilah yang bisa menjadi penyebab pembentukan batu empedu.

Selain itu, ada teori lain yang menghubungkan diabetes neuropati otonom sebagai salah satu penyebab terbentuknya batu empedu. Neuropati otonom adalah kerusakan diabetes pada saraf yang mengontrol pergerakan usus dan kantung empedu.

Menurut penelitian dari International of Medical and Dental Sciences, adanya saraf yang rusak pada dua hal tersebut dapat menyebabkan empedu tersisa di kantong dan tidak dapat dikeluarkan secara sempurna. Alhasil, sisa empedu itu akan bercampur dengan kelebihan kolesterol dan cairan lain yang kemudian berubah menjadi batu. 

Penyakit Crohn

Penyakit Crohn bisa menjadi faktor penyebab terjadinya batu empedu. Penyakit Crohn adalah gangguan yang ditandai oleh peradangan di lapisan saluran pencernaan.

Penyakit ini bisa membuat garam empedu tidak dapat diserap kembali oleh ileum (ujung usus kecil). Garam empedu ini lantas akan keluar dari tubuh. Masalahnya, kehilangan garam empedu akan menyebabkan cairan empedu tidak bisa maksimal melarutkan kelebihan kolesterol.

Alhasil, kolesterol menumpuk di empedu dan berujung pada pembentukan batu.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca