home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bolehkah Orang dengan Penyakit Batu Empedu Berolahraga?

Bolehkah Orang dengan Penyakit Batu Empedu Berolahraga?

Olahraga memang menyehatkan membuat tubuh Anda tetap bugar. Namun, pada orang dengan kondisi tertentu ada banyak hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan olahraga, termasuk penyakit batu empedu. Sebenarnya, apakah rutin olahraga merupakan anjuran yang baik untuk orang dengan batu empedu? Jika boleh, apa saja yang harus diperhatikan? Simak ulasannya berikut ini.

Olahraga baik untuk cegah penyakit batu empedu

Dilansir dari Everyday Health, sebuah studi yang diterbitkan pada Journal of Physical Activity and Health tahun 2016 menunjukkan potensi rutin olahraga untuk mencegah risiko seseorang terkena penyakit batu empedu. Potensi ini paling tampak terlihat pada olahraga yang bisa yang berpengaruh besar pada berat badan.

Kantong empedu adalah organ yang terletak di antara hati dan usus dua belas jari. Fungsinya, untuk menyimpan cairan empedu yang diproduksi oleh hati. Nantinya, cairan tersebut akan dilepaskan ke dalam usus saat Anda makan untuk membantu mencerna makanan. Cairan empedu memiliki garam yang dapat memecah lemak.

Sebaliknya, jika Anda jarang olahraga, memiliki berat badan berlebih, dan suka mengonsumsi makanan berlemak, berbagai masalah pada empedu bisa terjadi. Misalnya, hipomotilitas kantong empedu (gerakan kantong empedu jadi tidak aktif), stastis empedu (cairan empedu tidak dapat mengalir normal), atau terbentuknya batuan kolesterol pada empedu (batu empedu).

Bolehkah pengidap batu empedu untuk olahraga?

setelah melahirkan caesar

Penelitian yang diterbitkan pada New England Journal of Medicine menunjukkan bahwa bersepeda, senam, jogging, berenang, tenis, dan jalan santai maupun jalan cepat merupakan bentuk latihan fisik yang paling baik untuk mengurangi risiko masalah pada kantong empedu. Hasilnya sangat baik jika olahraga dilakukan secara rutin dengan intensitas sedang atau sesuai kemampuan tubuh.

Batuan pada empedu terbentuk dari kolesterol yang bertumpuk akan mengkristal. Beberapa orang memiliki satu atau dua batu, tapi biasanya tidak menimbulkan gejala (batu empedu asimptomatik). Sementara bila batu sudah menyebabkan penyumbatan, gejala yang akan muncul, meliputi:

  • Nyeri pada perut bagian kanan atas
  • Nyeri bahu sebelah kanan
  • Mual atau muntah

Lalu, amankah olahraga untuk orang yang memiliki batu empedu? Dilansir dari Live Strong, orang dengan batu empedu asimptomatik boleh menjalankan rutinitas olahraga secara rutin untuk menurunkan berat badan sehingga kondisi menjadi lebih baik.

Namun demikian, orang yang mengalami gejala kronis sebaiknya tidak berolahraga sampai gejala menghilang. Olahraga akan menyebabkan rasa sakit semakin parah jadi tubuh harus banyak istirahat. Jika gejala tidak hilang dalam waktu 5 jam, sebaiknya segera hubungi dokter.

Bila Anda ingin berolahraga, obati batu empedu dengan cara yang tepat

minum obat osteoporosis bisfosfonat

Mengobati batu empedu dapat dilakukan dengan berbagai cara. Pada beberapa kasus, kondisi ini bisa disembuhkan dengan obat-obatan, seperti ursodiol atau chenodiol. Obat ini terbukti dapat melarutkan dan menipiskan kolesterol yang membatu. Akan tetapi, pengobatan ini hanya berpotensi baik pada orang yang yang memiliki batuan kolesterol yang kecil.

Selain itu, batuan kolesterol juga dapat dipecahkan dengan extracorporeal shock-wave lithotripsy (ECSWL). Yaitu, mengirimkan gelombang kejut melalui jaringan lunak di tubuh. Pengobatan ini biasanya berhasil untuk mengobati batuan kolesterol pada anak-anak.

Batuan kolesterol juga bisa dihancurkan dengan menyutikkan zat pelarut ke dalam tubuh. Metode ini disebut dengan metil tertiary-butil eter (MTBE). Namun, pengobatan ini memiliki efek samping serius, seperti rasa sakit seperti terbakar.

Jika pengobatan tersebut tidak berhasil, kemungkinan besar dokter akan merekomendasikan pasien untuk melakukan operasi. Metode ini disebut dengan kolesistektomi, yaitu mengangkat batuan kolesterol dari empedu supaya batuan tidak terbentuk lagi dan cairan empedu dapat mengalir ke usus kembali.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Can You Exercise if You Have Gallstones? https://www.livestrong.com/article/336755-can-you-exercise-if-you-have-gallstones/. Diakses pada 25 Juli 2018.

Exercise to Prevent Gallbladder Problems. https://www.everydayhealth.com/gallbladder/exercise-can-prevent-gallbladder-problems.aspx. Diakses pada 25 Juli 2018.

Gallstones. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gallstones/symptoms-causes/syc-20354214. Diakses pada 25 Juli 2018.

7 Nonsurgical Treatments for Gallstones. https://www.everydayhealth.com/gallbladder/non-surgical-treatments-for-gallstones.aspx. Diakses pada 25 Juli 2018.

Gallstones. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gallstones/diagnosis-treatment/drc-20354220. Diakses pada 25 Juli 2018.

Foto Penulis
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 12/08/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x