5 Efek Samping yang Mungkin Terjadi Jika Anda Berlebihan Pakai Krim Steroid

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Krim steroid biasa dipakai untuk mengobati berbagai masalah kulit, seperti psoriasis, eksim, dermatitis, hingga vitiligo. Meskipun obat ini aman untuk digunakan, krim steroid dapat menimbulkan efek samping apabila terus menerus digunakan dalam dosis tinggi. Lantas, apa saja efek samping krim steroid? Simak penjelasan berikut ini.

Efek samping krim steroid

Berikut ini beberapa efek samping krim steroid yang tergolong paling umum, di antaranya:

1.  Kulit menipis

Mengoleskan krim steroid dosis tinggi hanya di satu tempat secara terus menerus dalam jangka waktu panjang dapat menyebabkan kulit menipis akibat jaringan kulit di bawahnya melemah. Hal ini kemudian menyebabkan sebuah permukaan kulit Anda tampak memiliki guratan-guratan merah keunguan bak sarang laba-laba, karena pembuluh kapiler melebar.

Menghentikan penggunaan krim dapat mengembalikan kondisi kulit seperti semula. Meski begitu, perlu berbulan-bulan sampai kulit bisa pulih sepenuhnya dari efek samping ini.

2. Rosacea

Orang-orang yang berkulit putih rentan mengalami rosacea jika menggunakan krim steroid dosis tinggi dalam jangka waktu panjang. Rosacea menyebabkan kulit memerah dan terasa sakit karena luka. Rosacea juga sering menimbulkan benjolan merah berisi cairan mirip jerawat, bernama pustula. Pustula sering muncul di hidung, pipi, dagu, dan dahi.

Tanda dan gejala rosacea dapat muncul dan bertahan dalam beberapa minggu hingga bulan, lalu menghilang dan bisa timbul lagi.  Jika tidak segera diobati, rosacea cenderung akan bertambah banyak dan pembuluh darah akan semakin terlihat jelas seiring berjalannya waktu.

3. Dermatitis kontak

Bagi beberapa orang, penggunaan krim steroid juga bisa menyebabkan dermatitis kontak. Dermatitis kontak adalah iritasi atau peradangan kulit akibat kontak langsung kulit dengan zat penyebab alergi atau iritasi lainnya.

Kondisi ini umumnya tidak berbahaya bagi kesehatan, namun dapat menyebabkan kulit memerah atau melepuh, kulit kering, bengkak, bentol, dan gatal. 

Krim steroid non-fluorinated seperti hidrokortison dan budesonide rentan menyebabkan dermatitis kontak. Selain itu, risiko dermatitis kontak meningkat jika Anda alergi terhadap steroid.

4. Stretch mark

Penggunaan krim yang berulang di daerah yang mudah tergesek, seperti selangkangan dan ketiak, bisa menyebabkan stretch mark yang bersifat permanen atau sulit dihilangkan. Meski begitu, beberapa kasus stretch mark akibat krim steroid bisa memudar seiring berjalannya waktu.

Krim steroid yang digunakan berlebihan juga dapat menyebabkan perubahan warna kulit. Namun, kondisi ini biasanya akan lebih terlihat pada orang dengan kulit gelap.

5. Sindrom Cushing

Pemakaian jangka panjang krim steroid juga bisa menyebabkan sindrom Cushing. Sindrom Cushing atau sering disebut dengan hiperkortisolisme, adalah penyakit yang disebabkan oleh peningkatan kadar hormon kortisol yang abnormal. Kondisi ini menyebabkan wajah tampak bulat (moon face) dan penumpukan lemak di area antara leher dan bahu (buffalo hump).

Selain itu, sindrom Cushing juga menyebabkan penipisan kulit sehingga kulit menjadi mudah memar. Munculnya guratan-guratan berwarna ungu kemerahan pada bagian lengan, dada, perut, paha, dan kaki bagian bawah juga bisa terjadi. Sindrom Cushing juga bisa menyebabkan keropos tulang, tekanan darah tinggi, dan kadang kala diabetes.

Jangan gunakan krim steroid sembarangan

Pada sebagian kasus, efek samping krim steroid berkembang secara lambat dan gejalanya ringan. Namun, dalam kasus lain bisa juga berkembang dengan cepat dan lebih berat.

Ingat, meskipun obat ini aman untuk digunakan, krim steroid akan menimbulkan efek samping jika digunakan dalam dosis tinggi dan dalam jangka panjang. Itu sebabnya, penting bagi Anda untuk berkonsultasi ke dokter lebih dulu sebelum menggunakan krim steroid untuk perawatan kulit Anda. 

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca