Daftar Makanan Penambah Darah untuk Orang Anemia

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Anemia adalah kondisi umum yang menyebabkan tubuh kekurangan sel darah merah. Kondisi ini terjadi saat tubuh tidak memiliki sel darah merah (berisi hemoglobin) sehat yang cukup.

Sel darah merah yang terlalu sedikit dalam tubuh dapat menyebabkan pengantaran oksigen dan nutrisi ke sel-sel tubuh menjadi terganggu. Gejala kekurangan darah atau anemia biasanya muncul seperti mudah lelah, sakit kepala, kulit pucat, tangan dan kaki dingin, serta sesak napas.

Tubuh membutuhkan vitamin, mineral, dan nutrisi tertentu agar bisa memproduksi sel darah merah dalam jumlah yang cukup. Salah satu cara mudah yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan produksi sel darah merah adalah makan makanan untuk anemia. 

Berikut adalah beberapa makanan dan juga nutrisi penting yang dapat Anda konsumsi untuk mencukupi produksi sel darah merah saat Anda mengalami anemia. 

Sumber nutrisi dan makanan untuk orang anemia

1. Makanan yang mengandung zat besi 

Zat besi adalah salah satu nutrisi penting untuk orang anemia dan banyak ditemukan  di dalam makanan. Tanpa zat besi yang cukup, tubuh tidak dapat membuat hemoglobin yang dibutuhkan untuk membuat sel darah merah. 

Perlu diketahui, bahwa ada dua jenis zat besi yang dapat hadir dalam makanan , yaitu jenis heme dan non heme. 

Jenis heme adalah zat besi yang sering ditemukan dalam sumber hewani seperti daging, tiram, ikan-ikanan, dan juga, jeroan hewan. Sumber zat besi dari hewani ini  dapat diserap oleh tubuh sebanyak 70%. 

Sedangkan zat besi jenis non heme banyak terdapat pada sumber nabati seperti sayuran hijau, bayam dan sawi. Zat besi dari sayuran ini bisa diserap oleh tubuh, tapi hanya sekitar 30%. 

Karena itu orang anemia tidak hanya harus makan sayuran saja, ini harus dilengkapi dengan makanan lain seperti daging sapi, ayam, dan unggas untuk memenuhi kebutuhan zat besinya setiap hari. 

2. Makanan yang mengandung tinggi tembaga

Zat tembaga merupakan salah satu mineral yang dibutuhkan untuk meningkatkan produksi sel darah merah. Ketika kadar tembaga rendah, tubuh menyerap zat besi dalam jumlah yang sedikit. 

Ini bisa menyebabkan produksi hemoglobin sel darah merah berkurang, Anda pun dapat mengalami anemia defisiensi zat besi. Efeknya, Anda jadi mudah lemas karena tubuh tidak dapat membawa dan kekurangan oksigen ke seluruh tubuh.

Maka itu, Anda wajib makan makanan penambah darah yang kaya akan zat tembaga bisa Anda dapatkan di:

  • Gandum utuh
  • Kacang-kacangan
  • Daging unggas seperti ayam dan bebek
  • Makanan laut seperti udang dan kepiting
  • Buah ceri dan cokelat.

3. Makanan mengandung sam folat

Asam folat atau vitamin B9 adalah nutrisi yang bisa membantu meningkatkan jumlah sel darah merah dalam tubuh. Kekurangan asam folat berisiko sebabkan anemia megaloblastik. Kondisi ini  terjadi ketika ukuran sel darah merah lebih besar dari biasanya.

Jumlah sel-sel darah merah juga jadi lebih sedikit dan bentuknya oval, tidak bulat. Terkadang sel darah merah yang tidak sempurna ini juga tidak berfungsi dengan baik. Untuk itu, wajib makan makanan untuk anemia yang mengandung asam folat tinggi misalnya seperti:

  • Kacang polong
  • Kacang merah
  • Kacang hijau
  • Jeroan seperti hati
  • Sayuran hijau seperti bayam dan brokoli.

4. Makanan mengandung vitamin B12

Jenis vitamin B kompleks ini mampu meningkatkan fungsi sumsum tulang untuk lebih banyak menghasilkan sel darah merah normal.  Apabila Anda kekurangan vitamin B12, sel darah merah yang dihasilkan tubuh bisa tidak normal bentuknya, cenderung oval dan tidak bulat. Sel darah merah yang tidak berkembang sempurna ini juga lebih cepat mati. 

Nah, itu sebabnya Anda dapat menjadikan vitamin ini sebagai makanan  untuk penambah darah orang anemia. Anda dapat mendapatkan vitamin B12 melalui beragam jenis makanan, seperti:

  • Jeroan ati sapi
  • Ikan 
  • Daging merah
  • Telur
  • Susu dan produk olahannya
  • Sereal

Vitamin B12 memang jarang ditemukan pada sayur atau buah-buahan, maka Anda yang menjalani pola makan vegetarian atau vegan lebih riskan mengalami kekurangan vitamin B12.

5. Makanan mengandung vitamin B6

Mirip seperti vitamin B12, vitamin B6 juga bisa membantu pembentukan sel darah merah bagi Anda yang kurang darah atau anemia. Untuk meningkatkan kadar vitamin B6 dalam darah, cobalah untuk mengonsumsi beberapa makanan seperti:

  • Nasi
  • Gandum
  • Sereal, dan kacang-kacangan
  • daging sapi, kambing, domba, dan ayam

6. Makanan mengandung vitamin A

Tubuh yang kekurangan vitamin A umumnya dapat mengalami kondisi anemia. Belum jelas bisa dipastikan hubungan antara kekurangan vitamin A dengan kondisi anemia. Namun yang pasti, vitamin A yang kurang dari dalam tubuh dapat menghambat tubuh menghasilkan sel darah merah yang sehat. 

Sedikit mengonsumsi makanan mengandung vitamin A juga berisiko membuat zat besi di dalam tubuh tidak dapat terserap baik. Alhasil, produksi sel darah merah berkurang juga. 

Maka itu, Anda wajib mengonsumsi makanan berikut ini untuk membantu mencegah sekaligus mengatasi anemia:

  • Produk makanan yang terbuat dari susu, termasuk susu murni sendiri
  • Telur ayam
  • Hati sapi atau ayam
  • Sayuran berwarna cerah seperti tomat, wortel, brokoli, dan ubi jalar

7. Makanan mengandung vitamin C 

Vitamin C adalah salah satu nutrisi yang penting dipenuhi saat Anda mengalami gejala anemia. Bukan tanpa sebab, pasalnya vitamin C dan juga zat besi saling berkaitan erat pentingnya untuk sel darah merah yang sehat. 

Begini, vitamin C adalah nutrisi yang dapat membantu penyerapan zat besi dari makanan untuk masuk digunakan ke dalam tubuh yang anemia. Vitamin C juga berperan penting untuk membantu zat besi dari sumber non heme seperti sayuran hijau semacam sawi atau bayam terserap baik oleh tubuh. Apabila Anda kekurangan vitamin C, kemungkinan Anda akan mengalami gejala anemia tertentu. 

Anda bisa mendapatkan makanan yang mengandung vitamin C seperti dari:

  • Jeruk
  • Paprika
  • Stroberi
  • Tomat
  • Lentil 

8. Makanan mengandung vitamin E

Meskipun sangat jarang terjadi, kasus kekurangan nutrisi vitamin E ternyata juga dapat menyebabkan anemia jenis hemolitik. Menurut PeaceHealth, sejumlah penelitian menyatakan bahwa kurangnya vitamin E di dalam tubuh dapat meningkatkan anemia hemolitik.

Anemia hemolitik adalah kondisi yang terjadi ketika sel darah merah menjadi rapuh dan lebih cepat mati. Vitamin E punya fungsi penting untuk melindungi membran sel darah merah dari kerusakan oksidatif. Untuk mencegah kondisi anemia hemolitik, Anda bisa mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin E sebagai berikut:

  • Minyak nabati, seperti minyak gandum, minyak kacang, dan minyak zaitun
  • Kacang-kacangan
  • Biji-bijian 
  • Susu 
  • Sayuran seperti bayam dan paprika merah
  • Buah alpukat 

Makanan yang harus dihindari untuk orang anemia

1. Makanan yang mengandung tanin 

adalah zat alami yang ditemukan dalam banyak dari sumber makanan nabati. Beberapa contoh sumber makanan yang mengandung tanin misalnya seperti  teh hitam dan teh hijau, kopi anggur, sorgum, serta jagung.

Menrut Cornell University, makanan dan minuman tersebut dapat mengganggu Mereka dapat mengganggu penyerapan zat besi non heme pada orang anemia. Misalnya zat besi non heme dari kacang-kacangan dan bayam. Sebisa mungkin, hindari makanan dan minuman mengandung tanin saat Anda didiagnosis dokter mengalami anemia. 

2. Makanan yang mengandung gluten

Bagi Anda yang mengalami anemia dan penyakit autoimun seperti Celiac sekaligus, Anda harus waspada untuk tidak makan makanan mengandung gluten. 

Makanan yang mengandung gluten dapat merusak dinding usus. Di mana ini bisa mencegah nutrisi seperti folat dan zat besi diserap oleh tubuh. Apabila  tetap makan gluten, folat dan zat besi yang Anda konsumsi akan memperparah anemia. Gluten umumnya ditemukan dalam gandum hitam.

3. Makanan yang mengandung fitat

Fitat atau phytic acid adalah zat  yang ditemukan pada  makanan tinggi serat seperti beras merah. Fitat sifatnya mengikat zat besi dalam sistem pencernaan, menghambat penyerapannya.

Menurut Linus Pauling Institute, sebanyak 5-10 mg fitat saja sudah dapat menghambat penyerapan zat besi hingga 50 persen. Jadi Anda harus menghindari makanan mengandung fitat untuk mencegah ini untuk mencegah anemia bertambah buruk.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca