4 Cara Mengurangi Minuman Manis untuk Tubuh yang Lebih Sehat

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Minuman manis dapat dijumpai di berbagai tempat, mulai dari restoran, swalayan, bahkan lemari es rumah Anda. Itu sebabnya, sangan sulit bagi Anda mengurangi minuman manis meskipun telah berniat bahkan mencoba cara-cara tertentu.

Padahal, konsumsi minuman manis secara berlebihan bisa meningkatkan risiko kerusakan gigi, diabetes, obesitas, hingga penyakit jantung. Dampaknya tidak terasa secara langsung, tapi jelas akan memengaruhi kesehatan di masa yang akan datang.

Cara mengurangi konsumsi minuman manis

Meskipun terasa nikmat, minuman dengan rasa manis tidak menghilangkan haus sebaik jenis minuman lain yang lebih menyehatkan. Tubuh Anda justru mendapatkan kalori dan gula ekstra tanpa nutrisi bermanfaat.

Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi konsumsi minuman bergula tinggi:

1. Biasakan minum air putih

Saat Anda menginginkan minuman manis, cobalah menggantinya dengan air putih. Membiasakan diri untuk minum air putih memang tidak mudah, tetapi Anda bisa memulainya dengan cara berikut:

  • Menyediakan segelas air putih di meja kerja, sebelah tempat tidur, serta tempat lainnya yang diperlukan.
  • Membawa botol minum saat bepergian.
  • Menambahkan irisan buah bagi Anda yang tidak begitu menyukai rasa air putih.

2. Mengurangi konsumsinya secara perlahan

Bagi Anda yang terbiasa dengan minuman manis, cara mengurangi konsumsinya perlu dilakukan secara perlahan. Awali dengan mengurangi jumlah gula yang digunakan saat membuat minuman, misalnya dari 1 sendok makan menjadi 1 sendok teh.

Batasi pula konsumsi minuman manis dalam kemasan. Jika sebelumnya Anda mengonsumsi minuman manis setiap hari, cobalah menguranginya menjadi tiga kali seminggu. Terus kurangi hingga Anda semakin jarang mengonsumsinya.

3. Memilih minuman manis yang lebih menyehatkan

Contoh minuman manis yang banyak dikonsumsi adalah soda, minuman berenergi, sports drink, sari buah, teh, dan jus kemasan. Semua minuman ini tinggi akan gula sehingga tidak menyehatkan bagi tubuh jika terus-menerus diminum.

Namun, bukan berarti Anda tidak bisa menikmati minuman manis. Anda bisa tetap mengonsumsi minuman manis asalkan mengganti jenisnya.

Minuman lain yang tak kalah nikmat di antaranya cokelat panas, smoothie buah dan sayur, jus buah tanpa gula, serta susu kedelai. Semua jenis minuman tersebut memiliki rasa manis, tapi tetap menyehatkan.

4. Mencermati informasi nilai gizi dan komposisi minuman

Cara ini cukup efektif bagi Anda yang ingin mengurangi konsumsi minuman manis dalam kemasan. Penyebabnya tak lain karena Anda harus mencermati kandungan gula yang terdapat dalam suatu produk minuman.

Gula yang terdapat dalam minuman manis kemasan bisa berupa sukrosa, glukosa, fruktosa, maltosa, dekstrosa, sirup jagung, serta konsentrat sari buah. Jadi, jangan hanya terfokus pada glukosa, tapi perhatikan pula nama lain gulla dan jumlahnya secara keseluruhan.

Batas konsumsi gula dalam sehari adalah 50 gram. Jika suatu minuman manis mengandung 27 gram gula, jumlah tersebut telah melebihi 50 persen kebutuhan gula harian.

Cara apa pun yang Anda lakukan untuk mengurangi minuman manis perlu dilakukan secara bertahap. Pasalnya, mengubah pola makan ataupun kebiasaan mengonsumsi minuman manis bukanlah hal yang mudah.

Meski demikian, hal ini tidaklah mustahil. Kuncinya adalah mendisiplinkan diri, komitmen, dan kesabaran. Jadikan kesehatan Anda di masa yang akan datang sebagai motivasi untuk memilih minuman yang lebih menyehatkan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca