Agar Anda dapat beraktivitas tanpa hambatan, kesehatan paru harus selalu dijaga. Paru-paru yang sehat bisa membantu Anda bernapas hingga 30 ribu kali setiap harinya. Namun pola hidup yang buruk dan berbagai kondisi kesehatan lain dapat menyebabkan gangguan pada paru. Bronkiektasis adalah salah satu masalah paru yang harus Anda waspadai, meski kondisi ini terbilang cukup jarang terjadi. Kerusakan akibat bronkiektasis dapat bersifat permanen dan bisa berakibat fatal. Apa itu bronkiektasis, seperti apa gejala dan pengobatannya? Berikut informasi lengkapnya.

Bronkiektasis adalah gangguan paru penyebab batuk berdahak berkepanjangan

                                     Sumber: Thoracic.org

Bronkiektasis adalah kerusakan yang membuat saluran udara (bronkus) melebar, melembek, dan menebal secara tidak normal sehingga paru-paru kesulitan untuk membersihkan lendir. Saluran udara adalah tabung yang membawa udara masuk dan keluar dari paru-paru.

Ketika saluran udara paru terisi oleh lendir, Anda akan mengalami batuk berdahak terus-menerus dengan jumlah dahak yang berlebihan. Semakin lama, kondisi ini akan meningkatkan risiko infeksi dan peradangan paru karena penumpukan dahak adalah lingkungan ideal bagi kuman dan virus untuk berkembang biak.

Bronkiektasis adalah kondisi permanen yang bersifat kambuhan. Maka, penanganan penyakit ini lebih berfokus pada pencegahan infeksinya.

Apa penyebab bronkiektasis?

Penyebab bronkiektasis adalah infeksi atau kondisi medis, seperti pneumonia atau cystic fibrosis, yag dapat menyebabkan cedera atau perubahan permanen pada saluran udara (bronkus). Pneumonia dan cystic fibrosis menyebabkan produksi lendir paru yang berlebihan — rumah ideal bagi virus dan bakteri penyebab infeksi untuk berkembang biak. Cystic fibrosis di paru-paru juga akan menyebabkan infeksi yang berulang-ulang.

Selain itu, beberapa penyebab bronkiektasis lainnya adalah:

  • Daya tahan tubuh lemah
  • Penyakit autoimun
  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
  • Defisiensi 1-antitrypsin
  • HIV
  • Aspergilosis alergi (reaksi alergi paru tehadap jamur)
  • Memiliiki riwayat infeksi paru atau sedang mengalami infeksi paru-paru, seperti TBC

Namun, sebanyak 40% kasus bronkiektasis tidak diketahui penyebabnya.

Bagaimana gejala yang terjadi akibat bronkiektasis?

Gejala yang umumnya muncul akibat bronkiektasis adalah:

  • Batuk yang berkepanjangan (batuk setiap hari yang terjadi selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.
  • Batuk berdahak banyak setiap hari
  • Batuk berdarah
  • Suara napas yang tidak normal (suara mengi)
  • Sesak napas
  • Sakit di dada
  • Penurunan berat badan
  • Kelelahan
  • Penebalan kulit di bawah kuku dan kaki
  • Infeksi saluran pernapasan kambuhan

Gejala-gejala ini biasanya akan berkembang dari waktu ke waktu dan menjadi lebih buruk. Banyak orang yang mengidap bronkiektasis bahkan mengalami bronkitis atau pneumonia yang selalu berulang.

Bagaimana cara mendiagnosis bronkiektasis?

Diagnosis bronkiektasis melibatkan pemeriksaan fisik dan tes darah lengkap untuk mencari tahu adanya infeksi dalam tubuh. Dokter juga akan mendengarkan paru-paru Anda untuk memeriksa apakah ada bunyi abnormal atau ada penyumbatan saluran napas.

Tes lainnya yang dilakukan adalah:

  • Tes dahak, untuk memeriksa apakah ada virus, jamur, atau bakteri dalam sampel dahak.
  • X-ray dada atau CT scan untuk melihat kondisi paru-paru Anda.
  • Tes fungsi paru untuk mengetahui seberapa baik udara yang mengalir ke paru-paru.
  • Tes darah GuantilFERON atau tes kulit turunan protein murni (PPD) utnuk memeriksa ada tidaknya infeksi tuberkulosis.
  • Tes keringat untuk mendeteksi cystic fibrosis.

Bagaimana penanganan bronkiektasis?

Bronkiektasis adalah kondisi kronis yang tidak ada obat penyembuhnya, tapi gejalanya bisa dikendalikan dengan sejumlah perawatan seperti fisioterapi dan obat-obatan, termasuk antibiotik dan obat-obatan untuk mencairkan lendir dahak. Dengan perawatan, Anda biasanya bisa menjalani kehidupan normal.

Fisioterapi yang umum digunakan untuk mengatasi bronkiektasis adalag rehabilitasi fungsi paru, terapi oksigen, dan pemakaian rompi khusus untuk membantu membersihkan lendir dalam paru. Anda mungkin juga akan mendapatkan vaksin untuk mencegah infeksi pernapasan.

Jika terjadi perdarahan di paru-paru, dokter akan melakukan operasi untuk menyingkirkan area yang terinfeksi.

Adakah komplikasi yang bisa terjadi karena bronkiektasis?

Pada beberapa kasus, bronkiektasis dapat menyebabkan komplikasi yang disebut hemoptisis masif. Hemoptisis masif adalah kondisi batuk darah dalam jumlah besar. Gejala hemoptisis masif meliputi:

  • Batuk lebih dari 100 ml (setara dengan sepertiga minuman kaleng) darah dalam waktu 24 jam
  • Kesulitan bernapas yang disebabkan oleh darah yang menghalangi saluran udara
  • Merasa pusing, dan kulit dingin dan berkeringat.

Hemoptisis masif termasuk kondisi gawat darurat. Segera hubungi ambulans atau pergi ke IGD ke rumah sakit terdekat jika Anda mengalami gejalanya.

Adakah cara untuk mencegah bronkiektasis?

Untuk mencegah bronkiektasis, sangat penting untuk mencegah terjadinya infeksi paru dan kerusakan di paru.

Lakukan vaksin saat anak-anak untuk campak dan batuk rejan agar mencegah infeksi yang terkait dengan penyakit paru-paru. Menghindari asap beracun, gas, serta zat berbahaya lainnya yang juga bisa merusak paru-paru.

Jika saat anak-anak mengalami infeksi paru-paru, pengobatan infeksi harus tepat dan diselesaikan dengan tuntas untuk menjaga fungsi paru-parunya dan mencegah kerusakan paru di kemudian hari.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca