Ada Bercak Darah Saat Tidak Sedang Haid? Ini Penyebabnya

Oleh

Kebanyakan perempuan tentu akan panik saat melihat adanya bercak darah padahal ia tidak sedang haid. Kenapa flek darah tersebut bisa ada di sana? Apakah terjadi sesuatu dengan organ reproduksi Anda? Berikut beberapa penyebab munculnya bercak darah saat tidak sedang haid.

Penyebab bercak darah saat tidak sedang haid

1. Penggunaan kontrasepsi

Bercak darah biasanya normal terjadi pada penggunaan kontrasepsi selama 3 bulan pertama. Penggunaan beberapa jenis kontrasepsi tertentu bahkan memicu timbulnya bercak darah. Perubahan penggunaan kontrasepsi berjenis pil salah satunya. Pergantian jenis pil KB yang digunakan dapat berdampak pada dinding uterus Anda. Keadaan inilah yang memicu timbulnya bercak darah.

2. Ovulasi dan kehamilan

Pada beberapa wanita, bercak darah biasanya muncul bersamaan dengan ovulasi kurang lebih 1 minggu sebelum siklus menstruasi. Munculnya bercak darah ini biasanya diikuti dengan timbulnya rasa nyeri. Sedangkan bercak darah yang terjadi di tahap awal kehamilan, terjadi setelah kira-kira 1 minggu setelah sel telur dibuahi. Sel telur akan menempel dengan dinding rahim dan menyebabkan pendarahan implantasi.

3. Stress

Stres ternyata mampu melepaskan hormon kortisol dan akhirnya menurunkan level hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh Anda. Kondisi ini kemudian mengacaukan siklus menstruasi Anda dan kemudian menimbulkan bercak darah kira-kira seminggu sebelum siklus menstruasi Anda biasa dimulai.

4. Luka fisik

Hubungan seksual terkadang dapat menyebabkan bercak darah bila penetrasi terlalu dalam. Hal ini dikarenakan adanya iritasi pada vagina maupun serviks. Kasus ini juga sering kali dijumpai pada perempuan mendekati masa menopause mereka. Hal tersebut disebabkan mengeringnya vagina mendekati masa menopause.

5. Uterine fibroid

Uterine fibroid adalah pertumbuhan sel tidak normal, namun jinak, yang terjadi pada uterus Anda. Anda tak harus merasa khawatir dengan kondisi ini, kecuali ini mengganggu aktivitas Anda sehari-hari. Uterine fibroid biasa terjadi pada wanita berusia 30 hingga 40 tahun.

Bercak darah seperti apa yang harus Anda periksakan?

Flek darah saat sedang haid harus mendapatkan perhatian Anda, bahkan harus segera Anda periksakan ke dokter, bila bercak darah tersebut:

  • Merupakan pendarahan vagina yang tak juga berhenti hingga lebih dari 3 hari.
  • Bercak darah ringan namun terjadi setiap kali siklus mentruasi Anda akan dimulai.
  • Pendarahan berat yang terjadi setelah berhubungan seksual.
  • Pendarahan vagina yang terjadi setelah melewati masa menopause.
  • Pendarahan diikuti dengan gejala lain seperti rasa nyeri.
  • Pendarahan vagina yang terjadi selama masa kehamilan.
  • Pembengkakan panggul. Pembengkakan atau infeksi yang dapat terjadi pada uterus, tuba falopi maupun ovarium. Pembengkakan ini biasanya disebabkan oleh bakteri seperti gonore maupun chlamydia. Jika tidak diatasi, infeksi ini dapat melukai jaringan panggul dan berpotensi menimbulkan ketidaksuburan.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca