Suhu tubuh normal bisa terus berubah sepanjang hari. Ini karena tubuh manusia mampu mengubah sendiri suhu intinya sesuai dengan musim dan lingkungan di sekitarnya. Suhu tubuh orang yang sehat bisa naik-turun sekitar 0,5°C selama seharian— bisa lebih rendah di pagi hari dan lebih tinggi di sore ke malam hari, tergantung dari apa aktivitas Anda di hari itu.

Artinya, suhu tubuh yang selalu berubah sebenarnya adalah bagian alami dari mekanisme pertahanan tubuh Anda. Namun penting untuk memastikan bahwa suhu tubuh yang naik-turun bukanlah hasil dari kondisi medis yang mendasarinya. Teruskan membaca untuk cari tahu berapa suhu tubuh normal manusia, dan apa yang bisa menyebabkan perubahannya.

Berapa suhu tubuh normal manusia?

Kebanyakan orang menganggap suhu tubuh normal manusia sudah pasti harus berada di angka 37ºC. Namun, konsep ini agak menyesatkan dan telah dibantah oleh banyak studi medis. Sebuah studi yang diterbitkan bertahun-tahun yang lalu di Journal of American Medical Association menemukan suhu normal rata-rata untuk orang dewasa adalah 36,7°C, bukannya pas 37°C.

Secara umum, dunia medis menyepakati bahwa suhu tubuh normal berkisar antara 36,1°C sampai 37,2°C. Meski ini juga akan banyak bergantung pada:

  • Kondisi fisik orang tersebut
  • Usia
  • Aktivitas apa saja yang telah mereka lakukan
  • Waktu di hari tersebut
  • Bagian mana dari tubuh Anda yang diukur suhunya — Misalnya, pembacaan suhu dari ketiak biasanya menunjukkan 0.5°C lebih rendah dari suhu inti tubuh.

Sementara itu, suhu tubuh cenderung menurun seiring bertambahnya usia. Satu studi milik para periset di Rumah Sakit Universitas Winthrop di New York menemukan bahw suhu rata-rata tubuh orang lansia tidak pernah mencapai 37°C. Temuan ini menunjukkan bahwa bahkan ketika lansia sakit sekalipun, suhu tubuh mereka mungkin tidak naik hingga mencapai suhu yang dikenali orang sebagai demam (lebih dari 37ºC). Di sisi lain, suhu tubuh yang terlalu rendah (di bawah 35ºC) pada umumnya menjadi pertanda penyakit tertentu.

Dengan demikian, batasan suhu tubuh agar bisa dibilang demam juga akan berbeda untuk setiap orang berdasarkan waktu di hari tersebut. Intinya adalah, untuk bisa mengetahui suhu tubuh normal seseorang, setiap variasi faktornya harus ikut diperhitungkan.

Apa yang menyebabkan suhu tubuh bisa naik-turun?

Tubuh mengubah suhunya untuk menyesuaikan diri dengan perubahan di sekitar. Anda akan berkeringat saat berada di lingkungan yang panas untuk membantu menjaga tubuh tetap dingin. Di sisi lain, tubuh Anda akan berusaha membuatnya tetap hangat saat suhu di sekitar Anda rendah. Untuk melakukan itu, otak akan mengirim sinyal ke seluruh tubuh agar memasok lebih banyak darah dari pembuluh kapiler menuju bagian tubuh yang hangat. Respon ini akan membuat Anda gemetar menggigil. Menggigil bisa menghasilkan panas sehingga tubuh Anda bisa menjaga suhu tubuhnya.

Suhu tubuh juga bisa mengalami perubahan saat Anda merokok, minum alkohol, dan bahkan saat Anda berbohong. Berikut adalah beberapa alasan umum lainnya di balik naik-turunnya suhu tubuh normal:

1. Pertumbuhan badan

Suhu tubuh yang naik-turun umum dialami oleh bayi. Alasannya tak lain dan tak bukan adalah karena mereka masih berada dalam masa tumbuh kembangnya, sehingga sistem internal tubuh belum mencapai fungsi yang paling optimalnya. Suhu tubuh bayi bisa meningkat dalam beberapa hari kelahiran tapi akan turun sedikit saat bayi sampai usia pertengahan.

2. Perubahan hormon

Suhu tubuh sangat sensitif terhadap kadar hormon. Jadi, suhu seorang wanita mungkin lebih tinggi atau lebih rendah saat berovulasi atau mengalami menstruasi. Hal yang sama akan terjadi setelah menopause. Sebaliknya, perubahan metabolisme selama kehamilan menyebabkan peningkatan suhu tubuh.

3. Ritme sirkadian

Suhu tubuh mungkin berubah-ubah mengikuti perubahan jam biologis (ritme sirkadian) tubuh. Suhu tubuh terendah biasanya terjadi di 2 jam terakhir sebelum Anda bangun. Anda juga bisa merasa lebih dingin pada waktu-waktu tertentu terlepas dari suhu sekitar yang stabil.

4. Demam

Demam adalah gejala umum, bukan sebuah penyakit mandiri. Anda akan demam jika ada infeksi dalam tubuh yang disebabkan oleh virus atau bakteri. Pada bayi dan anak-anak, demam biasanya muncul saat suhu tubuh lebih dari 37 derajat Celsius. Sementara itu, orang dewasa akan demam ketika suhu tubuh mencapai 38-39°C.

Demam merupakan pertanda bahwa tubuh sedang melawan infeksi, karena biasanya virus dan bakteri berkembang biak dengan cepat dalam tubuh di suhu 37º Celsius. Maka dari itu, tubuh akan meningkatkan suhunya untuk mempertahankan diri dan mencegah patogen jahat ini semakin memperbanyak diri.

Penyakit yang umum menyebabkan demam adalah flu, radang tenggorokan, sinusitis, radang paru, tuberkulosis, dan infeksi saluran kencing. Beberapa penyakit berbahaya lain yang bisa mengakibatkan demam adalah demam berdarah, malaria, radang selaput otak (meningitis), dan HIV. Demam juga bisa muncul ketika anak selesai imunisasi atau mau tumbuh gigi. Jika Anda atau anak Anda demam, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk mencari tahu sumber penyakitnya sehingga bisa ditangani dengan baik.

5. Hipotiroidisme

Hipotiroidisme adalah salah satu dari banyak alasan naik-turunnya suhu tubuh Anda. Kelenjar tiroid mengatur bagaimana sel tubuh Anda memanfaatkan energi yang diterima dari makanan — prosesnya disebut metabolisme. Metabolisme Anda mungkin melambat karena penyakit tertentu atau faktor lainnya. Ini adalah sebuah kondisi yang disebut hipotiroidisme. Suhu tubuh Anda akan turun saat metabolisme Anda lambat dan Anda akan merasa kedinginan. Gejala hipotiroidisme yang paling umum adalah kelelahan, sembelit, nyeri otot, dan mood depresif.

6. Diabetes

Diabetes juga memiliki hubungan dengan suhu inti tubuh Anda. Para ilmuwan menemukan bahwa ketika insulin disuntikkan ke area otak tertentu pada tikus, hal itu dapat menyebabkan peningkatan suhu tubuh dan tingkat metabolismenya. Ini menunjukkan diabetes dapat sedikit banyak memengaruhi suhu tubuh Anda dan menyebabkan perubahan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca