5 Makanan Pengganti Telur yang Tingi Kandungan Protein

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Telur merupakan salah satu sumber makanan yang mengandung protein baik untuk tubuh. Tapi sayangnya, sebagian besar orang memiliki alergi atau reaksi tubuh buruk terhadap telur. Lalu, adakah makanan pengganti telur yang sama bergizi dan bermanfaatnya bagi tubuh?

5 Jenis makanan pengganti telur

1. Daging hewan

Daging sapi, ayam ataupun daging unggas lainnya merupakan salah satu makanan pengganti telur yang memiliki protein dalam jumlah banyak. Meskipun daging punya kandungan lemak jenuh yang tinggi, tapi kalau mengonsumsinya dalam takaran yang cukup tidak akan menyebabkan efek tertentu pada tubuh.

Mengapa tidak boleh makan daging banyak-banyak? Pasalnya, lemak pada daging akan membuat penumpukan plak pada dinding ateri yang akan meningkatkan risiko penyakit jantung. Walau begitu, semua jenis daging tidak hanya mengandung protein tinggi, tapi juga memiliki kandungan zat besi baik untuk melancarkan peredaran oksigen dalam tubuh.

2. Ikan

Selain telur dan daging, ikan juga punya sumber nutrisi serupa yang sama dibanding dengan keduanya. Tidak hanya ikan, sumber protein lain juga bisa didapat dari makanan laut lainnya seperti kerang dan tiram. Disarankan untuk mengonsumsi ikan salmon karena kandungan rendah lemaknya. Pada kandungan ikan salmon, ikan nila dan ikan tuna terdapat 21 gram protein per porsinya, yang jumlahnya sudah mencukupi kebutuhan protein tubuh sehari-hari.

3. Produk makanan dan minuman berbahan susu

Susu dan bahan makanan lain yang juga terbuat dari susu, bisa menjadi salah satu makanan pengganti telur yang aman dan baik untuk tubuh. Ada keju, yoghurt, keju cottage dan masih banyak lainnya. Masing-masing makanan berbahan susu tersebut, memiliki protein dalam jumlah yang cukup serta dapat menjadi sumber kalsium baik bagi tubuh. Contohnya dalam satu cangkir keju cottage mengandung 24 gram protein, sedangkan yoghurt memiliki protein sebanyak 20 gram per porsinya.

4. Biji gandum

Olahan biji gandum utuh seperti tepung gandum, roti gandum dan pasta gadum mengandung sejumlah protein dan berbagai nutrisi lainnya. Pada 100 gram olahan biji gandum mengandung sekitar 12,5 gram protein. Tapi sayang, tidak sama halnya dengan telur, biji gandum memang mengandung protein, tapi tidak semua kandungan protein ada di dalamnya. Salah satu contoh protein yang kurang adalah kandungan asam amino esensial, namun olahan bii gandum masih sehat dan bergizi untuk dijadikan makanan pengganti telur.

5. Tofu

Tofu adalah olahan dari kedelai yang digadang bagus untuk menurunkan kadar kolesterol dari dalam tubuh. Karena kandungan dari kedelai yang telah dimodifikasi menjadi bahan makanan lain, secara genetik dapat mengubah kadar kolesterol jahat menjadi kolesterol baik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Semua bagian tubuh bisa saja terserang psoriasis, termasuk kuku Anda. Simak ulasan lengkap tentang gejala dan perawatan psoriasis kuku dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Hati-hati jika punya riwayat penyakit ginjal kronis atau akut. Komplikasinya bisa merambat sampai otak, disebut dengan ensefalopati uremikum.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Ginjal 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Lama-lama, seks bisa jadi membosankan. Apakah artinya sudah tak saling cinta lagi? Bisakah hubungan suami istri terasa nikmat seperti dulu lagi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Anda sering melihat bullying tapi tidak tahu harus berbuat apa? Anda ingin menolong korban tapi takut? Cari tahu di sini apa yang harus Anda lakukan!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Psikologi 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Seks dengan Lampu Menyala

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kebugaran jantung

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
pasangan malu berhubungan intim

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
cedera kaki pakai tongkat kruk

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit