Apakah Vape Mengandung Nikotin Seperti Rokok?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 08/01/2020
Bagikan sekarang

Belakangan ini sedang trend mengisap vape atau rokok elektrik. Banyak orang menganggap vape lebih baik dari rokok atau lebih ringan dari rokok, sehingga tidak dapat menimbulkan masalah kesehatan yang berarti. Tapi, belum tentu juga begitu. Coba lihat dulu apakah vape mengandung nikotin seperti rokok biasa? Atau, jangan-jangan ada kandungan lain di dalam vape yang lebih berbahaya?

Vape tidak mengandung nikotin, benarkah?

Perlu Anda ketahui bahwa vape tidak menghasilkan asap, melainkan uap air. Cairan vape (e-liquid) dipanaskan oleh elemen pemanas dalam vape kemudian menghasilkan uap air yang Anda hisap. Namun, tidak adanya asap yang dihasilkan vape ini bukan berarti vape tidak mengandung nikotin.

Komponen utama dari rokok elektrik adalah cairan yang berada dalam cartridge (tabung). Cairan tersebut terbuat dari nikotin yang diekstrak dari tembakau dan kemudian dicampur dengan bahan dasar, seperti propilen glikol. Biasanya juga ditambahkan dengan perasa, pewarna, dan bahan kimia lainnya.

Vape atau rokok elektrik tetap mengandung nikotin dan zat kimia lain yang berbahaya. Nikotin merupakan zat yang dapat menyebabkan kecanduan. Penelitian telah menunjukkan bahwa paparan nikotin dapat membuat otak kecanduan terhadap senyawa lainnya. Selain itu, rasa yang dimiliki oleh vape juga mengandung karsinogen dan bahan kimia beracun, seperti formaldehida dan asetaldehida. Juga, mengandung logam beracun dalam ukuran nanopartikel, logam ini dihasilkan dari mekanisme penguapan.

BACA JUGA: Kecanduan Nikotin: Kenapa Bisa Terjadi dan Bagaimana Mengatasinya?

Hampir semua rokok elektrik mengandung nikotin, bahkan beberapa produk rokok elektrik yang diklaim bebas nikotin ternyata juga mengandung nikotin. Pengujian yang dilakukan oleh Food and Drug Administration (FDA) pada tahun 2009 menemukan bahwa cartridge yang berlabel bebas nikotin ternyata mengandung nikotin. Selain itu, penelitian lain yang dilakukan tahun 2014 menemukan bahwa jumlah nikotin yang tercantum dalam kemasan cairan isi ulang vape beberapa berbeda dengan jumlah nikotin yang terkandung di dalamnya.

Jadi, hati-hati bagi Anda yang suka mengisap rokok elektrik atau bagi Anda yang baru mau mencobanya. Jangan terlalu percaya dengan label kemasan yang mengklaim bebas nikotin. Ingatlah, semakin banyak kandungan nikotin dalam cairan rokok elektrik, semakin besar pula risiko Anda untuk mengalami kecanduan.

Apa saja bahaya nikotin?

Telah disebutkan di atas bahwa nikotin menyebabkan Anda menjadi kecanduan. Selain itu, banyak masalah kesehatan yang dapat disebabkan oleh nikotin.

  • Pada ibu hamil, paparan nikotin selama kehamilan dapat membahayakan kesehatan janin dalam kandungan. Hal ini dapat berdampak dalam jangka waktu lama bagi fungsi otak dan paru-paru bayi yang sedang berkembang. Selain itu, paparan nikotin juga dapat menyebabkan bayi mempunyai berat badan lahir rendah (BBLR), kelahiran prematur, bayi lahir mati (stillbirth), dan sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).
  • Pada anak dan remaja, paparan nikotin dapat berdampak negatif terhadap perkembangan otak. Remaja muda yang sudah menggunakan rokok elektrik dapat mengalami gangguan kognitif dan perilaku, termasuk berdampak pada ingatan dan perhatian. Efek nikotin pada otak manusia dapat berdampak jangka panjang.
  • Anak atau dewasa yang menelan, menghirup, atau menyerap cairan rokok elektrik melalui kulit atau matanya dapat mengalami keracunan. Dosis tinggi dari nikotin dapat menyebabkan keracunan. Hal ini terjadi dengan gejala mual, muntah, kejang, dan depresi pernapasan pada kasus keracunan nikotin yang parah. Bahkan cairan nikotin yang tertelan dapat menyebabkan kematian, terutama pada anak-anak.

BACA JUGA: Di Bawah 18 Tahun Sudah Mulai Merokok? Ini Dampaknya

Berapa kadar nikotin dalam cairan rokok elektrik?

Biasanya kadar nikotin dalam cairan rokok elektrik tertera dalam satuan mg/ ml atau miligram per milimeter. Misalnya, dalam satu kemasan cairan rokok elektrik tertera keterangan nikotin sebesar 12 mg, artinya dalam produk tersebut mengandung 12 mg nikotin di setiap mililiter cairan. Jadi, jika cairan rokok elektrik berjumlah 30 ml, maka kandungan nikotinnya adalah 360 mg (30 x 12).

Atau, ada juga yang memberi keterangan kadar nikotin dalam persen (%). Ini sebenarnya sama saja dengan yang memberi keterangan dalam miligram (mg). Misalnya, jika dalam kemasan tertera kadar nikotin sebesar 2,4%, itu sama saja dengan kadar nikotin 24 gram. Hanya saja cara membacanya adalah setiap tetes cairan rokok elektrik mengandung 2,4% nikotin.

Sekarang Anda sudah tahu bagaimana cara membacanya. Jadi, jangan salah mengartikan kadar nikotin dalam satu botol cairan rokok elektrik. Mungkin Anda menganggap angkanya kecil, tapi jangan lupa dikalikan per mililiter cairan. Sehingga, jika dijumlahkan angkanya menjadi besar bukan?

Cairan rokok elektrik sudah banyak ditawarkan dalam berbagai tingkat kandungan nikotin. Umumnya, mulai dari kadar 0-36 mg nikotin per ml cairan atau bisa juga lebih tinggi. Biasanya cairan dengan kandungan nikotin 3,6% atau 36 gram adalah tingkat kandungan nikotin yang tertinggi. Berikut ini merupakan urutan kadar nikotin yang umum dalam cairan rokok elektrik.

  • Kandungan nikotin 0 mg, biasanya dipilih oleh orang yang sudah tidak merokok. Tapi ingat, walaupun berlabel 0 mg nikotin namun belum tentu benar-benar tidak terdapat nikotin dalam cairan rokok elektrik tersebut. Jangan dibohongi oleh label.
  • Kandungan nikotin 8 mg, biasanya dipilih oleh perokok ringan yang biasa merokok kurang dari satu bungkus seminggu. Namun, walau bagaimanapun nikotin bisa membuat Anda kecanduan, sehingga lama-kelamaan Anda akan meningkatkan dosis nikotin Anda.
  • Kandungan nikotin 16 mg, biasanya bisa dinikmati oleh perokok sedang. Kadar nikotin dalam cairan rokok elektrik ini hampir sebanding dengan kadar nikotin dalam rokok biasa. Jadi, merokok elektrik dengan dosis ini sama saja dengan Anda merokok biasa. Bukannya Anda bisa berlatih untuk mengurangi rokok, tapi bisa jadi sebaliknya.
  • Kandungan nikotin 24 mg, biasanya bisa dinikmati oleh perokok berat yang terbiasa merokok sekitar satu bungkus per hari.  Kadar nikotin ini sangat kuat sehingga bisa menyebabkan masalah kesehatan pada Anda.
  • Kandungan nikotin 36 mg, ini merupakan kadar nikotin yang sudah sangat tinggi. Dengan kadar nikotin 24 mg saja sudah bisa menyebabkan masalah kesehatan, apalagi jika Anda memilih cairan rokok elektrik dengan kadar ini. Jika niat Anda menggunakan rokok elektrik adalah untuk berhenti merokok, mungkin pemilihan kadar nikotin tinggi ini tidak cocok untuk Anda. Bisa saja hal ini malah menyebabkan Anda semakin kecanduan terhadap nikotin.

BACA JUGA: Mana yang Lebih Baik, Shisha Atau Rokok Elektrik (Vape)?

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Rokok Kretek: Kandungan dan Bahayanya untuk Kesehatan

    Rokok kretek adalah rokok asli Indonesia yang tak kalah berbahaya dengan rokok filter biasa. Kenali kandungan dan bahayanya dalam ulasan berikut.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini

    5 Cara Mudah dan Efektif untuk Membersihkan Paru-Paru Perokok

    Asap rokok yang dihirup penuh dengan racun yang bisa merusak paru. Oleh karena itu, yuk cari tahu berbagai cara untuk membersihkan paru-paru perokok.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini

    EVALI, Penyakit Infeksi Paru yang Mengintai Pengguna Rokok Elektrik

    Ingin menghindari infeksi paru-paru akibat nikotin rokok ternyata penyakit EVALI mengintai pengguna rokok elektrik dan vape. Apa itu EVALI?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi

    11 Cara Berhenti Merokok yang Terbukti Ampuh dan Bebas Risiko “Sakau”

    Selain kanker paru, ada banyak penyakit yang mengintai perokok aktif. Segera cari cara berhenti merokok yang paling pas agar tak menyesal di kemudian hari.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini

    Direkomendasikan untuk Anda

    social smoker

    Menjadi Social Smoker Ternyata Sama Bahayanya dengan Perokok Aktif

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 13/04/2020
    bahaya merokok unruk penderita sakit jantung

    Begini Bahaya Merokok untuk Penderita Penyakit Jantung

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 24/03/2020
    merokok menyebabkan gangguan kecemasan

    Apakah Merokok Menyebabkan Gangguan Kecemasan (Anxiety Disorder)?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 20/03/2020
    kandungan liquid vape

    Daftar Kandungan Berbahaya Dalam Liquid Vape yang Merusak Kesehatan

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 16/02/2020