Apa Itu Gangguan Autoimun dan Bagaimana Mencegahnya?

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 23/04/2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Gangguan autoimun adalah sebuah gangguan yang terjadi akibat gagalnya sistem pertahanan tubuh dalam mengenali tubuh sendiri, sehingga sistem imun bergerak menyerang tubuh yang sehat karena dianggap sebagai benda asing yang harus dihancurkan. Bila kegagalan ini dibiarkan berlarut-larut, maka fungsi tubuh akan terganggu dan rusak karena serangan sistem imun tersebut.

Apa saja penyakit yang disebabkan gangguan autoimun?

Dulu, gangguan dan penyakit autoimun jarang disebut-sebut karena memang penyebab dan prosesnya masih membingungkan. Banyaknya penelitian mengenai autoimun menyebabkan penyakit ini semakin dikenal.

Kini, sudah lebih dari 100 penyakit yang termasuk dalam gangguan autoimun. Beberapa di antaranya adalah penyakit yang sudah tak asing lagi di telinga, yaitu diabetes pada anak, diabetes tipe 1, demam rematik, psoriasis, endometrosis, lupus, dan banyak lainnya.

Siapa yang berisiko mengalami gangguan autoimun?

Ternyata wanita memiliki risiko sebesar 75% untuk terkena gangguan autoimun. Kondisi autoimun juga diturunkan secara genetik, dan penyakit autoimun yang diderita tidak selalu sama.

Contohnya saja, seorang wanita yang memiliki penyakit autoimun berupa penyakit tiroid hashimoto, anaknya mungkin memiliki diabetes anak, sementara ibunya menderita psoriasis.

Autoimun juga lambat untuk dikenali dan didagnosis, sehingga kondisi tersebut dapat mengganggu kehidupan sehari-hari dan sudah telanjur parah sampai akhirnya didiagnosis dan ditangani.

Bagaimana cara mengurangi risiko terkena gangguan autoimun?

Nyatanya, belum diketahui apa saja hal-hal yang memicu risiko gangguan autoimun. Namun, ada beberapa hal yang dapat diterapkan dalam keseharian untuk mencegah penyakit ini, di antaranya:

1. Temukan metode relaksasi yang tepat untuk mengatasi stres

Tak diragukan lagi jika stres dapat mengganggu keseimbangan dan kesehatan tubuh. Gangguan kesehatan yang berlarut-larut akan menurunkan kemampuan sistem imun tubuh, dan dapat berkembang menjadi penyakit autoimun. Maka dari itu, cari cara-cara yang nyaman bagi Anda untuk relaksasi dan mencegah stres dalam aktivitas sehari – hari.

2. Cukupi kebutuhan tubuh akan omega 3

Omega 3 dikenal akan kebaikannya untuk perkembangan dan fungsi otak. Namun, ternyata omega 3 juga merupakan anti peradangan alami yang berperan untuk mengatasi radang pada tubuh.

Asupan omega 3 yang cukup akan membantu sistem imun untuk tetap aktif dan bekerja optimal sehingga terhindar dari kegagalan fungsi yang dapat berkembang menjadi penyakit autoimun.

3. Perkuat sistem imun dengan olahraga rutin

Olahraga selalu menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kesehatan tubuh. Begitupun dengan gangguan autoimun. Olahraga dan aktivitas fisik yang rutin dilakukan sehari-hari akan mengatur sistem hormon, enzim dan sel-sel tubuh untuk bekerja secara optimal.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Artikel dari ahli dr. Lisa Silvani, M.Biomed(AAM)

Efek Global Warming Bagi Kesehatan Kita

Anda mungkin sudah tahu apa dampak pemanasan global bagi lingkungan. Namun, bagaimana dengan efeknya pada kesehatan manusia? Simak di sini, ya!

Ditulis oleh: dr. Lisa Silvani, M.Biomed(AAM)
dampak pemanasan global

3 Gerakan Latihan Rutin untuk Memperkuat Daya Ingat

Memori dan daya ingat manusia akan melemah seiring bertambahnya usia. Namun, tiga gerakan ini bisa membantu menjaga daya ingat tetap kuat.

Ditulis oleh: dr. Lisa Silvani, M.Biomed(AAM)
lompat silang untuk daya ingat

Apa Itu Gangguan Autoimun dan Bagaimana Mencegahnya?

Gangguan autoimun adalah kondisi saat sistem imun tubuh menyerang sel-sel tubuh yang sehat, menyebabkan berbagai penyakit. Bisakah dicegah?

Ditulis oleh: dr. Lisa Silvani, M.Biomed(AAM)
penyakit gangguan autoimun

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Obat-obatan NSAID Bisa Digunakan untuk Penyakit Autoimun?

Obat NSAID biasanya digunakan untuk mengatasi gejala seperti nyeri atau demam. Namun, bolehkah digunakan untuk penyakit autoimun?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Alergi & Penyakit Autoimun, Health Centers 03/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Bisakah Penyakit Infeksi Menyebabkan Terjadinya Autoimun?

Autoimun terjadi saat sistem imun menyerang sel sehat di dalam tubuh. Selain faktor genetik, infeksi penyakit turut berperan menyebabkan autoimun.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Alergi & Penyakit Autoimun, Health Centers 29/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Punya Psoriasis? Waspada, 5 Obat Ini Bisa Jadi Pemicu Gejalanya Makin Parah

Berbagai hal bisa memicu kambuhnya psoriasis, salah satunya adalah penggunaan obat. Oleh sebab itu, hindarilah konsumsi obat-obatan pemicu psoriasis ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 26/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Komplikasi Lupus yang Mungkin Terjadi dan Harus Diwaspadai

Gejala lupus di awal memang ringan. Namun, jika tidak diobati secepatnya, lupus bisa berkembang menjadi komplikasi yang memperparah kondisinya.

Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Alergi & Penyakit Autoimun, Health Centers 10/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mitos skleroderma adalah

Mitos dan Fakta Seputar Skleroderma yang Perlu Diungkap Kebenarannya

Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . Waktu baca 8 menit
penyakit mata pada psoriasis

Komplikasi Penyakit Mata yang Biasa Terjadi pada Pasien Psoriasis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 4 menit
arti kedutan

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit
terapi untuk psoriasis arthritis

Pilihan Terapi Alternatif untuk Bantu Meringankan Psoriasis Arthritis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit