5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Semakin bertambah usia seseorang, pada umumnya semakin banyak penyakit yang diderita. Hal ini karena usia merupakan salah satu faktor dari berbagai penyakit. Tak heran, banyak lansia yang menderita penyakit serius, bahkan tak hanya satu penyakit tapi bisa dua atau lebih penyakit sekaligus. Apa saja penyakit pada lansia yang sering terjadi?

Kenapa risiko penyakit makin banyak saat kita bertambah tua?

Perlu Anda ketahui, pada tahun 2014 angka kesakitan pada lansia adalah sebesar 25,05%. Artinya, dari setiap 100 orang lansia terdapat 25 orang di antaranya yang mengalami sakit. Angka ini dari tahun ke tahun tampaknya semakin menurun. Ini bagus tapi bukan berarti para lansia tidak harus berhati-hati terhadap penyakit.

Faktanya, semakin tua usia Anda, semakin besar risiko Anda terkena penyakit. Hal ini karena penyakit dan usia saling berhubungan. Semakin usia bertambah, fungsi tubuh semakin menurun akibat proses penuaan. Penuaan juga mengakibatkan daya tahan tubuh menurun, sehingga lansia lebih rentan mengalami penyakit menular maupun tidak menular.

Penyakit pada lansia yang sering terjadi, menurut Riset Kesehatan Dasar

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) merupakan sebuah riset kesehatan berskala nasional yang dilakukan setiap lima sampai enam tahun sekali. Riset ini memaparkan sejumlah kondisi kesehatan pada berbagai kalangan di Indonesia, termasuk pada lansia.

Berikut ini merupakan penyakit yang paling banyak menyerang lansia di Indonesia, menurut Riskesdas 2013:

1. Hipertensi

Hipertensi atau darah tinggi menjadi penyakit nomor satu yang paling banyak diderita lansia, menurut Riskesdas 2013. Semakin tua usia Anda, tekanan darah cenderung meningkat. Ini merupakan sebuah proses alami yang terjadi di tubuh Anda saat usia sudah mulai menua. Namun begitu, tekanan darah tinggi tetap berbahaya bagi lansia karena ini dapat menyebabkan penyakit jantung hingga stroke.

Tekanan darah yang tergolong tinggi adalah jika sudah mencapai 140/90 mmHg atau lebih. Jika sudah mencapai angka ini, lansia sebaiknya diberikan pengobatan dan perawatan untuk hipertensi agar tidak memburuk. Mengurangi asupan garam, berolahraga, kontrol berat badan, jauhi stres, dan tidak merokok merupakan beberapa cara untuk mengontrol hipertensi.

2. Artritis (radang sendi)

Ini menjadi penyakit nomor dua yang banyak menyerang lansia di Indonesia. Artritis merupakan peradangan pada salah satu atau lebih sendi Anda. Penyakit ini ditandai dengan rasa nyeri, kekakuan, dan bengkak pada sendi. Sehingga, dapat menyebabkan ruang gerak Anda menjadi terbatas. Semakin tua usia Anda, gejala penyakit ini bisa semakin bertambah buruk.

Untuk itu, Anda perlu melakukan olahraga teratur dan menjaga berat badan Anda agar artritis tidak memburuk. Jika Anda merasa sakit, sebaiknya istirahat dan jangan memaksa untuk melakukan banyak aktivitas.

3. Stroke

Stroke merupakan keadaan yang sangat berbahaya dan butuh pertolongan cepat untuk meminimalkan kerusakan otak. Stroke terjadi saat suplai darah ke bagian otak tidak terpenuhi, sehingga jaringan otak tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi cukup untuk melakukan fungsinya.

Lansia merupakan golongan yang sering mengalami stroke. Beberapa gejala dari stroke adalah mati rasa pada wajah, lengan, atau kaki di salah satu sisi tubuh, penurunan penglihatan di salah satu atau kedua mata, kesulitan bicara atau memahami perkataan orang lain, sakit kepala tiba-tiba tanpa tahu penyebabnya, dan kehilangan keseimbangan saat berjalan.

4. Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)

Anda mungkin jarang mendengarnya, namun penyakit ini menempati urutan keempat penyakit yang banyak terjadi pada lansia. PPOK adalah istilah yang mengacu pada sekelompok penyakit paru yang menghalangi aliran udara sehingga membuat penderitanya sulit bernapas. Emfisema dan bronkitis kronis merupakan dua kondisi paling umum yang menyebabkan PPOK.

Jika Anda adalah seorang perokok atau pernah merokok, Anda harus hati-hati. Merokok merupakan faktor risiko dari PPOK. Untuk itu, mulai sekarang berhentilah merokok dan/atau jauhi asap rokok.

5. Diabetes mellitus

Diabetes berada di urutan kelima dalam penyakit pada lansia yang paling banyak terjadi. Usia yang semakin tua membuat tubuh banyak berubah, termasuk perubahan dalam cara tubuh menggunakan gula darah. Akibatnya, banyak lansia yang menderita diabetes karena tubuhnya tidak bisa menggunakan gula darah dengan efisien.

Diabetes merupakan penyakit yang dijuluki sebagai “ibu dari segala penyakit”, sehingga perawatan perlu dilakukan jika Anda mempunyai diabetes. Mengontrol asupan makanan dan olahraga teratur merupakan dua cara yang penting dilakukan untuk mengontrol kadar gula darah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Batasan Kadar Gula Darah yang Normal dalam Tubuh

Untuk mengetahui apakah Anda kena diabetes atau tidak, Anda harus tahu dulu berapa kadar gula darah normal dalam tubuh. Simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 15 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Berbagai Gangguan Mata yang Mungkin Terjadi Akibat Komplikasi Diabetes

Diabetes juga bisa menyebabkan penglihatan kabur yang apabila dibiarkan bisa berdampak pada kebutaan permanen. Apa saja komplikasi diabetes pada mata?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Kaki Diabetik, Salah Satu Komplikasi Diabetes yang Bisa Berujung Amputasi

Salah satu komplikasi yang bisa terjadi pada penderita diabetes adalah kaki diabetik. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berujung amputasi.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Mengenal Komplikasi Hiperglikemi Hiperosmolar Nonketotik (HHS) pada Diabetesi

Hyperosmolar Hyperglycemic State (HHS) adalah komplikasi diabetes yang disebabkan kadar gula darah yang sangat tinggi dan dapat berakibat fatal.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
alat mencegah hipertensi

Saling Berkaitan, Ini Tips Cegah Hipertensi dan Atrial Fibrilasi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 6 menit
osteoarthritis adalah

Osteoarthritis (Pengapuran Sendi)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 11 menit
merawat kulit orang diabetes

Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 8 menit
hipoglikemia adalah gula darah rendah

Hipoglikemia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 9 menit