5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Semakin bertambah usia seseorang apalagi menjelang lansia, pada umumnya semakin banyak penyakit yang diderita. Hal ini karena usia merupakan salah satu faktor dari berbagai penyakit.

Tak heran, banyak lansia yang menderita penyakit serius, bahkan tak hanya satu penyakit tapi bisa dua atau lebih penyakit sekaligus. Apa saja penyakit pada lansia yang sering terjadi?

Kenapa risiko penyakit makin banyak saat kita bertambah tua?

Perlu Anda ketahui, pada 2014 angka kesakitan pada lansia adalah sebesar 25,05%. Artinya, dari setiap 100 orang lansia terdapat 25 orang di antaranya yang mengalami sakit. Angka ini dari tahun ke tahun tampaknya semakin menurun. Ini bagus tapi bukan berarti para lansia tidak harus berhati-hati terhadap penyakit.

Semakin tua usia Anda, semakin besar risiko Anda terkena penyakit. Hal ini karena penyakit dan usia saling berhubungan. Semakin usia bertambah, fungsi tubuh semakin menurun akibat proses penuaan.

Penuaan juga mengakibatkan daya tahan tubuh menurun, sehingga lansia lebih rentan mengalami penyakit menular maupun tidak menular.

Penyakit pada lansia yang sering terjadi, menurut Riset Kesehatan Dasar

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) merupakan sebuah riset kesehatan berskala nasional yang dilakukan setiap lima sampai enam tahun sekali. Riset ini memaparkan sejumlah kondisi kesehatan pada berbagai kalangan di Indonesia, termasuk pada lansia.

Berikut ini merupakan penyakit yang paling banyak menyerang lansia di Indonesia, menurut Riskesdas 2013:

1. Hipertensi

Hipertensi atau darah tinggi menjadi penyakit nomor satu yang paling banyak diderita lansia, menurut Riskesdas 2013. Semakin tua usia Anda, tekanan darah cenderung meningkat.

Ini merupakan sebuah proses alami yang terjadi di tubuh Anda saat usia sudah mulai menua. Namun begitu, tekanan darah tinggi tetap berbahaya bagi lansia karena ini dapat menyebabkan penyakit jantung hingga stroke.

Tekanan darah yang tergolong tinggi adalah jika sudah mencapai 140/90 mmHg atau lebih. Jika sudah mencapai angka ini, lansia sebaiknya diberikan pengobatan dan perawatan untuk hipertensi agar tidak memburuk.

Mengurangi asupan garam, berolahraga, kontrol berat badan, jauhi stres, dan tidak merokok merupakan beberapa cara untuk mengontrol hipertensi.

2. Artritis (radang sendi)

Ini menjadi penyakit nomor dua yang banyak menyerang lansia di Indonesia. Artritis merupakan peradangan pada salah satu atau lebih sendi Anda.

Penyakit ini ditandai dengan rasa nyeri, kekakuan, dan bengkak pada sendi. Sehingga, dapat menyebabkan ruang gerak Anda menjadi terbatas. Semakin tua usia Anda, gejala penyakit ini bisa semakin bertambah buruk.

Untuk itu, Anda perlu melakukan olahraga teratur dan menjaga berat badan Anda agar artritis tidak memburuk. Jika Anda merasa sakit, sebaiknya istirahat dan jangan memaksa untuk melakukan banyak aktivitas.

3. Stroke

Stroke merupakan keadaan yang sangat berbahaya dan butuh pertolongan cepat untuk meminimalkan kerusakan otak. Stroke terjadi saat suplai darah ke bagian otak tidak terpenuhi, sehingga jaringan otak tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi cukup untuk melakukan fungsinya.

Lansia merupakan golongan yang sering mengalami stroke. Beberapa gejala dari stroke adalah mati rasa pada wajah, lengan, atau kaki di salah satu sisi tubuh.

Selain itu, stroke juga bergejala penurunan penglihatan di salah satu atau kedua mata, kesulitan bicara atau memahami perkataan orang lain, sakit kepala tiba-tiba tanpa tahu penyebabnya, dan kehilangan keseimbangan saat berjalan.

4. Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) pada lansia

Anda mungkin jarang mendengarnya, namun penyakit ini menempati urutan keempat penyakit yang banyak terjadi pada lansia. PPOK adalah istilah yang mengacu pada sekelompok penyakit paru yang menghalangi aliran udara sehingga membuat penderitanya sulit bernapas.

Emfisema dan bronkitis kronis merupakan dua kondisi paling umum yang menyebabkan PPOK.

Jika Anda adalah seorang perokok atau pernah merokok, Anda harus hati-hati. Merokok merupakan faktor risiko dari PPOK. Untuk itu, mulai sekarang berhentilah merokok dan/atau jauhi asap rokok.

5. Diabetes, penyakit pada lansia urutan kelima

Diabetes berada di urutan kelima dalam penyakit pada lansia yang paling banyak terjadi. Usia yang semakin tua membuat tubuh banyak berubah, termasuk perubahan dalam cara tubuh menggunakan gula darah.

Akibatnya, banyak lansia yang menderita diabetes karena tubuhnya tidak bisa menggunakan gula darah dengan efisien.

Diabetes merupakan penyakit yang dijuluki sebagai “ibu dari segala penyakit”, sehingga perawatan perlu dilakukan jika Anda mempunyai diabetes. Mengontrol asupan makanan dan olahraga teratur merupakan dua cara yang penting dilakukan untuk mengontrol kadar gula darah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bisul

Bisul adalah benjolan berisi nanah yang berada di kulit Anda. Apa penyebabnya dan bagaimana cara mengobatinya? Simak ulasan lengkapnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 9 November 2020 . Waktu baca 10 menit

3 Hal yang Harus Anda Perhatikan Saat Merawat Lansia

Merawat lansia bukan pekerjaan yang sulit, tetapi juga tidak mudah. Tidak hanya kesehatan fisik saja, kesehatan mental juga harus Anda perhatikan.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
merawat lansia
Hidup Sehat, Perawatan Lansia 5 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Syok Hipovolemik

Syok hipovolemik adalah kondisi gawat darurat yang terjadi akibat hilangnya darah atau cairan tubuh dalam jumlah besar. Umumnya, ini karena perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Penyakit Kelainan Darah, Hemofilia 24 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Efek Makan Mi untuk Penderita Diabetes dan Tips Aman Mengonsumsinya

Meski populer, mi instan sering dicap sebagai makanan tidak sehat. Lantas, apakah diabetesi boleh makan mie instan? Jika boleh, bagaimana tips amannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tekanan darah normal tensi normal tekanan darah rendah tekanan darah tinggi tekanan darah ibu hamil tekanan darah wanita tekanan darah berdasarkan usia

Berapa Tekanan Darah yang Masih Dianggap Normal?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 23 November 2020 . Waktu baca 8 menit

10 Cara Ampuh Mencegah Penyakit Jantung dan Kekambuhannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21 November 2020 . Waktu baca 12 menit
Konten Bersponsor
mencegah diabetes sejak dini

3 Langkah Lindungi Keluarga untuk Mencegah Diabetes Sejak Dini

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 20 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
mencegah diabetes pada keluarga

Ibu, Ini Cara Cegah Risiko Diabetes pada Keluarga Tercinta Sejak Dini

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 20 November 2020 . Waktu baca 11 menit