8 Penyebab Pria Merasa Sakit Saat Berhubungan Intim

Oleh

Walau nyeri selama berhubungan intim jarang terjadi pada pria, kebanyakan pria akan menyembunyikan rasa sakitnya. Karena seks seharusnya terasa menggairahkan, beberapa orang mungkin merasa enggan untuk mengakui saat aksi di ranjang mulai terasa kurang nyaman. Namun Anda tak perlu menderita dalam diam jika Anda mengalami hal ini.

Mengalami ketidaknyamanan saat berhubungan intim mungkin tidak hanya memengaruhi kinerja seksual, tapi juga kenikmatannya. Keluhan ini bahkan bisa berdampak teror psikologis yang berlangsung lama, seperti rasa takut akan penetrasi, yang akhirnya mengarah ke impotensi. Akibatnya, bukannya tak mungkin ketidaknyamanan saat berhubungan seks malah jadi sumber ketegangan pada hubungan Anda dan pasangan.

Simak sejumlah alasan di bawah ini untuk melihat apakah salah satu dari kondisi tersebut menggambarkan keluhan Anda.

Berbagai penyebab pria merasa sakit saat berhubungan intim

1. Peyronie

Peyronie adalah salah satu kondisi difungsi ereksi di mana penis justru menekuk saat ereksi akibat adanya jaringan parut yang membentang di sepanjang penis, sehingga menyulitkan penetrasi. Ini merupakan penyebab paling umum dari rasa sakit yang dialami pria selama berhubungan intim. Peyronie bisa disebabkan oleh trauma pada penis atau akibat dari cacat genetik atau keturunan.

2. Prostatitis

Prostatitis adalah infeksi yang menyebabkan pembengkakan pada kelenjar prostat dan rasa sakit di daerah belakang penis (tepat di bawah kandung kemih). Kondisi ini juga menyebabkan rasa nyeri atau sensasi terbakar saar buang air kecil, dan ejakulasi yang terasa menyakitkan. Prostatitis lebih mungkin terjadi pada pria dewasa usia 30-50 tahun yang aktif secara seksual dengan banyak pasangan dan berhubungan intim tanpa perlindungan kondom. Peradangan pada kelenjar prostat juga terkait dengan infeksi menular seksual.

3. Penyakit kelamin menular

Nyeri dapat timbul karena infeksi menular seksual (IMS), seperti infeksi ragi, herpes, atau gonore yang tidak diobati. Jika Anda memiliki alasan kuat untuk yakin bahwa Anda memiliki penyakit seks menular, segera kunjungi dokter atau klinik kesehatan untuk diuji. Luka tersebut sangat menular. Semakin cepat Anda tahu jika Anda terinfeksi, semakin cepat Anda bisa mendapatkan pengobatan dan berpotensi melawan efek dari infeksi ini.

4. Masalah pada kulit kulup

Kerusakan akibat robek, gesekan, peradangan, atau struktur abnormal pada kulup (misalnya kulit kulup yang terlalu ketat; atau kulit kulup tersangkut di belakang kepala penis dan tak bisa ditarik ke depan) dapat menyebabkan rasa sakit saat berhubungan intim. Konsultasikan dengan dokter tentang langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengatasi masalah kulit kulup Anda.

5. Hipospadia

Hipospadia dapat menjadi penyebab hubungan seksual yang menyakitkan. Hipospadia adalah cacat lahir laki-laki di mana bukaan saluran kemih, uretra, tidak terletak di ujung penis namun  berada di bagian bawah. Hipospadia memengaruhi sekitar 1 dalam setiap 150-300 kelahiran laki-laki dengan berbagai tingkat keparahan. Hipospadia dapat dikoreksi dengan operasi di bawah pengaruh bius total.

6. Infeksi saluran kencing

Infeksi saluran kencing (ISK) memang lebih umum terjadi pada wanita, namun tak menutup kemungkinan pria juga bisa mengidapnya. Pria yang menderita ISK sering mengeluh tentang rasa sakit atau sensasi terbakar setiap kali buang air kecil. Selain itu, penis memancarkan bau busuk dan terasa sakit saat ejakulasi.

7. Priapismus

Priapismus mengacu pada ereksi yang berlangsung selama lebih dari empat jam, biasanya menyakitkan, dan belum tentu hasil dari gairah seksual. Kondisi ini terjadi ketika darah di penis terjebak dan tidak mampu mengalir. Kondisi ini paling umum terjadi pada anak laki-laki usia 5 sampai 10 tahun, dan pria dewasa usia 20-50 tahun. Priapismus harus segera diobati untuk menghindari kemungkinan disfungsi ereksi permanen.

8. Hipersensitivitas

Penis dapat menjadi sangat sensitif setelah orgasme dan ejakulasi, yang dapat membuat hubungan intim ronde selanjutnya bisa terasa kurang nyaman. Ini mungkin berarti Anda harus membatasi berapa kali Anda melakukan hubungan intim dengan pasangan Anda dalam satu waktu. Bahkan tanpa hubungan intim, Anda dapat menjelajahi cara lain untuk mencapai keintiman dengan pasangan Anda.

Dalam beberapa kasus, ketidaknyamanan selama berhubungan intim merupakan hasil dari kurangnya lubrikasi; salah posisi seks atau seks terlalu bertenaga; reaksi alergi (dermatitis atau psoriasis) terhadap cairan vagina, merek kondom tertentu atau spermisida dalam pelumas seks. Penyebab lainnya yang kurang umum bisa disebabkan oleh “tusukan” benang dari alat kontrasepsi IUD yang menonjol dari leher rahim wanita. Sangat jarang, alasan psikologis mungkin menjadi alasan di balik keluhan rasa sakit selama seks, seperti pelecehan seksual di masa kecil.

Jika Anda mengalami nyeri selama berhubungan intim, bicarakan dengan pasangan anda bagaimana pengalaman seks Anda dan bukan hanya saat berhubungan seks, ketika kedua belah pihak cenderung menikmati rasa sakitnya bahkan jika itu menyakitkan dalam cara yang buruk. Bicarakan tentang kekhawatiran Anda di luar kamar tidur. Percayalah bahwa kehidupan seks Anda akan jauh lebih baik jika Anda berdua terbuka satu sama lain. Atau, diskusikan kemungkinan kecurigaan Anda dengan dokter, jika Anda tidak yakin apa sumber rasa sakit Anda.

BACA JUGA:

Share now :

Direview tanggal: Desember 3, 2016 | Terakhir Diedit: November 7, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca