Tidak Gonta-ganti Pasangan Tetap Bisa Kena Penyakit Kelamin. Kenapa?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 15/09/2018
Bagikan sekarang

Penyakit kelamin dikenal juga dengan penyakit menular seksual. Artinya, penyakit ini paling mudah menular melalui hubungan seks, entah itu penetrasi vagina atau anus maupun seks oral. Biasanya penyakit menular seksual menginfeksi orang yang sering gonta-ganti pasangan seks tanpa pengaman. Itulah sebabnya Anda dianjurkan untuk tetap setia pada satu pasangan untuk mencegah penyebaran penyakit kelamin.

Sayangnya, setia pada pasangan tidak menjadi jaminan Anda terbebas dari penyakit ini. Kenapa bisa? Cari tahu jawabannya pada ulasan berikut ini.

Penularan penyakit kelamin melalui hubungan intim

seks infeksi saluran kencing pasangan

Ada banyak jenis penyakit kelamin, seperti klamidia, HIV, sipilis, trikomoniasis, atau juga gonore. Semua penyakit tersebut disebabkan oleh virus, jamur, dan bakteri. Bagi Anda yang sudah aktif berhubungan seksual, risiko terkena penyakit kelamin akan meningkat. Apalagi jika Anda memiliki aktivitas seks yang kurang aman, seperti:

  • Memiliki lebih dari satu pasangan seks
  • Tidak menggunakan kondom saat berhubungan seks
  • Menggunakan sex toys yang sama secara bergantian
  • Berhubungan seks dengan orang yang memiliki banyak pasangan

Tidak gonta-ganti pasangan seks, kenapa tetap kena penyakit kelamin?

tes kesuburan pria

Agar terhindar dari penularan penyakit kelamin, terapkan prinsip seks yang aman. Misalnya tidak bergonta-ganti pasangan seks. Namun, cara tersebut tidak sepenuhnya melindungi Anda dari penyakit kelamin. Apa sebabnya?

Walaupun Anda hanya berhubungan seks dengan pasangan Anda, belum tentu pasangan Anda melakukan hal yang sama. Belum tentu juga pasangan Anda bebas dari infeksi penyakit. Jadi, risiko terkena penyakit kelamin tetap ada. Apalagi jika pasangan wanita pernah atau sedang mengalami infeksi bakteri atau jamur. Risiko terkena penyakit kelamin jadi berpeluang besar.

Seseorang yang tidak menjaga kebersihan organ intimnya, terutama wanita, rentan terkena infeksi bakteri maupun jamur. Nah, berhubungan intim jadi salah satu jalan bagi bakteri, jamur, dan virus untuk menyebar atau bertambah banyak jumlahnya.

Tak cuma itu infeksi bakteri dan jamur, beberapa jenis virus juga bisa menular lewat hal lain di luar seks. Misalnya pasangan Anda saling meminjam barang pribadi dengan seorang pengidap hepatitis, pasangan Anda bisa saja tertular penyakit tersebut. Kemudian bila Anda dan pasangan berhubungan intim, Anda pun jadi berisiko tertular hepatitis juga.

Apakah setia dengan satu pasangan seks cukup untuk mencegah penyakit kelamin?

lumpuh layu dan seks

Tentu saja tidak. Masih ada beberapa hal lainnya yang perlu Anda perhatikan untuk menghindari penularan penyakit menular seksual. Misalnya penularan penyakit HIV/ AIDS. Penyakit ini tidak hanya menular melalui hubungan seks saja, tapi juga lewat penggunaan jarum suntik secara bergantian dengan orang yang terinfeksi.

Perlu Anda ketahui bahwa bakteri, virus, atau jamur penyebab penyakit kelamin bisa bercampur dengan urine, darah, sperma, cairan vagina. Nah, perpindahan semua patogen tersebut bisa terjadi dalam berbagai hal, bukan hanya lewat hubungan seks saja.

Apa lagi langkah untuk mencegah penularan penyakit kelamin?

pakai kondom sesudah ereksi

Selain tidak bergonta-ganti pasangan, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah penularan penyakit kelamin, seperti:

  • Menggunakan kondom setiap kali melakukan hubungan seks. Jika Anda dan pasangan tidak memiliki rencana kehamilan, sebaiknya gunakan kondom dengan baik dan benar.
  • Hindari menggunakan handuk atau pakaian dalam secara bergantian. Penyakit kelamin seperti trikomoniasis dapat menular melalui kebiasaan ini, walaupun jarang terjadi.
  • Bersihkan area genital sebelum dan setelah melakukan hubungan seksual. Anda tentu tahu jika banyak bakteri yang menempel pada tubuh Anda, bukan? Membilas dengan air mengalir bisa membersihkan beberapa bakteri yang menempel, termasuk pada alat kelamin.
  • Lakukan tes kesehatan rutin untuk mendeteksi adanya penyakit kelamin lebih dini. Selain itu, jaga kebersihan dan kelembapan organ intim Anda.
  • Segera dapatkan vaksin untuk mencegah penyakit kelamin, misalnya vaksin HPV dan vaksin hepatitis A serta B.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mungkinkah Kena Penyakit Kelamin Lewat Dudukan Toilet Umum?

Banyak yang khawatir kalau dudukan toilet umum bisa membuat orang tertular penyakit kelamin, sebab dudukan ini telah dipakai banyak orang. Benarkah begitu?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri

Masturbasi Dulu Sebelum Bercinta, Benarkah Bikin Cepat Klimaks?

Masturbasi biasanya identik dilakukan sendirian. Lantas kalau sudah menikah dan aktif secara seksual, adakah manfaat masturbasi jika dilakukan sebelum seks?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Khusus untuk Pria, Ini 5 Cara Agar Berhubungan Intim Tahan Lama

Kepuasan dalam berhubungan seksual dapat terhambat oleh berbagai faktor. Inilah yang perlu dilakukan seorang pria agar bisa semakin tahan lama di ranjang.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu

Awas, Hubungan Seks Ternyata Bisa Menularkan Kudis

Tak banyak yang tahu bahwa pasangan yang menderita kudis bisa menularkan penyakitnya melalui hubungan seks. Bagaimana ini bisa terjadi?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu

Direkomendasikan untuk Anda

seks memperlambat menopause

Rutin Berhubungan Seks Bisa Memperlambat Datangnya Menopause

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 03/04/2020
bdsm dan kekerasan seksual

Seks BDSM Tidak Sama dengan Kekerasan Seksual

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 19/02/2020
alasan tes penyakit kelamin

4 Alasan Kenapa Anda Harus Menjalani Tes Penyakit Kelamin

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 07/02/2020
seks setelah bertengkar

Setelah Bertengkar Hebat, Dapatkah Seks Menyelesaikan Masalah?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 29/12/2019