7 Penyakit Kelamin yang Sering Tertular Lewat Seks Oral

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Seks oral adalah aktivitas seks yang melibatkan mulut dengan daerah genital. Menjilat atau mengulum alat kelamin seperti penis atau vagina merupakan aktivitas seks yang dilakukan dengan pasangan. Seks oral bisa menjadi alternatif yang lebih aman untuk melakukan hubungan seksual. Meskipun wanita tidak bisa hamil akibat seks oral, risiko tertular penyakit kelamin dari seks oral tetap ada.

Risiko penyakit kelamin dari seks oral memang kecil dibandingkan dengan seks anal atau vaginal, namun Anda tidak boleh meremehkannya. Sehingga menggunakan kondom atau pelindung lainnya sangat disarankan saat seks oral.

Penyakit kelamin atau penyakit menular seksual disebabkan oleh virus atau bakteri yang nyaman hidup di tempat hangat, lembap, dan lembut, seperti di mulut dan daerah genital. Penyakit kelamin dapat menyebar dari daerah kelamin ke mulut dan dari mulut ke daerah genital. Penyakit kelamin umumnya menular dari individu ke individu melalui cairan tubuh atau kontak langsung dengan kulit atau luka. Risiko Anda bisa tertular penyakit kelamin dari seks oral dapat terjadi jika melakukan seks oral dengan orang yang mengidap penyakit kelamin dan terutama jika tidak memakai alat pelindung, seperti kondom.

Risiko tertular penyakit kelamin dari seks oral

Sifilis 

Sifilis (raja singa) merupakan salah satu penyakit kelamin yang mungkin tertular melalui seks oral. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Treponema pallidium. Bakteri tersebut bisa masuk ke tubuh melalui luka kecil pada mulut saat seks oral.

Gonore

Gonore atau disebut juga dengan kencing nanah merupakan penyakit yang tergolong umum tertular melalui seks oral. Penyakit ini disebabkan karena bakteri Neisseria gonorrhea. Gonore sering tertular ketika seorang wanita melakukan seks oral pada pria. Namun, kemungkinan seorang pria terkena gonore jika melakukan seks oral pada wanita lebih rendah karena infeksi gonore pada wanita lebih terfokus pada serviks daripada luar vagina.

Herpes genital

Penyakit ini umum terjadi karena seks oral. Herpes genital disebabkan oleh virus herpes simplex 2 (HSV 2). Biasanya ditandai dengan bentol-bentol berair pada alat kelamin. Bahkan, bentol-bentol ini juga bisa menyerang anus atau mulut. Virus biasanya cepat mati di luar tubuh. Jadi, tidak mungkin Anda bisa tertular karena duduk di toilet atau menggunakan handuk bekas penderita.

Akan tetapi, virus herpes simplex bisa tinggal baik di mulut dan alat kelamin. Maka, seks oral jelas bisa menularkan virus ini.

Human papilomavirus (HPV)

Saat melakukan seks oral, Anda berpotensi terkena HPV jika dilakukan dengan orang yang terinfeksi HPV. Pada umumnya, orang yang memberi seks oral lebih berisiko terkena HPV karena ia mengalami kontak langsung dengan cairan vagina atau air mani.

Anda juga masih bisa tertular HPV dari kontak kulit ke kulit, seperti hubungan seks. HPV yang diperoleh dari seks oral merupakan faktor utama yang bisa menyebabkan kanker tenggorokan dan mulut.

Human immunodeficiency virus (HIV)

HIV adalah virus yang menyebabkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). HIV secara drastis dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, sehingga memungkinkan penyakit, bakteri, virus, dan infeksi lainnya menyerang tubuh Anda. Meskipun oral seks membawa risiko HIV yang sangat sedikit, tapi Anda masih bisa tertular. HIV ditularkan jika orang yang menerima seks oral memiliki penyakit kelamin atau luka pada daerah genital mereka, atau jika orang tersebut memberikan seks dengan memiliki luka di mulut atau gusi berdarah.

Klamidia

Klamidia termasuk penyakit kelamin dari seks oral yang jarang terjadi. Risiko lebih tinggi ketika melakukan seks oral pada penis daripada pada vagina. Klamidia disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Klamidia tidak hanya menginfeksi alat kelamin, tapi bisa juga menjangkiti mata dan menyebabkan terjadinya peradangan selamput mata (konjungtivitis) jika cairan vagina atau sperma yang terinfeksi terkena mata.

Penyakit kelamin lainnya

Selain itu, seks oral juga dapat menularkan hepatitis A dan hepatitis B, serta trikomoniasis. Dalam beberapa kasus langka, Anda juga dapat terkena kutil kelamin di mulut akibat seks oral.

Karena itu, meskipun Anda melakukan seks oral, tetap lakukan dengan aman. Misalnya pastikan dulu Anda dan pasangan sama-sama bersih dari penyakit kelamin dengan rutin memeriksakan diri ke dokter. Selain itu, penting juga untuk menggunakan kondom saat seks oral guna mencegah penularan penyakit.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit