Masokisme, Puas Berhubungan Seks Pakai Kekerasan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 November 2018 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Perilaku berhubungan seksual sembari menyakiti pasangannya atau bahkan menyakiti diri sendiri adalah sebuah kelainan. Kelainan seksual ini disebut dengan masokis. Apa itu masokis?

Apa itu masokis?

Masokis atau masokisme adalah kondisi di mana seseorang merasa terangsang, bahkan sampai orgasme, ketika mereka dipukuli, dicaci-maki, diikat, dibuat sakit secara fisik saat sedang berhubungan seksual.

Kondisi masokis ini termasuk dalam kategori parafilia alias kelainan seksual. Seseorang yang didiagnosis masokisme biasanya akan mengalami gejala lain. Gejala tersebut di antaranya berupa rasa cemas berlebih, mengalami rasa malu tanpa sebab, dan pikirannya obsesif dengan ide masokis secara terus-menerus.

Namun seseorang yang punya kecenderungan melakukan masokisme bisa saja tidak dikatakan sebagai masokis apabila mereka mampu mengendalikan masokisnya. Seseorang juga tidak disebut masokis apabila memiliki gejala lain seperti yang dijelaskan di atas, dan mampu memenuhi kepuasan seksnya tanpa melakukan masokisme.

Masokisme sebetulnya punya jenis spesifik lain, namanya asphyxiophilia. Ini adalah kondisi di mana seseorang menerima kepuasan seksual dengan cara menahan napas dirinya sendiri yang dibantu dilakukan oleh pasangannya. Bisa dilakukan dengan cara dicekik, menutup wajah dengan bantal, atau hal lain yang membuat mereka menahan napas. Tak jarang, banyak penderita masokisme jenis ini yang berujung kematian karena kehabisan napas.

pura-pura orgasme

Apa penyebab seseorang mengalami kondisi ini?

Sampai saat ini penyebab kelainan seksual masokisme belum diketahui. Namun, Psychology Today mengatakan bahwa ada beberapa teori yang menduga kelainan seksual ini terjadi ketika fantasi seseorang tidak dapat ia tahan. Ada juga teori lain yang mengatakan bahwa ini adalah sebuah cara melarikan diri dari kenyataan. Misalnya seseorang merasa lebih gagah saat melakukan masokis di ranjang. Namun di balik itu, ia sebenarnya merupakan orang yang pemalu, pendiam bahkan takut kepada lawan jenis.

Dengan berperan sesuai dengan fantasinya, orang-orang ini merasa menjadi pribadi baru yang berbeda. Selain itu, beberapa teori psikoanalitik menduga bahwa perilaku masokis ini disebabkan oleh trauma masa kecil (misalnya pelecehan seksual) atau pengalaman masa kecil yang berhubungan dengan kasus parafilia lainnya.

penyebab wanita susah orgasme

Bagaimana cara mendiagnosis kondisi ini?

Biasanya, dokter mendiagnosis kasus masokis ini apabila seseorang tersebut telah mengalami rangsangan seksual berulang yang intens. Namun, rangsangan seksual yang diterima juga disertai dengan aktivitas kekerasan lainnya, seperti dipukuli, dihina, diikat, atau mengalami beberapa bentuk penderitaan lainnya. 

Seseorang dikatakan memiliki masokis apabila jenis dorongan fantasi tersebut atau perilaku tersebut telah ia rasakan setidaknya selama enam bulan. Hal ini juga dibarengi dengan aspek kehidupan lain yang terganggu, seperti pekerjaan dan sosial.  Perilaku seksual masokisme ini biasanya sudah bisa terlihat dan terdiagnosis sejak usia dewasa awal dan kadang-kadang bahkan dimulai dari usia anak-anak.

efek samping setelah orgasme

Apa kelainan seksual ini bisa diobati?

Bisa, namun tidak mudah. Ada beberapa cara yang harus dilakukan untuk mengatasi kelainan seksual masokisme.

Metode psikoterapi

Psikoterapi dilakukan untuk mengetahui dan mengatasi penyebab pelaku masokisme melakukan hal menyimpang. Terapis nantinya akan membantu pelaku mengubah pola pikir saat berhubungan seks dan berupaya memunculkan empati di dalam diri pelaku masokis.

Pola pikir yang diubah ini bertujuan untuk mengubah keyakinan pelaku, bahwa perilaku seks yang ia lakukan selama ini salah, berbahaya, dan tidak boleh dilakukan. Sementara itu, upaya memunculkan empati dilakukan dengan tujuan membantu pelaku memahami sisi korban yang menderita akibat perilaku masokis. Pemahaman bahwa perilaku itu berakibat fatal, baik dari sisi korban maupun pelaku akan ditanamkan dalam diri pelaku.

Terapi kognitif

Kelainan seksual ini juga bisa dibantu dengan terapi kognitif. Terapi ini membantu pasien untuk mengelola hasrat seksual mereka dengan cara yang lebih sehat. Salah satu strategi psikoterapi ini adalah dengan cara membuat pelaku terlibat masokisme, menjadi korban, dan kemudian mengalami peristiwa negatif untuk mengurangi keinginannya melakukan kekerasan saat berhubungan seksual.

Terapi psikodinamik

Terapi ini mengaitkan adanya kenangan dan konflik (mungkin dari masa lalu) yang mungkin tidak Anda sadari namun turut memengaruhi perilaku menyimpang seksual Anda. Terapi psikodinamik akan membantu mengungkap pengaruh masa awal anak-anak mengenai kebiasaan pelaku masokis saat ini. Metode ini juga membantu menggali faktor saat ini yang turut memicu munculnya kecanduan perilaku seks pada masa sekarang.

Minum obat antidepresan

Obat antidepresan sering diresepkan sebagai obat untuk mengurangi dorongan seks seseorang. Selain itu, para penderita masokis juga mungkin diberi obat yang berguna untuk menurunkan kadar testosteron agar mengurangi intesitas ereksi yang mereka alami.

seks pakai kondom

Kelainan seksual lain yang perlu Anda tahu

1. Eksibisionis

Exhibitionist atau eksibisionis adalah orang yang senang memperlihatkan alat kelamin mereka di depan umum atau orang tidak dikenal. Mungkin ini terdengar “sakit” bagi hampir semua orang, tapi untuk beberapa exhibitionist, menurut Stephen Hart, seorang psikolog forensik, hal ini adalah cara mereka memberikan kesan kepada orang lain.

Eksibisionisme adalah kelainan psikologis jenis parafilia, menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) V. Sementara itu parafilia sendiri adalah hasrat seksual yang cenderung ekstrem dan tidak biasa. Bagi para exhibitionist, menampilkan alat kelamin mereka di depan publik justru memberikan kenikmatan seksual tersendiri.

2. Voyeurism

Kelainan seks ini merupakan salah satu kondisi di mana seseorang mendapatkan kepuasan seks dengan cara mengintip, menguntit, memandang, dan melihat orang lain secara diam-diam. Orang dibuntuti biasanya sedang melakukan aktivitas, seperti telanjang, ganti baju, atau mandi. Dari aktivitas ini, pelaku voyeurisme mendapatkan kepuasan seksual dengan melihat orang lain tanpa diketahui.

3. Nekrofilia

Necrophilia atau nekrofilia merupakan salah satu kelainan seksual yang cukup ekstrem lainnya, yakni memiliki hasrat bercinta dengan jenazah (tubuh orang yang sudah meninggal). Hal ini bisa termasuk dalam suatu kejahatan serius. Para ahli memutuskan bahwa ini termasuk suatu tindakan pemerkosaan. Hal ini disebabkan orang yang telah meninggal tidak bisa memberikan persetujuan untuk tindakan yang orang lain akan lakukan padanya.

4. Pedofilia

Pedofilia merupakan kelainan dalam hasrat seksual yang terjadi saat orientasi seks seseorang yang sudah dewasa terfokus pada anak-anak, bukan sesama dewasa. Menurut Ray Blanchard dari WebMD, pedofil (sebutan bagi pelaku pedofilia) biasanya melakukan dan memiliki hasrat seksual dengan remaja atau anak berusia 13 tahun ke bawah.

Kini aksi pedofilia sudah digolongkan sebagai tindak pelecehan seksual pada anak di bawah umur. Namun, ada yang perlu diketahui bahwa tidak semua pedofil melakukan pelecehan pada anak. Tentunya pula, tidak semua orang yang melakukan kekerasan seksual pada anak-anak merupakan pedofil.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Khasiat Teh Chamomile yang Baik Bagi Tubuh

Pernahkan Anda mencicipi teh chamomile? Ternyata salah satu teh herbal ini banyak manfaatnya, lho! Simak manfaat teh chamomile bagi kesehatan tubuh.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 25 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Pasangan Anda belum cukup luwes dan percaya diri saat berhubungan intim? Tenang, ini dia berbagai cara merangsang istri yang ampuh dan penuh kehangatan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit

6 Penyebab Tubuh Anda Mengeluarkan Kentut

Kentut adalah hal yang normal terjadi. Tapi apa yang jadi penyebab tubuh mengeluarkan kentut? Lalu, kenapa kentut bau dan berbunyi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Fakta Unik 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Selain Catokan, Inilah Ragam Jenis Cara Meluruskan Rambut

Catokan kerap menjadi kewajiban yang rutin dilakukan. Bagaimana cara meluruskan rambut yang baik agar rambut tetap sehat?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 24 November 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

akibat sering main hp

4 Jenis Gangguan Kesehatan Akibat Terlalu Sering Bermain Smartphone

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
gingsul, salah satu jenis maloklusi

Fakta Seputar Gigi Gingsul yang Harus Anda Tahu

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 6 menit
manfaat bengkoang

Tak Hanya Memutihkan Kulit, Ini 6 Manfaat Bengkoang Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit
diet tanpa sayur

5 Cara Diet Tanpa Sayur yang Aman untuk Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 3 menit