Mengenal Berbagai Jenis Kondom, Beserta Plus Minusnya

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 08/05/2020
Bagikan sekarang

Menggunakan kondom dengan ukuran yang pas adalah salah satu faktor yang patut diperhatikan untuk hubungan seksual yang aman. Pasalnya, ukuran kondon yang terlalu sempit atau terlalu besar tentu membuat seks menjadi tidak nyaman dan fungsinya kurang optimal. Namun, rupanya alat kontrasepsi ini diciptakan dengan fungsi dan bahan yang berbeda-beda. Lalu, bagaimana cara memilih kondom yang benar dan apa saja jenis kondom yang dijual di pasaran?

Bagaimana cara memilih kondom?

Secara umum, fungsi utama penggunaan kondom adalah mencegah kehamilan dan penularan penyakit seksual. Namun, kondom rupanya dibuat dalam beberapa jenis dan disesuaikan dengan kebutuhan. Maka itu, ada beberapa faktor yang mungkin harus dipertimbangkan dalam memilih kondom yang tepat.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, salah satu faktor yang penting dalam memilih kondom adalah ukuran. Pastikan, ukuran kondom yang Anda pilih sesuai dengan ukuran penis Anda. Setidaknya, pastikan jika kondom yang Anda gunakan tidak terlalu sempit atau tidak terlalu besar. Anda bisa menyiasatinya dengan membeli berbagai jenis ukuran terlebih dahulu sebelum menentukan ukuran mana yang pas.

Menurut sebuah artikel yang dimuat pada Mayo Clinic, dalam memilih kondom, Anda mungkin juga ingin mempertimbangkan hal-hal seperti jenis dan bahan dari kondom dalam memilih kondom yang tepat. Pasalnya, tidak semua kondom terbuat dari bahan yang sama. Bahkan, desain dari kondom pun beraneka ragam.

Oleh karena itu, ada baiknya jika Anda mengenal jenis-jenis kondom terlebih dahulu, beserta manfaat atau fungsi dari masing-masing kondom yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan.

Berbagai jenis kondom yang tersedia di pasaran

Begitu banyaknya jenis kondom yang tersedia di pasaran mungkin membuat Anda kesulitan saat harus memilih jenis kondom yang paling tepat. Untuk mempermudah Anda dalam memilih jenis kondom yang tepat, simak penjelasan berikut ini.

1. Kondom ultra thin

Salah satu jenis kondom yang beredar di pasaran adalah kondom ultra thin yang terbuat dari bahan lateks. Tujuan dari jenis kondom yang satu ini adalah memberikan sensasi seks seolah tak menggunakan kondom. Meski dibuat setipis mungkin, penggunaan jenis kondom ini juga bisa membantu Anda mempertahankan ereksi.

Di samping itu, Anda tidak perlu merasa khawatir karena bahan tipis yang digunakan dalam membuat kondom ini bukan berarti membuat kondom menjadi lebih mudah sobek.

Pasalnya, sebelum dijual di pasaran, biasanya semua kondom yang tipis maupun tebal sudah terlebih dahulu melewati tahap uji coba dalam fungsinya mencegah kehamilan dan penularan penyakit seksual dari aktivitas seks.

Lagipula, terjadinya kesalahan menggunakan kondom seperti kondom rusak atau sobek biasanya bukan disebabkan oleh bahan yang digunakan. Namun, lebih karena cara penggunaan kondom yang salah. Artinya, kondom berbahan tebal pun bisa sobek jika digunakan dengan cara yang salah.

2. Kondom dengan rasa (flavoured condom)

Tahukah Anda bahwa ada kondom yang dijual dengan rasa? Artinya, kondom tersebut memiliki aroma atau rasa seperti makanan. Biasanya, jenis kondom yang satu ini mengandung pelumas dengan rasa-rasa yang menyelimuti kondom tersebut.

Ada banyak kondom yang dijual dengan banyak rasa. Sebagai contoh, ada kondom dengan rasa anggur, stroberi, jeruk, pisang, permen karet, cokelat, vanila atau raasa soda. Jenis kondom yang satu ini sering kali digunakan saat Anda ingin melakukan seks oral dengan pasangan.

Tujuannya, agar saat Anda melakukan seks oral, ada sensasi yang diberikan oleh jenis kondom ini. Anda tidak perlu khawatir untuk menggunakan jenis kondom yang satu ini, karena kondom ini sudah lulus uji percobaan.

3. Kondom spermisida

Tahukah Anda apa yang dimaksud dengan kondom dengan jenis spermisida? Ya, salah satu jenis kondom dengan kandungan spermisida ini dapat membunuh sperma. Dalam artian, saat Anda menggunakan kondom yang dilengkapi dengan bahan kimia yang disebut spermicide ini untuk berhubungan seksual, sperma yang keluar saat ejakulasi akan mati.

Meski begitu, biasanya penggunaan jenis kondom yang satu ini sebaiknya masih didampingi dengan alat kontrasepsi cadangan jika Anda memang ingin menggunakannya untuk mencegah kehamilan. Pasalnya, penggunaan kondom yang dilengkapi dengan spermicide diperkirakan hanya efektif untuk digunakan hingga 97 persen. Artinya, masih ada 3% kemungkinan Anda pakai kondom bisa hamil atau kebobolan.

 Namun, bahan kimia yang terkandung di dalam kondom spermicide (nonoxynol-9) bisa menyebabkan iritasi pada vulva wanita dan menyebabkan luka sobek kecil yang bisa meningkatkan risiko penularan HIV atau penyakit seks menular lainnya.

4. Kondom dengan tonjolan dan tekstur (studded and textured condoms)

Setidaknya 30 persen wanita melaporkan kesulitan mencapai orgasme saat berhubungan seks, dan inilah alasan mengapa begitu banyak kondom dengan berbagai macam tekstur dan tonjolan yang dirancang sedemikian rupa. Jenis kondom yang seperti ini berguna untuk meningkatkan gesekan yang dialami oleh wanita terhadap dinding vagina.

Ya, jenis kondom yang bertekstur atau dilengkapi dengan benjolan biasanya memang berfungsi untuk menambah sensasi baik untuk wanita, pria, atau bahkan keduanya. Biasanya, jenis kondom ini memiliki dua tonjolan yang  berada pada bagian atas dan bagian bawah. Tonjolan ini biasanya dapat menstimulasi wanita.

Namun, tipe lain dari studded and textured condom ini juga biasanya memiliki banyak tonjolan kecil di sekitar kondom demi meningkatkan gairah wanita. Ada pula kondom yang justru bertekstur pada bagian dalamnya demi meningkatkan gairah pria yang menggunakannya.

Akan tetapi, menggunakan kondom ini tidak selalu menjamin gairah Anda akan meningkat. Pasalnya, banyak juga yang melaporkan jenis ini tidak memberikan efek yang signifikan terhadap perubahan sensasi selama seks.

5. Kondom yang memberikan kesan hangat (warming condom)

Ada pula kondom yang memberikan kesan hangat. Jenis kondom yang satu ini biasanya terbuat dari bahan yang lebih tipis untuk membantu Anda meningkatkan gairah atau sensasi saat menggunakan kondom tersebut. Kondom ini biasanya mengandung pelumas yang memberikan kesan hangat saat digunakan.

Dengan begitu, saat Anda berhubungan seksual dengan pasangan, kondom itu akan memberikan sensasi hangat namun nikmat yang diharapkan dapat meningkatkan gairah Anda berdua.

6. Kondom glow in the dark 

Salah satu jenis kondom yang unik dan mungkin bisa Anda coba adalah kondom glow in the dark. Jenis kondom yang satu ini bisa nyala dalam gelap, sehingga bagi Anda yang ingin melakukan hubungan seksual sambil bersenang-senang, jenis kondom yang satu ini cocok untuk Anda.

Anda tidak perlu khawatir karena kondom yang bisa nyala dalam gelap ini terdiri dari tiga lapis. Lapisan terdalam dan terluar dari jenis kondom ini terbuat dari bahan lateks biasa. Hanya saja, di antara kedua lapis itu terdapat pigmen atau bahan kimia yang aman dan bisa nyala dalam gelap.

Bahan ini tergolong aman dan berada di antara lapisan bagian tengah, sehingga tidak bersentuhan langsung baik dengan vagina maupun penis saat digunakan. Agar kondom ini bisa nyala dalam gelap, cobalah untuk mendekatkan kondom ini pada cahaya selama kurang lebih 30 detik sebelum memasangkannya ke penis.

Biasanya, tak berapa lama, kondom ini akan menyala. Namun, sesuai dengan namanya, pastikan Anda menggunakannya di ruangan yang gelap, ya.

7. Kondom beraneka warna (coloured condom)

Biasanya kondom memang tersedia dalam berbagai warna. Namun, tahukah Anda bahwa ada pula jenis kondom lain yang memiliki tiga warna yang berbeda? Sebagai contoh, ada kondom yang memiliki warna dari bendera negara Amerika, Perancis, Spanyol, dan negara lainnya. Tak hanya itu, ada pula kondom yang bisa digunakan sesuai teman.

Ada kondom dengan tema Halloween, Natal, hingga Valentine. Sayangnya, tidak semua kondom dengan warna yang berbeda-beda ini sudah aman digunakan. Oleh karena itu, pastikan Anda membelinya dari merek tepercaya dan selalu baca berbagai petunjuk yang terdapat di kemasan sebelum menggunakannya.

8. Kondom yang bisa dimakan (edible condom)

Mungkin ini terkesan aneh, tapi memang ada kondom yang bisa dimakan. Biasanya, kondom ini terdiri dari berbagai jenis rasa. Namun, penggunaan kondom ini biasanya hanya digunakan sebagai variasi saja, khususnya bagi Anda yang ingin mencoba hal baru.

Sayangnya, kondom ini biasanya tidak membantu Anda mencegah kehamilan, apalagi mencegah terjadinya penularan penyakit menular seksual seperti sifilis, gonorea, dan HIV/AIDS.

Jenis kondom berdasarkan bahannya

Sementara itu, kondom juga dibedakan berdasarkan bahan yang digunakannya. Ada beberapa jenis bahan yang bisa digunakan untuk membuat kondom. Beberapa di antaranya adalah:

1. Lateks

Salah satu bahan yang paling banyak sekaligus paling sering digunakan untuk membuat kondom adalah bahan lateks. Lateks sebenarnya adalah bahan karet yang paling efektif untuk mencegah kehamilan dan penularan penyakit kelamin.

Kondom lateks terbuat dari getah pohon karet dan umumnya paling mahal daripada jenis kondom lain. Namun, tidak semua orang bisa menggunakan kondom dengan bahan ini mengingat ada pula orang yang memiliki alergi terhadap lateks. Gejala dari alergi lateks ini biasanya menyebabkan penderitanya merasa gatal, sensasi terbakar, hingga ruam kemerahan.

Untuk Anda yang memiliki alergi lateks, direkomendasikan untuk menggunakan kondom poliuretan; terbuat dari plastik sintetis, tidak berwarna dan tidak berbau, lebih tipis dan kuat, tapi kurang elastis dibandingkan bahan lateks.

Kondom poliuretan dapat digunakan dengan produk lubrikan berbahan dasar air maupun minyak. Bahan poliuretan juga menghasilkan panas yang bisa meningkatkan sensitivitas selama berhubungan seks.

Poliuretan tidak berpori, sehingga memberikan perlindungan bagi pencegahan kehamilan dan penyakit kelamin menular, walaupun tidak diketahui pasti seberapa baik performa kondom poliuretan dalam memberikan perlindungan ini.

Penggunaan kondom lateks biasanya hanya bisa digunakan dengan pelumas berbahan dasar air. Pasalnya, produk lubrikan berbahan dasar minyak atau petroleum jelly dapat menyebabkan bahan lateks menipis, aus, dan rusak.

2. Lambskin

Sebenarnya, jenis kondom yang berbahan dasar kulit domba merupakan salah satu kondom yang mengundang banyak pro dan kontra. Pasalnya, banyak orang yang mengira bahwa kondom yang terbuat dari bahan alami ini tidak akan mengurangi nikmatnya bercinta dengan pasangan.

Sayangnya, penggunaan kondom yang terbuat dari kulit domba ini ternyata tidak dapat melindungi Anda dan pasangan dari penularan penyakit menular seksual. Sementara itu, dalam mencegah kehamilan, penggunaan jenis kondom yang terbuat dari bahan ini mungkin tidak akan seefektif bahan lain.

Alasannya, pori-pori yang terdapat pada kulit domba tergolong cukup besar bagi virus, sehingga virus-virus seperti HIV atau herpes tetap memiliki celah untuk masuk atau menembus bahan kondom yang satu ini.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Bahaya yang Ditimbulkan Akibat Melakukan Aborsi Sendiri

Tahukah Anda, bahwa melakukan aborsi sendiri dapat menyebabkan munculnya penyakit ganas pada sang ibu? Itulah penyebab utama dari kematian ibu di dunia.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Adinda Rudystina
Melahirkan, Kehamilan April 1, 2020

Durasi Oral Seks Pria Agar Lebih Nikmat dan Memuaskan

Banyak dari Anda yang mungkin bertanya-tanya berapa lama durasi oral seks pria yang bisa dilakukan untuk mencapai kenikmatan. Temukan jawabannya di sini.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Hidup Sehat, Seks & Asmara Maret 27, 2020

5 Manfaat Pakai Kondom untuk Kesehatan

Kondom memiliki manfaat sebagai alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. Ada banyak manfaat yang perlu disadari pasutri pentingnya mengenakan kondom.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Maria Amanda
Kontrasepsi, Hidup Sehat Maret 18, 2020

Untuk Pasutri, Begini Cara Memilih Kondom yang Pas

Cara memilih kondom untuk pasangan suami istri dapat ditentukan dari beragam aspek, mulai dari jenisnya, penyesuaian ukuran, tekstur, dan bentuknya.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Maria Amanda
Hidup Sehat, Seks & Asmara Maret 17, 2020

Direkomendasikan untuk Anda

bolehkah suntik kb saat puasa

Bolehkah Melakukan Suntik KB Saat Puasa?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Tanggal tayang Mei 19, 2020
cara membersihkan vibrato mainan seks sex toys

Begini Cara yang Benar Membersihkan Vibrator

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal tayang Mei 5, 2020
efek samping pakai vibrator terlalu sering

Kalau Terlalu Sering Pakai Vibrator, Apa Efek Samping yang Ditimbulkan?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Riska Herliafifah
Tanggal tayang April 26, 2020
seks memperlambat menopause

Rutin Berhubungan Seks Bisa Memperlambat Datangnya Menopause

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha
Tanggal tayang April 3, 2020