Hubungan Seksual di Usia Tua, Sehat atau Berbahaya?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Melakukan hubungan seksual adalah cara bagi pasangan suami istri untuk menjaga keharmonisan rumah tangga mereka. Tidak hanya mendapatkan kebahagiaan tersendiri untuk masing-masing individu, seks juga dapat mempererat ikatan antar-keduanya. Namun bagaimana jika sepasang suami istri tersebut sudah memasuki usia tua alias lanjut usia? Apakah mereka dapat  tetap melakukan seks? Adakah risiko atau dampak kesehatan yang timbul jika melakukannya di usia lanjut?

Manfaat hubungan seksual bagi pasangan lanjut usia

Sebagian besar masyarakat menganggap bahwa hubungan seksual sudah tidak diperlukan lagi ketika seseorang memasuki usia tua. Tapi ternyata, hubungan seksual justru memberikan manfaat yang baik jika dilakukan oleh pasang lanjut usia, walaupun memang frekuensi hubungan seksualnya sudah tidak sesering ketika pasangan tersebut masih muda. 

Dalam beberapa penelitian disebutkan bahwa pasangan lanjut usia yang melakukan seks, berpeluang lebih rendah untuk terkena penyakit jantung koroner dibandingkan dengan pasangan yang tidak melakukan seks sama sekali. Selain itu, seks juga terbukti dapat menurunkan tingkat stres,  meningkatkan kepercayaan diri, serta menjaga keharmonisan dari pasangan tersebut.

Seberapa sering hubungan seksual yang aman di usia tua?

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Health and Social Behaviour menyatakan bahwa pasangan lanjut usia yang sangat sering melakukan hubungan seksual menimbulkan dampak yang berbeda bagi laki-laki dan wanita. Laki-laki yang sudah tua kemudian melakukan hubungan seksual lebih dari 2 kali dalam seminggu dengan pasangannya, justru berisiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit jantung.

Risiko penyakit jantung ini muncul akibat penggunaan obat kuat atau suplemen yang berguna untuk meningkatkan stamina dan performa seksual laki-laki. Tidak bisa dipungkiri, kemampuan seksual laki-laki juga menurun seiring dengan bertambahnya usia. Laki-laki berusia lanjut usia lebih sulit untuk mencapai ‘klimaks’ karena alasan medis atau kondisi mentalnya dibandingkan dengan laki-laki yang berusia masih muda. Sehingga, untuk mencapai orgasme laki-laki menggunakan obat kuat serta suplemen penambah stamina sebagai solusi penurunan kemampuan seksual mereka.

Selain itu, ‘usaha keras’ seorang laki-laki yang berusia lanjut untuk mencapai orgasme membuat laki-laki tersebut mengalami kelelahan serta stres yang tinggi, sehingga dapat mempengaruhi kerja jantungnya. Hal ini juga meningkatkan risiko penyakit jantung.

Sedangkan wanita lanjut usia yang melakukan hubungan seksual saat justru dianggap dapat menurunkan tekanan darah dan menurunkan peluang untuk mengalami penyakit jantung. Hal ini disebabkan karena dukungan emosi yang didapatkan dari hubungan seksual membuat wanita tersebut terhindar dari stres sehingga menurunkan risiko penyakit jantung.

Kualitas hubungan seksual pada pasangan lanjut usia adalah hal yang paling penting

Tidak seperti frekuensi yang dapat menimbulkan perbedaan dampak bagi laki-laki dan wanita, hubungan seksual dengan kualitas yang baik justru membuat laki-laki ataupun wanita lanjut usia terhindar dari risiko penyakit jantung. Hal ini telah dibuktikan oleh para peneliti dari Michigan State University  yang menunjukkan bahwa kualitas hubungan seksual penting untuk membangun dukungan emosi dan meningkatkan kepercayaan diri dari kedua pasangan tersebut. Pengelolaan emosi yang baik adalah salah satu cara untuk mencegah terjadinya penyakit jantung.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Kenikmatan kopi sudah tidak diragukan. Namun, tahukan Anda ada beberapa cara membuat kopi yang dapat menjadikan manfaatnya lebih baik untuk kesehatan.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

7 Cara Mencapai Multiorgasme Saat Seks (untuk Wanita)

Siapa bilang multiorgasme itu sulit untuk Anda raih? Anda bisa mencapai orgasme berkali-kali dengan cara-cara yang ada di artikel ini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Seks & Asmara 20 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Selain alergi susu dan kacang, ada juga alergi bawang putih. Apa penyebabnya dan adakah cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Alergi, Alergi Makanan 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Anda suka nekat makan daging ayam belum matang? Awas, akibatnya bisa fatal. Ini dia berbagai bahaya dan ciri-ciri daging ayam yang belum dimasak sempurna.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

KDRT konflik rumah tangga

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
tips menghindari perceraian

7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
masalah seks pada pria

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit