Apa Akibatnya Jika Melakukan Seks Terlalu Sering?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Seks memang menyenangkan, tapi bukan berarti Anda harus melakukannya berlebihan. Seks bisa menjadi tidak menyehatkan jika mereka mengganggu kehidupan Anda sehari-hari. Di bawah ini adalah beberapa masalah yang dapat berhubungan dengan melakukan seks terlalu sering.

Efek yang mungkin terjadi akibat melakukan seks terlalu sering

Mungkin tidak masuk akal untuk berpikir bahwa aktivitas yang menyenangkan seperti seks dapat berakhir dalam kesengsaraan. Namun sayangnya hal itu benar-benar akan terjadi. Inilah 14 efek negatif yang dapat disebabkan oleh seks terlalu sering, yaitu:

1. Lecet atau memar

Ini adalah salah satu efek yang jelas akibat seks terlalu sering karena banyaknya gesekan yang terjadi. Hal ini terutama terjadi ketika Anda melakukan seks yang kasar. Lecet akan membuat Anda sangat tidak nyaman untuk berhubungan seks dalam posisi tertentu, dan memar akan terasa sangat menyakitkan setelah Anda menyadarinya. Untuk menghindari rasa sakit, cobalah untuk tidak berhubungan seks dengan posisi yang membuat Anda tidak nyaman.

2. Nyeri dan pembengkakan

Wanita rentan terhadap perasaan nyeri setelah “sesi panas” di kasur. Hal ini biasanya diakibatkan oleh gesekan pada dinding vagina saat penetrasi. Hal ini akan membuatnya sangat menyakitkan untuk terlibat dalam aktivitas seksual yang melibatkan penetrasi. Jika pasangan Anda mengalami nyeri, Anda dapat memilih cara lain untuk membuat pasangan Anda senang dengan menghindari penetrasi.

3. Dehidrasi

Berhubungan seks melibatkan fisik yang akan membuat Anda berkeringat dan kehilangan banyak cairan. Jika Anda berhubungan seks berulang-kali tanpa tetap terhidrasi, Anda bisa mengalami dehidrasi dalam waktu singkat. Terutama ketika Anda menenggak alkohol sebelum atau pada saat seks. Meskipun tidak berbahaya, ini adalah efek yang paling umum dari seks terlalu sering.

4. Infeksi saluran kencing (ISK)

Infeksi saluran kencing dapat menjadi sangat tidak nyaman atau bahkan menyakitkan. Seks terlalu sering, terutama dengan orang yang berbeda, dapat mengakibatkan wanita mengalami kondisi ini. Tabung uretra yang yang menghubungkan daerah luar ke dalam kandung kemih berada tepat di sebelah vagina, kata ob-gyn Mary Jane Minkin, MD., seorang dosen klinis di Yale School of Medicine. Bila Anda melakukan seks, bakteri dari bagina bisa masuk ke dalam uretra, yang menghubungkan kandung kemih. Dan ketika Anda memiliki banyak seks dalam waktu yang singkat, Anda rentan terkena infeksi ini.

5. Nyeri punggung bawah

Setelah sesi panjang dari penetrasi terus menerus, Anda dapat menderita nyeri punggung bawah. Hal ini dapat membuat segala upaya yang terlibat dalam hubungan seksual menjadi tidak mungkin. Anda mungkin harus mencoba posisi yang tidak memberikan tekanan pada punggung, atau menghindari seks hingga Anda merasa lebih baik. Ini juga merupakan efek yang umum dari terlalu banyak seks.

6. Cedera saraf

Meski manusia normal dapat menahan segala macam rangsangan seksual, saraf mungkin akan mendapatkan sedikit cedera setelah sesi intens. Jika Anda mengalami cedera pada saraf, ada baiknya untuk berhenti melakukan kegiatan seks untuk sementara dan hindari terlalu banyak stimulasi langsung pada tempat yang sama.

7. Masalah klimaks

Pria sering kali tidak dapat mencapai orgasme setelah melakukan seks terlalu sering dalam waktu yang singkat. Ini adalah reaksi normal dan Anda tidak perlu khawatir akan hal itu. Ini biasanya terjadi akibat kelelahan atau berkurangnya jumlah sperma atau tingkat air mani. Tubuh membutuhkan waktu untuk mengisi ulang sebelum Anda kembali melakukan seks.

8. Penurunan penglihatan

Ini mungkin tampak dibuat-buat, namun itu pernah terjadi pada banyak orang. Hal ini terjadi ketika pembuluh darah di mata pecah selama aktivitas seksual. Anda tidak perlu khawatir untuk hal ini, karena ia akan sembuh dengan sendirinya dan akan menjadi normal kembali seiring waktu berjalan.

9. Otot tegang

Seperti aktivitas fisik lainnya, aktivitas seksual dapat menyebabkan otot tegang. Hal ini dapat menyebabkan rasa sakit dan bahkan imobilitas. Anda mungkin diminta untuk menjauhi seks pada sementara waktu hingga Anda kembali pulih.

10. Kelelahan

Meskipun bukan efek yang berbahaya, kelelahan akibat seks terlalu sering dapat memengaruhi kualitas hidup Anda. Hal ini membuat Anda tidak mampu menjalani aktivitas sehari-hari. Terlibat dalam seks beberapa kali sehari akan menguras seluruh energi Anda dan membuat Anda merasa lelah sepanjang hari. 

11. Rambut rontok

Berhubungan seks meningkatkan tingkat dihydrotestosterone (DHT) di dalam tubuh. Hormon ini akan menyebabkan rambut rontok, karena ia dapat membunuh folikel rambut dan menyebabkan pola kebotakan pada pria.

12. Imunitas lemah

Kekebalan Anda dapat melemah jika melakukan seks terlalu sering. Hormon prostaglandin E-2 dilepaskan ke dalam aliran darah saat berhubungan seks. Hormon ini dapat menyebabkan masalah seperti melemahnya kekebalan tubuh, rusaknya jaringan, nyeri saraf dan otot, serta kurangnya rangsangan seksual jika diproduksi secara berlebihan.

13. Serangan jantung

Meskipun hal ini jarang terjadi, ada beberapa situasi ketika seseorang menderita serangan jantung selama hubungan seksual. Meskipun seks baik untuk jantung Anda, karena ia sama dengan olahraga kardiovaskular, namun Anda harus melakukannya dengan mempertimbangkan bahwa Anda atau pasangan Anda memiliki riwayat jantung.

14. Penis patah

Meskipun penis tidak seperti tulang, namun penting untuk diketahui bahwa penis juga bisa mengalami fraktur atau “patah”. Jika Anda mengalami penis patah, Anda biasanya akan mendengar suara gemeretak yang diikuti dengan hilangnya ereksi. Ini biasanya mengakibatkan bengkak di pangkal penis atau skrotum.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Uretritis Gonore

Uretritis Gonore adalah penyakit di salurah kemih uretra yang disebabkan bakteri gonorea. Cari tahu gejala dan pengobatannya berikut.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Urologi, Urologi Lainnya 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Ini Posisi Bercinta yang Tepat Agar Cepat Hamil

Banyak pasangan yang menganggap bahwa posisi bercinta mempengaruhi peluang kehamilan. Sebenarnya adakah posisi bercinta agar cepat hamil?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Seks & Asmara 30 September 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Bercinta dengan lampu yang redup sudah biasa. Pernahkah Anda membayangkan seks dengan lampu menyala? Sebelumnya, coba simak artikel berikut.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Mau coba hal-hal baru di ranjang, tapi pasangan Anda malu berhubungan intim? Tenang, Anda bisa membangkitkan kehidupan seks Anda dengan beragam cara ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

masalah seks pada pria

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
cara mencapai multiorgasme

7 Cara Mencapai Multiorgasme Saat Seks (untuk Wanita)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
telat datang bulan

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
uretritis non gonore

Uretritis Non-Gonore

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit