Mungkinkah Hamil Akibat Saling Menggesekkan Alat Kelamin (Petting)?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Petting adalah sebuah istilah yang mencakup berbagai perilaku seksual, termasuk memberikan atau menerima cupang, berciuman, dan sentuhan seksual pada tubuh pasangan. Menyentuh, memijat, membelai, dan mencium seseorang dapat terjadi dengan perantara pakaian atau di balik pakaian. Petting dapat digolongkan sebagai pemanasan (foreplay), dan biasanya melibatkan melepaskan pakaian dan gesekan antara alat kelamin.

Apakah petting dapat menyebabkan kehamilan?

Untuk kehamilan dapat terjadi, sperma harus masuk ke dalam vagina. Hal ini dapat tercapai dengan sentuhan dua alat kelamin, atau cairan air mani harus “bertemu” dengan vulva wanita. Jika Anda terlibat dalam perilaku seksual dengan pasangan Anda saat mengenakan pakaian, tidak ada risiko kehamilan.

Memang benar bahwa sperma adalah perenang yang kuat dan dapat hidup di luar tubuh, tetapi mereka tidak bisa berenang melewati pakaian. Sperma hanya dapat bertahan hidup dalam cairan, khususnya air mani dan sekresi vagina. Di luar tubuh, sperma sebenarnya sangat rapuh. Setelah air mani terserap ke dalam kain pakaian Anda, mereka segera mati.

Namun, ada peluang sangat kecil untuk petting bisa menyebabkan kehamilan, yaitu saat dua orang yang terlibat dalam aktivitas seksual tersebut dalam keadaan telanjang dan si pria berejakulasi dekat lubang vagina sehingga memungkinkan sperma untuk berenang masuk ke dalam saluran reproduksi wanita dengan bantuan lendir vagina, bertemu dengan sel telur, dan kemudian berujung pada kehamilan.

Risiko menjadi lebih besar lagi jika tangan yang sama juga digunakan untuk menyentuh kedua alat kelamin. Ketika pria menyentuh alat kelaminnya sendiri dan kemudian menggunakan tangan yang sama untuk meraba alat kelamin pasangan wanitanya, ia berpeluang untuk memindahkan cairan tubuhnya (termasuk sperma dan patogen) ke dalam genitalia pasangan intimnya. Sejumlah kecil sperma (bahkan yang ditemukan dalam air mani pra-ejakulasi sekalipun) atau air mani cukup untuk menularkan penyakit kelamin atau membuat pasangan Anda hamil.

Risiko tambahan lainnya dari petting yang jarang dibahas adalah bahwa aktivitas ini dapat menimbulkan bahaya jika melibatkan pengisapan payudara dari ibu menyusui, karena ia bisa tertular penyakit kelamin dari virus yang terserap ke dalam ASI-nya.

Terlepas dari besar kecil peluang kehamilan dari petting, segala risiko tetap patut untuk Anda dan pasangan pertimbangkan. Petting, sebagai salah satu bagian dari pemanasan menuju penetrasi sebenarnya, dapat berkembang semakin seksual seiring waktu, sehingga membawa risiko dan konsekuensi yang walaupun tidak umum, dapat semakin meningkat.

Adakah cara untuk benar-benar menghindari risiko kehamilan dari petting?

Sperma dapat hidup dalam rahim selama 3-5 hari saat wanita berada di waktu paling suburnya, sehingga mengetahui seluk beluk sistem tubuh Anda dan kapan waktu subur Anda serta memperkirakan kapan “hari aman” untuk berhubungan seks non-proteksi tanpa menyebabkan kehamilan (biasanya 5 hari sebelum ovulasi dan 2-3 hari setelahnya) adalah langkah yang sangat penting. Untuk lebih amannya, setiap kali Anda berhubungan intim di sekitar waktu subur, jauhi penis dari vagina Anda atau gunakan metode kontrasepsi lain.

Perlindungan terbaik adalah mengetahui siapa pasangan Anda, mengetahui sejarah seksual mereka, keduanya mendapatkan tes penyakit kelamin sebelum melakukan petting, tidak berbagi mainan seks (seperti vibrator, dildo, dll) tanpa mencucinya terlebih dahulu (atau tidak berbagi sama sekali), dan memastikan bahwa tidak ada jejak air mani yang tertinggal di jari atau tangan ketika menyentuh vulva dan/atau vagina. Petting berat dengan banyak pasangan berbeda akan secara meningkatkan risiko penularan penyakit kelamin secara signifikan.

Jika Anda dan pasangan belum familiar satu sama lain atau Anda tidak mempercayainya, akan lebih baik untuk membatasi hubungan intim dengan masih terbalut pakaian. Terlibat dalam petting sementara “ditamengi” lapisan kain adalah metode foreplay paling aman yang bisa Anda lakukan. Namun demikian, kondom masih merupakan metode terbaik untuk mencegah penularan penyakit kelamin.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca