Mungkinkah Hamil Akibat Saling Menggesekkan Alat Kelamin (Petting)?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Petting adalah sebuah istilah yang mencakup berbagai perilaku seksual, termasuk memberikan atau menerima cupang, berciuman, dan sentuhan seksual pada tubuh pasangan. Menyentuh, memijat, membelai, dan mencium seseorang dapat terjadi dengan perantara pakaian atau di balik pakaian. Petting dapat digolongkan sebagai pemanasan (foreplay), dan biasanya melibatkan melepaskan pakaian dan gesekan antara alat kelamin.

Apakah petting dapat menyebabkan kehamilan?

Untuk kehamilan dapat terjadi, sperma harus masuk ke dalam vagina. Hal ini dapat tercapai dengan sentuhan dua alat kelamin, atau cairan air mani harus “bertemu” dengan vulva wanita. Jika Anda terlibat dalam perilaku seksual dengan pasangan Anda saat mengenakan pakaian, tidak ada risiko kehamilan.

Memang benar bahwa sperma adalah perenang yang kuat dan dapat hidup di luar tubuh, tetapi mereka tidak bisa berenang melewati pakaian. Sperma hanya dapat bertahan hidup dalam cairan, khususnya air mani dan sekresi vagina. Di luar tubuh, sperma sebenarnya sangat rapuh. Setelah air mani terserap ke dalam kain pakaian Anda, mereka segera mati.

Namun, ada peluang sangat kecil untuk petting bisa menyebabkan kehamilan, yaitu saat dua orang yang terlibat dalam aktivitas seksual tersebut dalam keadaan telanjang dan si pria berejakulasi dekat lubang vagina sehingga memungkinkan sperma untuk berenang masuk ke dalam saluran reproduksi wanita dengan bantuan lendir vagina, bertemu dengan sel telur, dan kemudian berujung pada kehamilan.

Risiko menjadi lebih besar lagi jika tangan yang sama juga digunakan untuk menyentuh kedua alat kelamin. Ketika pria menyentuh alat kelaminnya sendiri dan kemudian menggunakan tangan yang sama untuk meraba alat kelamin pasangan wanitanya, ia berpeluang untuk memindahkan cairan tubuhnya (termasuk sperma dan patogen) ke dalam genitalia pasangan intimnya. Sejumlah kecil sperma (bahkan yang ditemukan dalam air mani pra-ejakulasi sekalipun) atau air mani cukup untuk menularkan penyakit kelamin atau membuat pasangan Anda hamil.

Risiko tambahan lainnya dari petting yang jarang dibahas adalah bahwa aktivitas ini dapat menimbulkan bahaya jika melibatkan pengisapan payudara dari ibu menyusui, karena ia bisa tertular penyakit kelamin dari virus yang terserap ke dalam ASI-nya.

Terlepas dari besar kecil peluang kehamilan dari petting, segala risiko tetap patut untuk Anda dan pasangan pertimbangkan. Petting, sebagai salah satu bagian dari pemanasan menuju penetrasi sebenarnya, dapat berkembang semakin seksual seiring waktu, sehingga membawa risiko dan konsekuensi yang walaupun tidak umum, dapat semakin meningkat.

Adakah cara untuk benar-benar menghindari risiko kehamilan dari petting?

Sperma dapat hidup dalam rahim selama 3-5 hari saat wanita berada di waktu paling suburnya, sehingga mengetahui seluk beluk sistem tubuh Anda dan kapan waktu subur Anda serta memperkirakan kapan “hari aman” untuk berhubungan seks non-proteksi tanpa menyebabkan kehamilan (biasanya 5 hari sebelum ovulasi dan 2-3 hari setelahnya) adalah langkah yang sangat penting. Untuk lebih amannya, setiap kali Anda berhubungan intim di sekitar waktu subur, jauhi penis dari vagina Anda atau gunakan metode kontrasepsi lain.

Perlindungan terbaik adalah mengetahui siapa pasangan Anda, mengetahui sejarah seksual mereka, keduanya mendapatkan tes penyakit kelamin sebelum melakukan petting, tidak berbagi mainan seks (seperti vibrator, dildo, dll) tanpa mencucinya terlebih dahulu (atau tidak berbagi sama sekali), dan memastikan bahwa tidak ada jejak air mani yang tertinggal di jari atau tangan ketika menyentuh vulva dan/atau vagina. Petting berat dengan banyak pasangan berbeda akan secara meningkatkan risiko penularan penyakit kelamin secara signifikan.

Jika Anda dan pasangan belum familiar satu sama lain atau Anda tidak mempercayainya, akan lebih baik untuk membatasi hubungan intim dengan masih terbalut pakaian. Terlibat dalam petting sementara “ditamengi” lapisan kain adalah metode foreplay paling aman yang bisa Anda lakukan. Namun demikian, kondom masih merupakan metode terbaik untuk mencegah penularan penyakit kelamin.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Hal yang Paling Diidamkan Pria dari Wanita Saat Berhubungan Seksual

Ladies, yuk intip berbagai hal yang paling diidamkan pria dan bisa Anda lakukan untuk semakin memanaskan permainan malam ini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Kesehatan Seksual, Tips Seks 22 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Sih yang Terjadi Saat Operasi Ganti Kelamin?

Bagaimana, sih, dokter bedah bisa mengubah alat kelamin pria menjadi alat kelamin wanita, dan sebaliknya? Simak prosedur operasi ganti kelamin berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Seksual, Tips Seks 10 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Laki-laki yang Hobi Selingkuh Ternyata Punya IQ Rendah

Penelitian menunjukkan bahwa suami yang suka selingkuh punya IQ yang lebih “jongkok” daripada pria lainnya. Apa hubungannya antara kecerdasan dan kesetiaan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 9 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

12 Posisi Seks Menantang yang Bisa Anda Coba Malam Ini

Mencoba posisi seks baru yang menantang bisa memanaskan kembali gairah dengan pasangan, mencegah rasa jenuh dalam pernikahan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Seksual, Tips Seks 8 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat klamidia

Apakah Infeksi Klamidia Bisa Benar-Benar Sembuh? Begini Jawabannya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
mitos agar cepat hamil

Mengupas 8 Mitos agar Cepat Hamil yang Banyak Dipercaya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
gay bisa disembuhkan

Bisakah Gay dan Lesbian Disembuhkan?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 26 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Mitos dan Fakta tentang Masturbasi

Mitos dan Fakta Masturbasi di Masa Pandemi COVID-19

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 24 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit